Perjalanan Si Jenius Gagal

Perjalanan Si Jenius Gagal
26. Obrolan yang membuat Rouzen tersinggung.


__ADS_3

Kabar tentang cacatnya Tiser Rouzen dan juga kabar tentang Rouzen yang keluar dari kelas Aryan pun menyebar cukup cepat di desa Meiyan. Bahkan setelah kabar itu beredar, para warga menjadi terus menerus membahas tentang kabar itu. Hingga sampai satu minggu lamanya, akhirnya pembahasan tentang kabar yang terjadi kepada Rouzen pun menjadi lumayan mereda.


Bersamaan dengan meredanya pembahasan tentang kabar yang terjadi kepada Rouzen, pada saat itu juga Rouzen sudah bisa keluar dari klinik dan melakukan aktivitas dengan normal.


“Fuih… akhirnya aku keluar juga.” ucap Rouzen yang baru saja keluar dari klinik dengan tampilan yang baru. Rouzen pada saat ini menggunakan penutup mata di mata kirinya, karena mata kirinya sudah buta. Dan selain penutup mata, Rouzen juga menutupi mata kirinya itu dengan rambut panjang miliknya.


Selain Rouzen, ada beberapa orang yang baru keluar juga dari klinik. Dan mereka itu adalah Redes, Quener dan Heiren yang menemani Rouzen saat dirawat di klinik.


Setelah keluar dari klinik, Rouzen menjadi cukup senang, karena dia sudah bosan tinggal 2 minggu di klinik.


“Ah… segarnya.” Rouzen menghirup udara di luar klinik dengan santai dan senang.


Namun Redes dan Quener malah berekspresi khawatir, karena mereka sudah tahu tentang beredarnya kabar tentang apa yang terjadi kepada Rouzen dan bahkan tahu tentang kabar itu yang menjadi pembahasan para warga. Namun alasan sebenarnya mereka khawatir adalah karena ada beberapa tanggapan para warga desa, yang karena tanggapan itu akan menyebabkan Rouzen menjadi tersinggung.


“Ada apa paman, bibi?.” Rouzen bertanya kepada mereka berdua, karena mereka berdua berekspresi khawatir.


“Tidak, bukan apa-apa.” Redes menjawab pertanyaan Rouzen.


Dan ternyata, Rouzen belum mengetahui tentang beredarnya kabar tentang apa yang terjadi kepada dirinya.


Karena jawaban Redes yang katanya bukan apa-apa, Rouzen pun kembali menikmati udara di luar.


Beberapa saat kemudian, mereka berempat pun akhirnya berjalan pulang menuju rumah Rouzen.


“Lihat, dia sudah keluar dari klinik rupanya.”


“Oh iya, dia sudah keluar ternyata.” Obrolan beberapa warga desa saat melihat Rouzen sudah keluar dari Klinik. Dan beberapa warga itu ngobrol dengan pelan supaya tidak didengar oleh Rouzen.


Namun ternyata, Rouzen masih bisa mendengar obrolan mereka.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada saat aku sedang dirawat?.” gumam Rouzen yang kebingungan karena dirinya menjadi perbincangan para warga desa.


Walaupun Rouzen mendengar perbincangan para warga yang membahas tentangnya, namun Rouzen tidak bertanya kepada mereka (para warga) atau Redes dan Quener tentang kenapa dirinya menjadi pembahasan para warga, tapi Rouzen malah melanjutkan perjalanannya dengan santai.


Hingga pada suatu ketika, Rouzen mendengar satu obrolan dari warga yang membahasnya, dan obrolan itu membuat dirinya menjadi sedikit tersinggung dan bingung.


“Hei kamu lihat dia, dia menjadi seperti itu karena ulahnya sendiri loh.”


“Iya, aku tidak mengerti jalan pikirannya. Padahal dia sebenarnya bisa menjadi tidak seperti itu loh kalau dia bisa menyetujui permintaan orang yang dilawannya. Dan juga jika dia menyetujui permintaan orang yang dilawannya, mungkin pihak desa bisa mendapatkan informasi yang bagus.” Obrolan warga desa saat melihat Rouzen berjalan melewatinya.


Karena mendengar obrolan warga desa itu, Rouzen menjadi tersinggung dan langsung bertanya kepada Redes tentang apa yang sebenarnya terjadi pada saat dirinya dirawat.

__ADS_1


“Hei paman, katakan padaku, apa yang terjadi pada saat aku sedang dirawat? kenapa para warga membahasku dengan pembahasan yang tidak mengenakan?.” ucap Rouzen yang saat ini merasa tersinggung dengan obrolan warga desa.


Kekhawatiran Redes dan Quener pun benar-benar terjadi (Rouzen tersinggung karena obrolan warga desa).


