Perjalanan Si Jenius Gagal

Perjalanan Si Jenius Gagal
5. Pertemuan pertama antara Redes dan orang tua Rouzen.


__ADS_3

5 anggota kelompok Yalar ketakutan saat melihat kehadiran kedua orang tua Rouzen itu. Mereka berlima ketakutan karena sudah pernah berhadapan dengan orang tua Rouzen sebelumnya. Dan mereka berlima juga tahu bahwa kekuatan orang tua Rouzen itu sangat kuat.


"Apakah kita perlu menyelesaikan masalah kita sebelumnya?." Jiose bertanya kepada kelompok Yalar.


Namun kelompok Yalar hanya diam dengan ekspresi ketakutan.


Melihat kelompok Yalar yang ketakutan kepadanya, Jiose pun akhirnya bertanya kepada Redes dan rekannya.


"Siapa kalian? dan kenapa kalian ada disini? bahkan kalian sampai bertarung dengan mereka?."


"Kami adalah Aryan dari desa Meiyan yang mendapatkan misi untuk melawan mereka yang hendak menyerang desa Dayan." Redes menjawab pertanyaan Jiose.


"Oh dari desa Meiyan, baiklah aku mengerti. Perkenalkan aku Jiose, dan ini adalah istriku Dessy." ucap Jiose sambil menunjuk Dessy.


Setelah itu, giliran Redes yang memperkenalkan diri.


"Oh begitu. Perkenalkan juga aku Redes, sedangkan mereka adalah rekanku yang ikut menjalankan misi bersamaku. Mereka adalah Dean, Wesley, Yuji, Marin dan Nilan." Redes sambil menunjuk rekannya satu persatu.


"Oh begitu, senang berkenalan dengan kalian. Dan sepertinya kalian sedang terluka ya?." ucap Jiose yang melihat keadaan Redes dan rekannya yang kelelahan dan banyak terkena serangan.


"Seperti yang kamu lihat." Redes menjawab dan membenarkan perkataan Jiose.


Kemudian Jiose pun memerintahkan Dessy untuk menolong Redes dan rekannya


"Dessy, tolong bantu mereka." Jiose berbicara kepada Dessy.


"Baik." Dessy menyetujui.


Dessy adalah seorang Aryan yang memiliki kemampuan bertarung dan juga penyembuhan, namun dia lebih cenderung sebagai ahli penyembuhan.


"Apakah diantara kalian ada yang memiliki kemampuan penyembuhan?." Dessy bertanya kepada kelompok Redes.


"Ak... Awas." Nilan yang belum sempat selesai berbicara bahwa dirinyalah yang memiliki kemampuan penyembuhan, karena memperingatkan Jiose dan Dessy yang hendak diserang oleh anggota kelompok Yalar.


"Tebasan kematian."


"Pemecah jantung."


Melihat Jiose dan Dessy sedang asik berbicara dengan kelompok Redes, orang dengan pedang hitam panjang dan orang dengan kekuatan racun dari kelompok Yalar ingin mengambil kesempatan untuk membunuh mereka berdua. Namun aksi mereka sia-sia, karena kemampuan Jiose dan Dessy berada jauh diatas mereka, apalagi sekarang mereka sudah tidak memiliki Tiser yang penuh dan fit.


Pada saat orang dengan pedang hitam panjang mengeluarkan jurusnya kepada Jiose, Jiose dengan mudah menghindarinya dan kemudian Jiose langsung menebas kepala orang itu hingga kepala orang itu terlepas dari tubuhnya.


Sedangkan Dessy, dia bersikap santai dan fokus menyembuhkan kelompok Redes.


"Jadi kamu ya, yang memiliki kemampuan penyembuhan?." Dessy berbicara dengan santai kepada Nilan.


Namun Nilan masih mengkhawatirkan serangan dari kelompok Yalar kepada Jiose dan Dessy.


"Iya betul, tapi itu..."


"Tenang saja. Kamu fokus bantu aku saja menyembuhkan rekanmu yang lain."


"Baiklah kalau begitu."


