
Pada saat ini, Rouzen sudah dirawat di klinik desa Meiyan, dan sedang diperiksa oleh Nilan beserta timnya. Karena di klinik ini, Nilan bertugas sebagai tim medis. Rouzen sedang mendapatkan perawatan intensif dari klinik dan juga Rouzen tidak boleh dikunjungi sampai dia benar-benar sadar. Hal itu dilakukan agar tim medis bisa lebih fokus dalam menangani Rouzen.
Karena tidak bisa menemui Rouzen, setiap orang yang ingin menjenguk Rouzen menjadi menunggu di ruang tunggu. Redes, Yessie, Bufan, dan Lowis sedang berada di ruang tunggu, karena merekalah yang mengantar Rouzen ke klinik ini.
“Bagaimana dia bisa menjadi seperti itu (manusia api)?.” Redes penasaran dengan jurus Rouzen menjadi manusia api.
“Aku tidak tahu jelasnya sih, karena pada saat itu aku diperintahkan Rouzen untuk membantu Kak Bufan dan Yessie. Namun sebelum aku pergi, keadaaan Rouzen sudah terluka parah karena luka yang diterimanya saat menyelamatkan Yessie dari tebasan orang itu (anggota Yalar). Kondisi Rouzen sudah sangat lemah pada saat dia memerintahkan aku untuk membantu kak Bufan dan Yessie, sehingga aku beranggapan bahwa Rouzen mungkin akan tidak sadarkan diri setelah aku berhasil membantu kak Bufan dan Yessie. Namun yang terjadi, saat aku bertemu dengan kak Bufan dan Yessie, tidak lama setelah itu Rouzen muncul dengan sosok manusia apinya.” Lowis menjelaskan kejadian yang diketahuinya.
“Begitu ya, harus menunggu dia sadar sih untuk bertanya lebih jelasnya.” ucap Redes. Kemudian Redes melanjutkan perkataannya. “Lalu bagaimana anggota Yalar itu? apakah dia memang tidak menggunakan topeng sejak awal?.” Redes bertanya seperti itu dikarenakan cukup sulit untuk melihat wajah dibalik topeng anggota Yalar, karena setiap kali topeng itu dibuka, orang itu akan berubah menjadi abu.
“Dia sebenarnya memakai jubah merah dan topeng pada awalnya. Namun pada saat dia bertarung dengan Rouzen mode api, dia mendapatkan serangan yang cukup telak dari Rouzen, yang menyebabkan jubah merah beserta topengnya terbakar.” Lowis menjelaskan tentang bagaimana cara anggota Yalar itu menjadi tidak memakai topeng.
Redes terkejut saat mendengar itu, karena ternyata masih ada anggota Yalar yang bisa dilihat wajah dibalik topengnya.
“Apa maksudnya ini? kenapa orang itu tidak berubah menjadi abu saat topengnya terbuka?.” Redes berbicara sendiri karena bingung.
Namun untuk Yessie, Bufan dan Lowis, mereka bertiga tidak mengerti dengan apa yang membuat Redes terkejut dan kebingungan, karena mereka bertiga masih belum diberi tahu tentang jadi abunya anggota Yalar setelah topengnya dibuka. Hingga akhirnya Bufan pun memberanikan diri untuk bertanya.
“Maaf Guru, tapi apa yang menyebabkan kamu terkejut dan kebingungan?.” Bufan bertanya.
“Oh kalian belum mengetahuinya ya. Sebenarnya kelompok Yalar memiliki sebuah jurus aneh, yang aku sendiri tidak tahu. Aku dan rekanku pernah bertemu dengan 5 orang anggota Yalar sebelumnya dan mengalahkannya. Pada saat itu atau setelah berhasil mengalahkan mereka, kami penasaran dengan wajah dibalik topeng yang dipakai oleh anggota kelompok Yalar itu, hingga akhirnya kami pun mencoba membuka topeng mereka. Namun kami sangat terkejut pada saat topeng itu kami coba lepaskan dari wajah mereka, karena pada saat topengnya terlepas dari wajah mereka, perlahan wajah kemudian tubuh mereka menjadi abu.” Redes menjelaskan tentang rahasia kelompok Yalar.
Yessie, Bufan dan Lowis pun terkejut saat mendengar rahasia kelompok Yalar itu.
“Apakah ada jurus seperti itu?.” Lowis tidak percaya bahwa kelompok Yalar memiliki jurus yang cukup aneh.
__ADS_1
“Sebenarnya tidak terlalu aneh juga sih jika kelompok Yalar memiliki jurus yang aneh. Karena kamu lihat sendiri kan orang yang bertarung dengan Rouzen? Dia memiliki jurus aneh juga, yaitu jurus mengendalikan orang lain dengan benang miliknya.” Bufan tidak terlalu heran dengan kemampuan dan jurus yang dimiliki kelompok Yalar, karena dia berpikir bahwa jika satu anggotanya saja memiliki jurus aneh, berarti ketuanya dan anggota lainnya pun memiliki jurus aneh juga.
“Hah… kakak benar.” Lowis setuju dengan Bufan kali ini.
“Bisa kamu jelaskan tentang jurus mengendalikan orang benang yang dimiliki anggota dari Yalar itu?.” Redes bertanya tentang jurus aneh mengendalikan orang dengan benang itu.
