Perjalanan Si Jenius Gagal

Perjalanan Si Jenius Gagal
22. Rouzen Sekarat?


__ADS_3

Dengan kehadiran orang dengan jubah merah dan topeng, Rouzen beserta rekannya menjadi ketakutan dan tidak bisa bergerak. Mereka seperti 3 rusa yang sudah terpojok yang akan diterkam oleh seekor harimau.


Tidak bisa terus seperti ini, Rouzen akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


“Apa yang kamu inginkan?.... Yalar.” Rouzen berbicara walaupun dalam kondisi yang masih tidak bisa bergerak.


Orang berjubah merah terkejut saat Rouzen menyebut kata ‘Yalar’, karena Yalar adalah kelompok dirinya.


“Oh… kamu tahu tentang Yalar yah.” ucap orang berjubah.


“...” Rouzen hanya diam dan menatap tajam orang itu.


Melihat tatapan Rouzen yang tidak sabaran, orang berjubah pun berbicara kembali.


“Aku ingin memberikan tawaran kepadamu.” ucap orang berjubah.


Mendengar itu, Rouzen bahkan rekannya sedikit terkejut dan penasaran.


“Apa maksudmu?.” Rouzen bingung.


Orang berjubah duduk di atas tanah dengan santai dan berkata “Aku akan memberikanmu 2 pilihan. bergabunglah denganku dan menjadi kuat, atau mati bersama rekanmu itu.”


Rouzen beserta rekannya terkejut dengan pilihan yang diberikan orang itu.


“Jangan bercanda kamu….” Rouzen tidak percaya dengan pilihan yang diberikan orang berjubah.


“Bercanda? tentu saja aku tidak bercanda. Aku benar-benar sangat kagum dengan kemampuanmu, jadi aku ingin menjadikanmu muridku.” ucap orang berjubah.


“...” Rouzen hanya terdiam setelah mendengar jawaban itu.


Melihat Rouzen terdiam, orang berjubah beranggapan bahwa Rouzen sedang memikirkan tawarannya. Sedangkan Rekannya, mereka sedikit cemas jika nantinya Rouzen akan bergabung dengan pria berjubah.


Terdiamnya Rouzen membuat keheningan di antara mereka. Hingga akhirnya pria berjubah berencana menyerang rekannya Rouzen. Karena dia beranggapan bahwa lamanya Rouzen berpikir dikarenakan dia tidak enak jika harus berbicara dihadapan rekannya.


“Apa kamu merasa tidak enak terhadap rekanmu, tentang keputusan yang kamu ambil?. Kalau begitu aku akan membantu.” Orang berjubah berdiri dan mengangkat sebuah pedang yang hendak ditebaskan ke arah rekan Rouzen.


Rouzen yang melihat itu panik.


“Tidak, tunggu….”


Pada saat pedang itu hampir mengenai Yessie yang menjadi target pertama dari orang berjubah, Rouzen dengan cepat menghalangi tebasan pedang itu. Sehingga tebasannya sekarang berakibat kepadanya.


“Argh….” Rouzen berteriak kesakitan karena terkena tebasan pedang orang berjubah.


Tebasan yang diterima oleh Rouzen sangat serius, dia terkena tebasan vertikal yang mengenai mata kirinya, bibir bagian ujung kiri, perut bagian kiri, dan dada bagian kiri. Untuk bagian selain mata, Rouzen hanya terluka bagian luarnya saja ( tidak terluka di bagian dalam ), namun untuk mata kirinya, dia mengalami kebutaan di mata kirinya.


“Bocah bodoh!.” Orang berjubah kesal dengan tingkah Rouzen. Dia kesal dikarenakan orang yang akan direkrutnya menjadi terluka parah, sehingga kemungkinan bahwa Rouzen bisa memiliki kemampuan seperti ekspektasinya akan berkurang.

