
Dalam perjalanan pulang, Kean, Steve, Shanee dan tak luput juga Ara terlihat berkecamuk dengan pikiran masing-masing. Perasaan mereka campur aduk sekarang ini. Entah apa yang mereka rasakan antara bingung, heran, aneh dan penasaran bergabung jadi satu. Tak ada satupun diantara mereka membuka percakapan ditengah perjalanan pulang. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga tiba dirumah Ara,
"Besok kita temui Pak Kepala Sekolah!"pinta Kean
"Hah untuk apa?"tanya Shanee
"Lihat saja besok" balas Kean
Mereka bertiga pun penasaran dengan apa yang akan direncanakan Kean untuk esok hari. Tapi tak ada seorang pun diantara mereka yang bertanya kepada Kean tentang rencananya itu. Ara pun segera turun dari mobil. Terlihat Kak Amanda sedang duduk diteras rumah sambil menyeruput secangkir tehnya.
"Soreee, kenapa baru pulang hari gini?" sapa kak Amanda.
__ADS_1
"Sibuk" jawab Ara singkat.
Kak Amanda pun heran dengan sikap dan tingkah adiknya belakangan ini. Dia terlihat cuek, ketus dan aneh tidak seperti biasanya. "Ah mungkin doi lagi ada masalah di kelas!"pikirnya.
Ara pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Hari ini dan hari kemarin sungguh hari yang melelahkan untuk Ara. Ia pun akhirnya memutuskan untuk sejenak memanjakan diri dengan sheet mask favoritnya sambil memainkan ponselnya. Baru saja dia memegang ponsel terdengar suara kak Amanda memanggilnya untuk makan malam. Ara segera menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan sheet mask yang masih tertempel di wajahnya.
"Ayo sini makan dulu!" pinta kak Amanda.
"Ok!"jawabnya singkat.
Ding dong......
__ADS_1
"Biar kakak yang buka pintunya." ucap Kak Amanda.
Sementara Ara pun hanya mengangguk pasrah tanda setuju.Tanpa basa basi lagi, Kak Amanda pun lantas membuka pintu. Namun, tak ditemui siapapun didepan pintu rumah. Ara yang melihat sang kakak celingukan, lalu menghampiri dan bertanya.
"Ada siapa?" tanya Ara.
"Gak ada siapa-siapa, cuma ada kotak ini. " jawab kak Amanda.
Akhirnya kotak itupun dibawa masuk oleh mereka berdua. Lalu mereka letakkan kotak itu diatas meja makan. Kak Amanda dan Ara sepakat akan membuka kotak itu setelah makan malam selesai. Di sela makan malam, mereka berdua terdengar mengobrolkan sesuatu yang menarik. Ara bertanya pada kakaknya sebenarnya apa sih yang ia ingin beli di swalayan tadi. Ia meledek jikalau kakaknya sedang jatuh cinta dan ingin membelikan sesuatu yang berharga untuk kekasihnya. Kak Amanda pun tersenyum mendengar perkataan yang lucu dari sang adik. Melihatnya tersenyum, Ara pun tiada henti-hentinya menggoda kakaknya yang sudah tersipu malu. Wajahnya pun terlihat merah padam seketika. Kak Amanda pun akhirnya angkat bicara, "Ara, sebenernya kakak itu mau beliin hadiah untuk kamu. Kamu kan suka sama sepatu yang kamu bilang keren itu. Tapi kamu bikin kakak jengkel sih. Ya, jadinya hadiahnya batal deh" ucap Kak Amanda seraya meledek. Ara yang mendengar penjelasan sang kakak pun mendadak melongo. Ia pun berujar bahwa lain kali ia tidak akan membuat masalah jika kakaknya ingin membelikannya hadiah.
Selesai menyantap hidangan makan malam, mereka berdua pun kembali teringat dengan kotak itu. Mereka memutuskan untuk segera membukanya. Saat dibuka ternyata tak ada barang apapun didalamnya kecuali selembar kertas bertuliskan angka. "10 5 14 1 18"
__ADS_1
"Hah apa maksudnya ini?"
Mereka berdua saling bertatap pandang keheranan