“Baik akan aku ceritakan.”


Flashback.


Setelah mengantarkan Rouzen ke klinik untuk dirawat, Redes, Bufan, Lowis dan Yessie pergi ke kantor Derent untuk melaporkan misi.


Di kantor Derent.


“Misi membasmi bandit gunung sudah selesai dilakukan. Namun kita mendapatkan satu korban dalam misi itu, dikarenakan secara kebetulan para murid yang menjalankan misi bertemu dengan lawan yang sangat kuat, yaitu kelompok Yalar.” ucap Redes.


Derent desa Meiyan yaitu Hofei sudah tahu tentang terluka parahnya Rouzen karena kelompok Yalar. Namun Hofei masih belum tahu bagaimana Rouzen bisa terluka dan bagaimana Rouzen bisa lolos.


“Jelaskan padaku yang sebenarnya terjadi pada misi itu. Kemudian jelaskan juga bagaimana Rouzen bisa terluka parah dan bagaimana Rouzen akhirnya bisa lolos dari kelompok Yalar itu. Karena kita sudah tahu kan kalau kekuatan dari kelompok Yalar itu sangat mengerikan? sampai-sampai kelompok Yalar itu menjadi incaran 6 desa besar.” ucap Hofei.


Kemudian Bufan menceritakan semua yang terjadi pada misi yang dijalankan sebelumnya. Dari mulai saat Rouzen mencoba memantau bandit itu di markasnya sendirian, kemudian pada saat Rouzen bertemu dengan bandit yang seharusnya sudah mati, kemudian pada saat Rouzen mengetahui rahasia dibalik bandit yang sudah mati itu bisa hidup kembali (yang ternyata sedang dikendalikan), kemudian pada saat Rouzen bertarung dengan orang yang mengendalikan bandit yang sebenarnya sudah mati itu (anggota kelompok Yalar), dan pada saat Rouzen diberikan tawaran untuk menjadi murid dari anggota kelompok Yalar yang bertarung dengannya itu.


“Dia (Rouzen)  diberikan tawaran untuk menjadi murid orang itu? terus bagaimana jawabannya?.” ucap Hofei yang menghentikan penjelasan dari Bufan. Hofei sedikit terkejut saat mendengar bahwa Rouzen ditawari menjadi murid dari anggota kelompok Yalar itu.


“Iya, Rouzen diberi tawaran menjadi muridnya karena Rouzen memiliki kemampuan yang bagus. Namun jawaban Rouzen, dia menolak tawaran itu.” ucap Bufan.


Semua orang yang melihat sikap Hofei menjadi bingung.


“Eh?.” Bufan kebingungan.


“Tunggu Derent, kenapa kamu bersikap seolah menyayangkan keputusan Rouzen yang menolak tawaran orang itu? Rouzen sudah mengambil keputusan yang benar kan?.” Redes bingung dengan sikap Hofei.


“Tentu saja aku menyayangkan itu. Karena jika Rouzen menjadi murid dari orang itu, kita pihak desa mungkin jadi bisa mendapatkan informasi tentang kelompok Yalar yang sekarang menjadi buronan 6 desa besar.” Hofei menjelaskan alasan dia menyayangkan keputusan Rouzen.


“Hanya karena itu?.” Redes tidak habis pikir dengan alasan yang dikatakan oleh Hofei.


“Hanya kamu bilang!...” Hofei tidak terima dengan perkataan Redes. Kemudian Hofei melanjutkan perkataannya. “Jika sampai kita mendapatkan informasi tentang kelompok Yalar, itu bisa sedikit membantu kita untuk memusnahkan kelompok buronan itu. Bahkan mungkin desa kita juga akan mendapatkan nilai plus dari desa lain, karena desa kita sudah mendapatkan informasi tentang kelompok Yalar.”


Mendengar perkataan dari Hofei, semua orang yang ada di kantor Derent bukannya kagum dengan itu, tapi semua orang itu malah tidak habis pikir dengan perkataan yang diucapkan oleh Hofei. Karena Hofei masih tetap fokus kepada ambisinya dan tidak memikirkan orang lain.


“Aku mengerti tentang itu. Tapi apakah kamu tidak memikirkan apa yang akan terjadi kepada Rouzen, kalau dia sampai menjadi murid orang itu?.” ucap Redes.


“Memangnya apa yang akan terjadi?. Lagian lebih baik mencoba dulu daripada langsung mengambil keputusan.” ucap Hofei.

__ADS_1


“Apa anda tidak memikirkan tentang keselamatan Rouzen? dan bukan tidak mungkin juga jika nantinya Rouzen malah dicuci otak oleh orang itu, yang membuat Rouzen malah menjadi anggota kelompok Yalar yang sebenarnya dan menjadi menyerang kita.” Redes menjelaskan pendapatnya.


