Perjalanan Si Jenius Gagal

Perjalanan Si Jenius Gagal
15. Kenaikan kelas dari Rouzen.


__ADS_3

Untuk kelas tingkatan Jandra, para murid biasanya menghabiskan waktu sampai 10 tahun untuk bisa naik ke tingkatan Abira. Alasannya, dalam kelas tingkatan Jandra juga ada  3 tingkatan lainnya, itu adalah kelas Gangsur, Adeg dan Gama.  Gangsur adalah kelas untuk para Aryan yang baru masuk ke kelas Jandra atau Aryan yang baru bisa mengendalikan Tiser dan mengeluarkan sihir yang kecil. Adeg adalah kelas untuk para Aryan yang sudah mulai stabil dalam mengendalikan Tiser dan mengeluarkan sihir yang hampir sempurna. Dan Gama adalah kelas untuk Aryan yang sudah stabil dalam mengendalikan Tiser dan bisa mengeluarkan sihir yang sempurna. Setiap murid rata-rata menghabiskan 2 tahun di kelas Gangsur dan Adeg, serta  4 tahun untuk di kelas Gama. Untuk saat ini, Rouzen dan teman sekelasnya di akademi, mereka masih berada di tingkatan Jandra kelas Gangsur. Sedangkan Bufan, dia sudah berada di tingkatan Jandra kelas Adeg.


Sebenarnya, misi yang biasanya dijalankan oleh Murid Jandra kelas Gangsur adalah misi yang sangat mudah, seperti membantu Panen Nagaya, menangkap hewan peliharaan milik Nagaya, dan membantu pekerjaan Nagaya yang bisa dibilang masih mudah. Dan tentunya misi itu dilakukan di dalam Desa. Namun misi yang dijalankan oleh Rouzen, Lowis dan Hervy sebelumnya, sebenarnya itu adalah misi untuk Jandra kelas Adeg dan Gama, tapi karena pada saat itu Bufan kekurangan rekan ( pada saat itu rekan Bufan sudah mengambil misi yang lain ), jadinya pihak akademi desa memilihkan beberapa murid di kelas Gangsur yang memiliki kemampuan yang cocok untuk menjalankan misi bersama Bufan. Oleh karena itu, Rouzen, Hervy dan Lowis lah yang terpilih.


Waktu terus berlalu, Rouzen dan yang lainnya mendapatkan banyak pembelajaran di kelasnya, dari mulai pembelajaran tentang sesuatu yang bisa membantunya untuk bisa mengendalikan Tisernya lebih baik dan pembelajaran tentang yang lainnya. Selain itu, mereka juga sudah menyelesaikan beberapa misi yang disediakan oleh Desa. Hingga sudah sampai 1 tahun, akhirnya Rouzen dipromosikan untuk naik ke tingkatan Jandra kelas Adeg.


“Setelah pertimbangan dan diskusi dari kami para guru, kami memutuskan untuk merekomendasikan Neland Rouzed masuk ke kelas Adeg.” Nilan berbicara kepada para muridnya saat jam pelajaran sudah hampir selesai.


Mendengar itu, semua murid di kelas itu menjadi terkejut, termasuk Rouzen.


“Apa?!.”


“Rouzen naik ke kelas Adeg?.”


“Kenapa begitu?.”


“Wah, hebat sekali.”


“Padahal biasanya kan butuh 2 tahun untuk bisa naik ke kelas Adeg.” Perkataan murid di kelas.


Kemudian Rouzen pun berbicara.


“Guru, apa ini serius? tapi kenapa aku naik kelas lebih cepat dari yang lain?.” Rouzen masih tidak percaya.


“Tentunya itu karena kemampuanmu Rouzen. Kamu ini berkembang sangat cepat daripada murid lainnya, Seperti pengendalian Tisermu dan Waktu yang di tempuh saat kamu menyelesaikan misi. Kamu menyelesaikan misi sangat cepat, sehingga kami para guru memutuskan untuk mempromosikan kamu naik ke kelas Adeg.” Nilan menjawab.


Sebenarnya dari awal Rouzen masuk ke tingkatan Jandra, kemampuan Rouzen memang sudah melebihi kriteria dari kelas Gangsur, bisa dilihat dari jurus dan strategi yang sudah dia lakukan sebelumnya. Dia bisa mengeluarkan jurus/sihir yang sangat menakjubkan dan juga hampir sempurna, oleh karena itu dia seharusnya sudah berada di kelas Adeg. Namun karena dia masih baru, dan masih belum tahu apa-apa tentang tingkatan Jandra, akhirnya dia pun masuk di kelas Gangsur. Karena walaupun kemampuan murid sangat bagus, tapi murid itu harus tetap mengikuti prosedur dan langkah-langkah yang berada di akademi.


