Perjalanan Si Jenius Gagal

Perjalanan Si Jenius Gagal
23. Kekuatan Rouzen mode manusia api.


__ADS_3

Pada saat ini, Rouzen dengan sosok manusia apinya sedang bertarung dengan pria berjubah merah. Pertarungan mereka sangat sengit, namun pada kali ini Rouzen lah yang mendominasi. Rouzen terus mengeluarkan jurus apinya kepada pria berjubah, dari mulai jurus api yang kecil, hingga jurus api yang cukup besar. Sehingga area pertarungan mereka berdua menjadi dikelilingi oleh api yang disebabkan oleh Rouzen.


Berbeda dengan Rouzen, si pria berjubah pada saat ini sedang dalam keadaan terpojok. Bahkan dia tidak bisa menangkis serangan Rouzen dikarenakan setiap serangan Rouzen akan mengeluarkan api, walaupun Rouzen hanya melakukan serangan seperti pukulan.


"Sial, apa-apaan dengannya itu?." si Pria berjubah kewalahan dan ketakutan.


"..." Rouzen tidak merespon perkataan pria berjubah dan terus melanjutkan serangan.


Hingga beberapa lama kemudian, Rouzen seperti merasakan kesakitan.


"Argh...". Rouzen berteriak.


Rekan Rouzen yang menyaksikan itu menjadi khawatir.


"Rouzen ada apa?." Bufan panik.


"Bukan apa-apa. Lakukan saja apa yang aku perintahkan sebelumnya." Rouzen menjawab dan memerintahkan Bufan untuk melakukan hal sebelumnya dia perintahkan kepadanya, yaitu memanggil guru pembimbing.


"Baik." Bufan segera pergi diikuti oleh Yessie.


Awalnya Bufan memang ingin pergi memanggil guru pembimbing, namun karena Rouzen datang dengan sosok manusia apinya, dia menjadi khawatir dengan Rouzen, sehingga dia ingin membantunya terlebih dahulu. Tapi hingga saat ini, Bufan tidak bisa membantu Rouzen dikarenakan pertarungan Rouzen sangat sulit untuk dimasuki (dikelilingi api).


Setelah berteriak kesakitan, Rouzen melanjutkan pertarungannya dengan si pria berjubah. Namun kekuatan dan kemampuan bertarung Rouzen menjadi lebih lemah dibandingkan sebelumnya, yang membuat si pria berjubah menyadari sesuatu.


"Hahaha... sepertinya jurus entah berantah ini memiliki efek yang tidak lama ya?." Si pria berjubah sedikit senang.


Meski sudah tahu jika jurus Rouzen memiliki efek yang tidak lama, si pria berjubah tetap fokus menghindari serangan Rouzen. Alasannya agar dia bisa memancing Rouzen sampai efek jurusnya habis. Dan benar saja, dalam pertarungan mereka berdua sampai saat ini, Rouzen sudah beberapa kali berteriak kesakitan dan kekuatannya menurun.


Merasa sudah hampir habis efek jurusnya, si pria berjubah langsung menebaskan pedangnya ke arah Rouzen.


"Rasakan ini." Si pria berjubah mengeluarkan jurus sayatan pedang kepada Rouzen.


Sayatan putih vertikal pun mengarah kepada Rouzen. Namun karena sudah melemah, Rouzen menjadi terluka di bagian pundaknya, karena telat menghindari serangan itu.

__ADS_1


"Argh..." Rouzen kesakitan dan tersungkur duduk di tanah.


"Hahaha... aku akui bahwa kekuatan dirimu yang sebelumnya sangat membuatku kewalahan. Tapi sekarang, jawabannya sama seperti sebelumnya, yaitu kamu akan tewas." Si Pria berjubah perlahan berjalan menghampiri Rouzen.


Lowis yang hanya bisa melihat itu menjadi sangat panik. Namun dia masih tidak bisa membantu Rouzen, dikarenakan dia tidak memiliki kemampuan untuk masuk ke kurungan api yang mengelilingi area pertarungan antara Rouzen dan pria berjubah.


Sedangkan dalam kondisi Rouzen, dia masih tetap diam dan memegangi pundaknya yang terluka. Hingga pada saat si pria berjubah tepat di depannya, dia langsung mengeluarkan jurus.


"Jurus semburan api." Rouzen mengeluarkan semburan api dari mulutnya, yang mengarah ke arah wajah dari si pria berjubah.


"Argh....." Pria berjubah kesakitan. Karena walaupun Rouzen mengarahkan semburan itu ke arah wajah, tapi semburan itu mengenai seluruh tubuh si pria berjubah.