“Tapi itukan hanya dugaanmu saja.” Ucap Hofei yang masih keras kepala.


Redes hanya bisa menggertakkan gigi dan menahan emosi setelah mendengar ucapan Hofei itu.


Namun kemudian Bufan berbicara kembali.


“Sebenarnya jika Rouzen menerima permintaan orang itu menjadi muridnya, kami bertiga akan dibunuh oleh orang itu.” ucap Bufan yang mengetahui kejadian sebenarnya.


“Apa kamu serius?.” Hofei sedikit terkejut saat mendengar penjelasan Bufan.


“Iya aku serius.”


“Baiklah kalau begitu.” Hofei pun akhirnya mengerti. walaupun hati kecil dia sebenarnya masih menyayangkan keputusan Rouzen.


Kemudian Hofei melanjutkan perkataannya. “Lalu bagaimana dengan luka yang diterima oleh Rouzen? dan juga bagaimana dia bisa lolos?.”


Bufan pun menceritakan tentang luka yang diterima Rouzen, yang luka itu diterima Rouzen karena dia menyelamatkan mereka bertiga yang hendak dibunuh oleh anggota kelompok Yalar itu. Kemudian Bufan menjelaskan tentang bagaimana Rouzen bisa lolos, yang lolosnya Rouzen dari orang itu adalah karena jurus aneh yang dimiliki oleh Rouzen (jurus manusia api), yang karena jurus itu bisa membuat anggota kelompok Yalar itu menjadi terpojok.


“Sangat mengerikan juga ya jurus itu. Aku baru mendengarnya tentang jurus itu.” ucap Hofei yang sedikit bingung dengan jurus yang digunakan Rouzen.


“Dan karena jurus itu juga Rouzen menjadi seperti sekarang.” ucap Bufan.


“Maksudmu Rouzen menjadi tidak sadarkan diri seperti sekarang karena jurus yang digunakannya itu?.” Hofei terkejut saat mendengar bahwa Rouzen menjadi seperti sekarang ini karena jurus yang digunakannya.


“Iya, karena saat jurus itu berlangsung, Rouzen beberapa kali berteriak kesakitan. Hingga pada saat guru Redes datang membantu, jurus Rouzen pun akhirnya berakhir dan Rouzen pun langsung tidak sadarkan diri.” ucap Bufan.


“Jadi begitu ya yang terjadi. Baiklah aku putuskan bahwa misi ini sudah terselesaikan. Jadi kalian bisa pulang sekarang. Dan ini bayaran untuk misinya.” ucap Hofei sambil memberikan bayaran misi.


Untuk milik Rouzen, Hofei menitipkannya kepada Redes.



Satu hari setelah Redes dan 3 rekan Rouzen selesai melapor tentang misi yang sebelumnya dijalankan oleh mereka, tiba-tiba terdengar banyak perbincangan warga desa yang mengatakan bahwa Rouzen melakukan sebuah kesalahan dalam misi yang dijalankannya sebelumnya. Rouzen bersikap egois karena dia menolak tawaran menjadi murid dari anggota kelompok Yalar yang bertarung melawannya, yang padahal kalau Rouzen menerima tawaran itu, Rouzen akan bisa membantu desa untuk mendapatkan informasi tentang kelompok Yalar.


“Apa-apaan ini? kenapa warga desa mengetahui bahwa Rouzen mendapatkan tawaran menjadi murid dari anggota Yalar sebelumnya? dan kenapa juga mereka mengatakan bahwa Rouzen bersikap egois dan melakukan kesalahan? apa mereka tidak tahu bahwa Rouzen sebenarnya mengambil keputusan yang tepat?.” ucap Redes yang marah karena mendengar perbincangan warga desa yang mengatakan bahwa Rouzen melakukan kesalahan.


Pada saat ini, Redes sedang berada di rumahnya dan ditemani oleh Quener.


“Apa mungkin ada orang yang menyebarkan kabar yang tidak lengkap tentang apa yang dilakukan oleh Rouzen pada misi yang dia jalankan sebelumnya? sehingga para warga menjadi berkata seperti itu?.” ucap Quener yang menduga bahwa ada orang yang menyebarkan berita tentang apa yang dilakukan Rouzen dalam misi yang dijalankannya sebelumnya, namun beritanya itu tidak lengkap, yang membuat warga desa menjadi salah paham.

__ADS_1


“Kalau begitu akan aku cari siapa orang yang menyebarkan berita ini.” ucap Redes sambil bersiap mencari orang yang menyebarkan berita ini.


__ADS_2