__ADS_1


Sambil menahan rasa sakitnya, Rouzen memerintahkan rekannya untuk membuat rasa sakit terhadap diri sendiri.


“Gigit lidah atau mulut kalian. Buat diri kalian merasakan rasa sakit, dan kalian akan bisa terlepas dari rasa takut yang menyebabkan tidak bisa bergerak ini.”


Hal itulah yang dilakukan saat Rouzen sedang terdiam. Dia terdiam cukup lama dikarenakan dia terlalu kuat untuk merasakan rasa sakit, sehingga butuh waktu yang sedikit lama.


Para rekan Rouzen pun mengikuti arahan dari Rouzen. Hingga beberapa saat kemudian, darah keluar dari masing-masing mulut rekan Rouzen. Dan itu dikarenakan oleh gigitan terhadap mulut atau lidah mereka sendiri. Rekan Rouzen pun akhirnya terlepas dari rasa takut itu.


“Rouzen, apalagi yang harus kita lakukan?.” Bufan bertanya dengan panik.


“Cepat kembali dan beritahu guru pembimbing. Yessie, kamu temani Bufan.” Rouzen memberi perintah.


Mereka pun setuju.


Namun orang berjubah tidak akan membiarkan mereka berdua pergi, dia dengan cepat mengejar mereka berdua.


“Ombak hembusan.” Lowis mengeluarkan jurus untuk menghentikan si orang berjubah.


“Lemah sekali.” Orang berjubah dengan mudah menggagalkan jurus Lowis.


Setelah itu, orang berjubah melanjutkan pengejaran. Dia mengejar Bufan dan Nessy dengan kecepatan yang luar biasa.


Saat Rouzen dan Lowis hendak membantu mereka berdua lolos dari kejaran orang berjubah, Rouzen tiba-tiba muntah darah dan kondisinya sangat menyedihkan sampai-sampai dia tergeletak di tanah, seolah hampir mati.


Lowis yang melihat itu panik dan khawatir.


“Rouzen…” Lowis bingung, karena dia harus memilih membantu mereka berdua, atau menjaga Rouzen.


“Lowis… Bantu saja mereka, aku tidak apa-apa disini.” Rouzen berbicara dengan lemas.


Lowis semakin sedih melihat kondisi Rouzen.


“Tapi…” Lowis mulai bergelimang air mata.


Namun Rouzen menghentikan perkataan Lowis dengan menepuk tangannya sambil tersenyum, seolah dia memberi isyarat ‘lakukan apa yang kukatakan sebelumnya’.


Lowis pun akhirnya mengikuti perintah Rouzen, dan segera menyusul mereka berdua.


“Kuharap kamu baik-baik saja Rouzen…. Tunggu kami sebentar lagi.” Lowis menangis sambil mengejar Bufan dan Yessie.


Sedangkan dalam kondisi Rouzen.


“Ayah… Ibu… apakah aku akan bertemu dengan kalian lagi saat ini?... Dan maafkan kakak, Heiren. Karena aku meninggalkanmu lebih awal.” Rouzen perlahan menutup matanya.



Bufan dan Yessie terus berlari menuju desa, namun mereka berdua sudah sangat dekat dengan orang berjubah. Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya terpojok.

__ADS_1


“Hehehe… sudah tidak bisa kemana-mana lagi kalian.” Orang berjubah sambil mengangkat pedangnya bersiap untuk menebas Bufan dan Yessie.


Pada saat si orang berjubah hendak menebaskan pedangnya ke arah Bufan dan Yessie, dia tiba-tiba membelokkan arah tebasannya menjadi ke arah belakang.


“Kling…” suara benturan besi.


Dan itu adalah ulah dari Lowis yang melemparkan pisau lempar ke arah orang berjubah dari belakang.


“Oh… kamu datang juga ya. Ngomong-ngomong, kemana calon murid kesayanganku?.” Orang berjubah berbicara kepada Lowis.


