Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Misi Yang Terancam Gagal


__ADS_3

Ara sudah bersiap-siap mengenakan seragam sekolah. Dia sengaja bangun lebih awal karena ia punya janji untuk bertemu dengan Raline di halaman samping sekolah. Ara pun segera berpamitan dengan Kak Amanda dan mengambil kunci sepeda motor matic miliknya. Kali ini dia akan pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor saja karena dia juga harus menghampiri Shanee terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Shanee,


Ding dong..... ding dong....(Ara menekan bel rumah Shanee). Tak lama muncullah Shanee dihadapan Ara dan merekapun lantas pergi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor milik Ara. Di tengah perjalanan,


"Ra, harus ya kita berangkat sepagi ini, g subuh sekalian???" ucap Shanee sambil menguap karena ia tidak terbiasa berangkat sekolah sepagi itu. Jam tangannya pun masih menunjukkan pukul 05.46 pagi. Sementara Ara tidak menjawab pertanyaan Shanee. Ia fokus mngemudi sepeda motornya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai dihalaman samping sekolah. Ara pun segera memarkir sepeda motornya. Terlihat sudah Raline menunggu kedatangan mereka.


"Eh, sudah lama ya nunggunya?" tanya Ara berbasa-basi.


Shanee pun hanya terdiam karena dia tidak tau apa yang mereka sedang rencanakan. Dia hanya mengikuti Ara saja. Sementara Raline, dia mulai bercerita.


Pada intinya saat Raline sedang berbelanja keperluan miliknya, tak sengaja ia berpapasan dengan Camelia, namun ketika ia akan menyapa ternyata Camelia datang bersama dengan Steve.Jadi ia mengurungkan niatnya menghampiri Camelia. Akan tetapi, ia sempat memotret kejadian itu dan menyodorkan buktinya kepada Ara. Ara yang melihat foto itu pun menjadi kaget dan tak menyangka sekaligus kesal. Tergambar jelas wajah Ara yang cemberut dan menunjukkan ekspresi kekesalannya. Dia bergumam lirih, "Bagaimana mungkin Kak Amanda berbohong sama aku?". Bukan tanpa alasan, pasalnya apa yang dikatakan kak Amanda tentang wajah Camelia yang berubah menjadi tua itu dianggapnya bohong karena apa yang ia lihat difoto itu seperti Camelia yang biasanya. Tak ada wajah yang menyerupai nenek tua disana. Namun kesalnya, Misi yang ia lakukan bersama ketiga temannya pun terancam gagal karena Steve mulai jatuh cinta dengan Camelia.

__ADS_1


"oh iya gua gapapa kok."jawab Ara.


"Lu bisa minta bantuan gue buat nyelametin misi lu kalo lu mau!" ucap Raline pada Ara. Sepertinya Raline paham apa yang sedang Ara pikirkan. Steve yang selalu ada untuk membantu Ara menjalankan misinya, sekarang ini harus bertekuk lutut di hadapan anak itu. Wajar memang, karena Camelia adalah gadis yang sangat cantik bahkan bisa dikatakan yang tercantik disekolahnya. Tidak heran kalau semua lelaki menyukainya, termasuk Steve. Hanya saja, memang sifatnya yang aneh, banyak diantara mereka yang mundur perlahan.


Sementara Shanee yang sedari tadi hanya memilih untuk diam, kali ini dia angkat bicara.


"Gue gak yakin kalau Steve mengkhianati kita. Kali saja dia lagi menjalankan misinya sendiri."ucapnya.

__ADS_1


"Iya misi. Misi buat nembak tu cewek." ucap Ara kesal.


Pada akhirnya Shanee dan Ara pun memutuskan untuk menyetujui Raline bergabung dengan tim mereka. Baik Ara maupun Shanee sama-sama tahu, bahwa Raline termasuk anak yang menonjol dan memiliki prestasi sekolah diatas rata-rata. Misi ini pun pada akhirnya akan berlanjut dengan kehadiran Raline namun tidak dengan Steve. Ara sudah semakin tidak percaya dengannya.


__ADS_2