
Tak ada jawaban yang ditemukan dalam buku kuno itu. Bukan karena memang tidak ada, tapi karena mereka pun tidak bisa membaca huruf kuno yang tertuang dalam buku tersebut. Semakin dibaca, justru mereka malah semakin pusing dibuatnya.
Kean mengusulkan teman-temannya untuk meminta bantuan pada ahli bahasa. Karena ia berpikir, huruf kuno seperti itu hanya orang-orang tertentu saja yang paham. Tidak sembarang orang bisa mengerti apa yang tertuang dalam buku itu. Namun Kean pun juga bingung. Ia tak tahu harus meminta bantuan pada siapa. Tiba-tiba Ara teringat oleh kakaknya.
"Sebentar, kalo gak salah Kak Manda punya temen ahli bahasa deh...tapi gue gak begitu paham apakah dia ngerti juga sama bahasa ini!"seru Ara.
"Coba saja kamu telepon. Siapa tahu, dia bisa nolong kita. Ni pake ponsel gue!"pinta Raline seraya menyodorkan ponselnya pada Ara.
Ara pun menerima ponsel tersebut dan segera menekan nomor ponsel Kak Amanda.
Sementara dikediamannya, ponsel Kak Amanda berdering. Ketika dilihat, nomor tak dikenal muncul dalam layar ponselnya. Ia pun segera mengabaikannya. Namun, lagi-lagi ponselnya pun berdering untuk kedua kalinya. Karena kesal, akhirnya ia pun mengalah dan mencoba untuk mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Hallooo, dengan siapa ini?" ucap Kak Amanda.
"Kak, ini aku Ara. Tolong bantu aku, aku mau ketemu kakak di depan pintu gerbang sekolah sekarang!" pinta Ara
"Ra, kamu kenapa? kamu gapapa kan?halooooo....." jawab Kak Amanda.
Kak Amanda pun mendadak cemas. Dalam benaknya, ia bertanya-tanya ada apa gerangan Ara menelepon dirinya dan mengatakan sesuatu sesingkat itu.Ia benar-benar takut jika terjadi sesuatu yang tidak dinginkan dengan adik kesayangannya itu. Ia pun langsung bergegas meninggalkan kantornya dan segera beranjak pergi ke sekolah Ara. Tak lupa sebelum pergi, ia menuliskan surat izin keluar sementara terlebih dahulu dan ia titipkan kepada rekan kerjanya.
"Ada apa? kamu gapapa kan?" tanya Kak Amanda khawatir.
" Aku gapapa kak. Aku cuma minta bantuan ini ke kakak (sambil menyodorkan buku kuno pada Kak Amanda). Kakak pernah bilang kalo temen kakak ada yang ahli bahasa kan?" tukas Ara.
__ADS_1
"Maksud kamu kak Rendy?Kakak sudah jarang bertemu sama dia!"jawab Kak Amanda.
Tapi kakak akan coba bantu kalian!"pungkasnya.
"Makasih kak"jawab mereka hampir bersamaan.
Kak Amanda lantas membalikkan badannya untuk segera masuk kedalam mobilnya, tapi sebelum pergi ia pun kembali menoleh ke arah Ara.
"Tapi kalau alasannya hanya karena buku ini, kamu gak seharusnya telepon kakak untuk bertemu kamu sekarang kan, Ra? ucap Kak Amanda kesal.
"Hmmm maaf kak. Ara gak ada pilihan lain." gumam Ara.
__ADS_1
Buku itupun akhirnya berpindah tangan dari mereka ke Kak Amanda. Mereka pun merasa lega. Dan Kak Amanda pun akhirnya berpamitan kepada mereka usai menerima buku itu, karena ia tak bisa lama-lama meninggalkan perusahaan. Bagaimanapun, saat ini masih dalam jam kerja. Sementara kali ini Ara merasa lega karena dia bebas dari omelan Kak Amanda. Biasanya dia akan ngomel habis-habisan kalau saja mengganggu aktivitas kantornya hanya karena masalah yang dianggapnya tidak penting.