"Jangan pernah menyebut dia sebagai muridmu lagi sialan!. Jika bukan karena perbuatanmu, dia tidak akan sampai terluka parah." Lowis membalas perkataan orang berjubah dengan emosi dan tangisan.


Orang berjubah yang melihat ekspresi dari Lowis dan juga tidak melihat kehadiran Rouzen, akhirnya dia beranggapan bahwa Rouzen sudah tewas.


"Hah... sayang sekali. Padahal potensinya sangat bagus, tapi umurnya pendek." Orang berjubah bersikap sok prihatin.


Karena perkataan orang berjubah, Yessie dan Bufan ikutan terkejut dan beranggapan bahwa Rouzen sudah tewas.


"Ini bohongkan?." Bufan lemas dan tidak percaya.


"...." Yessie dengan sikap dinginnya hanya bisa terdiam, namun air matanya mengalir ( sedih ).


Melihat ketiga bocah itu sedang terpuruk dan bersedih, si orang berjubah pun hendak membunuh mereka bertiga.


"Yah, supaya kalian tidak bersedih lagi dan bertemu dengan teman kalian itu,  aku akan senang hati mengabulkan permintaan itu." Orang berjubah bersiap menebaskan pedangnya.


3 bocah itu tidak merespon dan tidak berbuat apa-apa, seolah mereka sudah pasrah. Hingga akhirnya orang berjubah pun mengeluarkan jurus sayatan pedang yang cukup besar, sehingga bisa mengenai Bufan, Yessie dan Lowis.


Pada saat sayatan itu hampir mengenai mereka bertiga, tiba-tiba datanglah sesosok makhluk mirip manusia yang seluruh anggota badannya dikelilingi api hingga tidak bisa diketahui apakah itu manusia atau bukan. Dan sosok itu memiliki mata yang berwarna kuning cerah polos (tanpa pupil), dan rambutnya terbentuk dari api.


Kedatangan sosok itu membuat semua orang yang ada di sana menjadi cukup terkejut dan ketakutan, bahkan si orang berjubah. Alasannya karena sosok itu bisa terbang ( padahal aryan tingkatan Merty pun masih belum tentu bisa terbang ). Kedatangan sosok itu juga membuat ketiga rekan Rouzen menjadi selamat dari kematian, karena sosok itu menepis jurus pedang dari orang berjubah dengan mudah, dan mengembalikan jurus itu kepada si orang berjubah. Bahkah jurus yang dikembalikan kepada si orang berjubah, jurus pedangnya sudah dibungkus oleh api, sehingga si orang berjubah pun ketakutan. Namun untungnya dia bisa menghindarinya.


"Sialan... makhluk apa itu." Orang berjubah ketakutan.


Namun tiba-tiba, sosok itu berbicara.


"Jangan coba-coba untuk melukai rekanku. Kamu memiliki masalah dengan aku bukan? jadi mari kita selesaikan sekarang."


"Hei, apa maksudmu dengan aku memiliki masalah denganmu?." Orang berjubah bingung dan ketakutan.


"...." Sosok itu hanya diam dan terus menatap ke arah orang berjubah.


"Dan kamu berkata jangan lukai rekanku. Mem..." Orang berjubah menyadari sesuatu. "Rekan?.....K-kamu.... adalah Bocah tadi?...." Orang berjubah langsung terjatuh dan duduk di tanah karena terkejut bahwa sosok menakutkan yang dilihatnya adalah bocah yang sudah sekarat.


Rekan Rouzen pun sama terkejutnya.


"Rouzen... Itu kamu?." Bufan syok melihatnya. Begitu juga dengan Yessie dan Lowis, mereka sangat terkejut dan tidak percaya bahwa sosok menakutkan itu adalah Rouzen.

__ADS_1


Rouzen dengan tampilan manusia apinya berbicara kembali.


"Ya, ini aku. Kalian menjauhlah, dari sini biar aku yang urus."


__ADS_2