“Aku hanya bisa menjelaskannya sedikit, karena ketidak tahuanku.” Kemudian Bufan menjelaskan tentang apa yang dilalui mereka berempat sampai bisa mengungkap jurus mengendalikan diri dengan benang milik anggota yalar itu. Dari mulai pertemuan dengan seorang bandit yang seharusnya sudah tewas, kemudian kemampuan bandit yang meningkat cukup signifikan, hingga pada saat Rouzen berhasil melihat ada benang di belakang tubuh bandit itu.
Kemudian Bufan juga menjelaskan tentang bagaimana Rouzen bisa mengetahui kelemahan dari jurus itu, yang sebenarnya jurus itu hanya bisa diserang dengan menggunakan kemampuan Talis atau tanpa bantuan Tiser.
“Begitu ya. Untung saja Rouzen adalah seorang murid jenius, jadi dia bisa segera menemukan solusi untuk itu.” Redes sudah mengerti tentang jurus yang dimiliki anggota Yalar itu.
Setelah itu, mereka semua pun hening dan tidak ada topik pembicaraan. Hingga beberapa saat kemudian, Quener datang bersama dengan Heiren.
“Redes, apa yang sebenarnya terjadi?.” Quener berlari menghampiri Redes dengan ekspresi panik.
Quener dan Heiren yang mendengar itu menjadi sedih, bahkan Heiren sampai menangis karena khawatir dengan kakaknya.
“Tenanglah, kakak kamu kan kuat. Aku yakin dia akan baik-baik saja.” Redes mencoba menenangkan Heiren.
Heiren pun akhirnya mencoba untuk tenang.
Tidak lama setelah kedatangan Quener dan Heiren, kini giliran para rekan Redes yang berhutang budi kepada Jiose (ayahnya Rouzen) yang datang (kecuali Nilan, karena Nilan sedang melakukan perawatan). Mereka berjumlah 4 orang, yaitu Marin, Dean, Wesley, dan Yuji.
Mereka berempat pun bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Rouzen dalam kondisi yang seperti ini. Kemudian Redes menjawab dan menjelaskan semua kejadiannya.
__ADS_1
—
“Jadi ternyata ada juga ya anggota Yalar yang bisa dilihat wajah di balik topengnya.” Dean berbicara tentang anggota Yalar yang berhasil dibuka topengnya oleh Rouzen.
“Iya aku juga sedikit tidak menyangka.” ucap Redes.
Kemudian Marin memberikan pendapatnya.
“Apa mungkin anggota kelompok Yalar bisa dilihat wajah dibalik topengnya pada saat kondisinya masih hidup? karena pada saat kita membuka topengnya waktu itu, mereka kan sudah tewas.”
“Itu juga bisa dijadikan salah satu alasan.” Redes setuju dengan pendapat Marin.
“Jika seperti ini, apakah ini bisa dihubungkan dengan perkataan Jiose tentang ‘Yalar bukan yang sebenarnya’?.” Giliran Wesley yang memberikan pendapatnya.
Mendengar perkataan Wesley, mereka berempat langsung berpikir dengan serius.
“Bisa jadi sih, tapi seperti apa?.” Redes setuju dengan pendapat Wesley yang mengaitkan hal ini dengan perkataan Jiose, namun dia juga bingung seperti apa buktinya bahwa hal ini bisa berkaitan dengan perkataan Jiose.
“Apa mungkin jika orang yang kita lepas topengnya dan berubah jadi abu itu adalah orang yang sudah mati yang sedang dikendalikan? ya sama seperti kemampuan anggota Yalar yang bertarung dengan Rouzen sebelumnya.” Yuji memberikan pendapatnya.
Mendengar perkataan Yuji, mereka semua pun sangat setuju dengan Yuji, karena hanya itu dugaan terkuat yang berkaitan dengan perkataan Jiose ‘Yalar bukan yang sebenarnya’.
“Nah mungkin itu bisa menjadi dugaan terkuat kita saat ini. Kelompok Yalar sebenarnya ada yang mengendalikan dibelakangnya. Namun kita masih tidak tahu siapa dan kemampuan seperti apa yang dimiliki oleh orang mengendalikan Yalar itu, karena jika orang yang mengendalikan kelompok Yalar itu adalah anggota Yalar yang bertarung dengan Rouzen, dia memang memiliki kemampuan mengendalikan orang lain, namun berdasarkan cerita yang aku dengar dari muridku yang melihat kejadian sebenarnya, orang yang dikendalikan orang itu tidak menjadi abu setelah kendalinya hilang, berbeda dengan apa yang terjadi kepada anggota Yalar yang kita temui sebelumnya.” Redes menjelaskan pendapatnya.
“Begitu ya, baiklah aku mengerti. Jika kejadiannya seperti itu, kemungkinan terbesarnya orang yang mengendalikan Yalar di belakang adalah orang dengan kemampuan yang sangat kuat dan ahli. Bahkan aku juga menduga bahwa kematian Jiose dan Nessy berkaitan dengan orang yang mengendalikan Yalar itu.” Dean menjelaskan pendapatnya.
__ADS_1
Mereka semua pun setuju dengan pendapat Dean. Dan sekarang mereka sudah memutuskan untuk mengambil satu kesimpulan bahwa kelompok Yalar ada yang mengendalikan di belakangnya dan orang yang mengendalikannya itu adalah orang dengan kemampuan yang kuat dan ahli.