“Tapi… apa ini tidak apa-apa guru?.” Rouzen merasa berat hati.


“Memangnya kenapa?.” Nilan bingung.

__ADS_1


Kemudian Rouzen menatap ke arah teman sekelasnya dengan wajah yang merasa bersalah karena meninggalkan mereka.


Nilan yang melihat itu akhirnya tahu maksud dari Rouzen.


“Apakah kamu merasa bersalah kepada teman-teman yang lain karena meninggalkannya?.” Nilan bertanya kepada Rouzen.


“Iya.” Rouzen mengangguk.


Kemudian Nilan pun menatap ke arah murid lain dan bertanya.


“Apakah diantara kalian ada yang merasa keberatan dengan kenaikan kelas yang diterima oleh Rouzen?.”


Mendengar itu para murid menjadi bingung, karena di satu sisi mereka bangga dengan apa yang terjadi kepada Rouzen, dan di satu sisi mereka juga iri dengan Rouzen, sehingga di hati mereka ada niatan untuk menahan Rouzen untuk tinggal.


Namun tidak lama setelah itu, akhirnya ada murid yang berdiri.


“Aku sebenarnya keberatan.” Hervy berdiri dan berbicara dengan lantang.


Mendengar itu, Rouzen menjadi sedikit kecewa.


“Oh, apa alasannya?.”


“Aku adalah orang yang sangat dekat dengannya, dan aku tidak ingin berpisah dengannya.” Hervy menjawab.


Mendengar itu, Nilan hanya bisa menghela nafas.


“Hah… Bocah ini. Memangnya siapa yang akan berpisah? Toh kalian berdua juga akan sering bertemu kok pada saat pulang sekolah.”


“Begitukah? kalau begitu, aku tidak keberatan deh.” Hervy menjawab dengan polos dan kembali duduk.


Melihat tingkah dari Hervy, semua orang yang ada di kelas hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


Kemudian giliran Lowis yang berdiri.


“Lowis? apa kamu keberatan? dan apa alasanmu?.” Nilan bertanya kepada Lowis.


“Mendengar informasi ini, jujur saja aku atau mungkin beberapa murid lain iri dengan kenaikan kelas yang diterima Rouzen dan mungkin ingin menahan Rouzen untuk tinggal. Namun aku ingin meluruskan, aku akan dengan senang hati menerima itu dan membiarkan Rouzen untuk naik ke kelas Adeg. Jadi untuk kalian yang berniat untuk menahan Rouzen, kalian lampiaskan saja padaku. Dan jika kalian saksikan dengan seksama, Rouzen juga sedikit keberatan dengan kenaikan kelasnya, alasannya adalah karena dia merasa bersalah kepada kita semua. Jadi untuk membalas budi kepadanya, aku ingin dia naik kelas dengan hati yang tenang tanpa terbebani oleh kita.”


Mendengar itu, Rouzen menjadi terharu, karena bisa-bisanya Lowis berkata seperti itu. Dan Nilan juga sangat kagum dengan perkataan dari Lowis itu.


Setelah itu, para murid yang lainnya pun berdiri dan menerima kenaikan kelas yang diterima  Rouzen.


“Kami juga sama, kami dengan senang hati menerima kenaikan kelas yang diterima Rouzen.”


Setelah itu, Nilan menatap Rouzen, berniat mengetahui keputusan Rouzen.


“Rouzen, kamu sudah dengarkan? teman-temanmu sudah menerimanya.”


Rouzen mengangguk.


Kemudian Rouzen menatap kepada teman-temannya yang lain dengan mata yang berkaca-kaca dan berbicara.


“Kalian semua… terimakasih. Walaupun kita berbeda kelas, tapi jika kalian mau, aku akan dengan senang hati juga kok untuk belajar bersama seperti sebelumnya.”


Setelah itu, semua teman-teman Rouzen datang menghampiri Rouzen dan memberi semangat kepada Rouzen.


“Selamat ya Rouzen.”


“Jangan merasa terbebani dengan kami oke? kami sangat senang kok, karena kami satu kelas dengan seorang jenius.”


“Betul. Kan sebelumnya kamu bilang bahwa kita masih bisa belajar bersama. Jadi kamu fokus saja belajar di kelas Adeg, toh nanti juga kita akan bertemu kembali saat belajar bersama.” Perkataan teman-teman Rouzen.


Melihat kejadian itu, Nilan pun kagum dan terharu.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, waktu pulang pun telah tiba.


Setelah pulang, Rouzen dan teman-teman yang lainnya belajar bersama di lapangan dekat sungai seperti biasanya.


__ADS_2