Rouzen tanpa henti terus menerus mengeluarkan semburan api itu dari mulutnya. Semburan itu bisa dibilang opsi terakhir yang bisa lakukan Rouzen, karena pada saat dia melakukan semburan, api yang membungkusi tubuhnya juga perlahan mulai menghilang. Si Pria berjubah yang sudah tidak kuat dengan semburan Rouzen menjadi mencoba menjauh dari Rouzen. Dan Rouzen tidak mengejarnya karena sudah tidak memiliki tenaga.


Pada saat si pria berjubah menjauh dari Rouzen, dia masih terbungkus oleh api milik Rouzen yang menutupi seluruh tubuhnya. Hingga pada saat api milik Rouzen itu menghilang, tiba-tiba jubah merah dan topeng yang dia pakai sudah hangus terbakar. Karena itu, penampilan asli dari pria berjubah pun terbongkar.


"Sialan.." Si pria berjubah tidak terima.


Si pria berjubah pada saat ini sudah tidak memakai topengnya dan hanya ada sedikit jubah yang tersisa di tubuhnya. Dia memiliki rambut berwarna merah tua dan wajah yang tidak terlalu tua (25 tahunan). Bagian mata kirinya terdapat luka bakar yang disebabkan oleh Rouzen, dan dia juga memiliki jahitan di lehernya.


Rouzen hanya bisa diam dan menatap pria berjubah dengan pasrah.


Hingga pada saat si pria berjubah hampir menebaskan pedangnya kepada Rouzen, tiba-tiba ada sesuatu yang memukul mundur si pria berjubah.


"Keugh..." Pria berjubah terdorong mundur kebelakang sambil memegangi perutnya.


"Yalar kah? Berani sekali kamu melukai murid sekaligus keluargaku." Redes datang dengan setelan bertarungnya dan dalam kondisi yang sangat marah.


Redes datang bersama dengan Yessie dan Bufan yang sudah memanggilnya.


"Cih, tambah merepotkan." Si Pria berjubah langsung meninggalkan Redes karena dirinya sudah yakin tidak bisa bertarung dengan kondisinya yang seperti saat ini.


"Tebasan membelah bukit." Redes mengeluarkan jurusnya dan mencoba menghentikan pria berjubah.

__ADS_1


Namun si pria berjubah bisa menghindarinya dan melarikan diri.


Redes awalnya hendak mengejarnya, namun dia segera melihat keadaan Rouzen yang terluka sangat parah.


"Rouzen, bertahanlah." Redes berlari menuju Rouzen yang terbaring di tanah dan menggendongnya.


"..." Rouzen tidak merespon karena sudah terluka dan tidak sadarkan diri.


Karena kejadian itu, Redes pun langsung membawa Rouzen pergi ke desa tanpa banyak bicara. Bufan, Yessie dan Lowis pun mengikuti Redes dari belakang.


"Apa yang terjadi? apakah topeng dan jubah orang itu terlepas karena Rouzen?." Bufan bertanya kepada Lowis. Karena hanya Lowis yang menyaksikan kejadian itu.


"Iya, itu adalah karena Rouzen." Lowis menjawab dengan ekspresi cemas.


"Gila... padahal sangat sulit untuk mendekati orang itu." Bufan terkejut dan kagum.


"Memang iya, kemampuan Rouzen dalam kondisi seperti sebelumnya sangat kuat. Namun aku tidak terlalu peduli dengan itu sekarang, karena aku sangat khawatir dengan efek sampingnya." Lowis memberitahukan alasan kecemasannya.


"Memangnya apa itu?." Bufan bingung.


"..." Lowis tidak langsung menjawab.


Bufan pun akhirnya menyadari sesuatu.


"Apa jangan-jangan kondisinya saat ini adalah disebabkan karena penggunaan jurus tadi (manusia api)? bukan karena serangan mematikan dari pria berjubah itu?." Bufan panik.


"Iya, pada saat Rouzen menggunakan jurus itu, dia beberapa kali mengalami rasa sakit yang sangat menyiksa. Dan pada saat itu juga kekuatannya menurun. Dia hanya menerima satu serangan saja dari si pria berjubah, yang bisa disimpulkan bahwa kondisi Rouzen saat ini adalah disebabkan efek samping dari jurus itu." ucap Lowis.


Bufan terkejut mendengar penjelasan dari Lowis, karena Rouzen ternyata hanya menerima satu serangan saja. Namun dia juga sangat kasihan dengan rasa sakit yang diterima oleh Rouzen.


"Kuharap dia bisa sembuh saat di desa." ucap Bufan.


"Aku juga." ucap Lowis.

__ADS_1


Di belakang, Yessie hanya diam dan menyimak percakapan mereka berdua. Tapi walaupun hanya diam, air mata Yessie keluar dari matanya. Yessie sangat sedih dengan apa yang menimpa kepada Rouzen. Karena bagaimanapun juga, Rouzen sudah seperti mentor baginya, hingga dia bisa menjadi seperti sekarang.


__ADS_2