Pada saat orang dengan kekuatan racun menyerang Dessy, tubuh Dessy secara otomatis mengeluarkan bunga, seperti bunga yang gugur di musim semi. Dengan kemampuan Dessy itu, racun yang diberikan oleh orang dengan kekuatan racun dari kelompok Yalar menjadi tidak mempan kepada Dessy.


"eugh..."


Setelah serangan yang di arahkan kepada Dessy gagal, orang dengan kekuatan racun dari kelompok Yalar langsung ditebas kepalanya oleh Jiose, yang membuat dia menjadi tewas.

__ADS_1


"Nekad juga ya kalian?." ucap Jiose yang sudah menghabisi 2 anggota kelompok Yalar sambil menatap 3 anggota kelompok Yalar lainnya yang tersisa.


Namun 3 orang itu hanya diam dan ketakutan.


Melihat aksi Jiose dan Dessy, kelompok Redes sangat terkejut dan kagum. Dan pada saat ini juga, Redes dan rekannya sudah berhasil disembuhkan oleh Dessy dan Nilan.


"Hebat sekali." ucap Redes yang kagum dengan kemampuan Jiose dan Dessy..


"Biasa saja." Jiose mengabaikan pujian Redes. Kemudian Jiose melanjutkan perkataannya. "Tapi bagaimana dengan sisanya, apakah perlu aku habisi juga?."


"Oh tidak perlu, kamu sudah terlalu banyak membantuku. Jadi biarkan kami saja yang membereskan sisanya."


"Baiklah."


Kemudian Redes dan rekannya menyerang 3 orang itu dengan jurusnya masing-masing.


"Tebasan membelah bukit." Redes mengeluarkan jurusnya.


"Tusukan menembus bumi." Yuji mengeluarkan jurusnya.


"Hantaman kematian." Dean mengeluarkan jurusnya.


"Petir tanpa ampun." Wesley mengeluarkan jurusnya.


"Sayatan penderitaan." Marin mengeluarkan jurusnya.


"Penghancur tulang." Nilan mengeluarkan jurusnya.


Karena Redes dan rekannya mengeluarkan jurusnya masing-masing kepada 3 orang dari kelompok Yalar, ke 3 orang itupun akhirnya tewas.


Namun ada satu hal yang membuat Redes dan rekannya penasaran, dan itu adalah wajah dibalik topeng mereka (Kelompok Yalar).


"Aku sangat penasaran dengan wajah mereka." Redes menghampiri salah satu mayat dari kelompok Yalar.


"Hah? apa maksudmu?." Redes bingung.


"Jika kamu ingin membuka topengnya, itu percuma saja, karena pada saat kamu membukanya, orang itu pasti akan langsung menjadi abu."


"Apa kamu serius?." Redes terkejut.


"Coba saja."


Redes pun akhirnya mencoba membuka topeng dari salah satu mayat dari kelompok Yalar. Dan setelah membukanya Redes bahkan rekannya terkejut, karena apa yang dikatakan oleh Jiose ternyata benar.


"Wah! apa ini?." Redes terkejut saat melihat orang yang dilepas topengnya menjadi abu..


"Itu benar, orang itu langsung menjadi abu pada saat topengnya dilepas." Dean ikut terkejut juga.


Dan Rekan Redes yang lain pun ikut terkejut juga.


Setelah itu, Redes kembali bertanya kepada Jiose.


"Siapa kamu sebenarnya? dan dari mana asalmu? terus kenapa kamu bisa tahu tentang ini?."


"Kami hanyalah seorang pengembara yang saat ini melanjutkan hidup di desa Dayan. Dan untuk alasan aku mengetahui hal ini, itu karena aku sudah beberapa kali bertarung dengan kelompok Yalar." Jiose menjawab.


Mendengar bahwa Jiose dan Dessy dari desa Dayan, Redes menjadi terkejut.


"Apa! kamu dari desa Dayan?." ucap Redes yang terkejut.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?." ucap Jiose yang bingung.


“Jadi alasanmu membantu kami, apakah karena kami dari desa Meiyan?.” Redes bertanya tentang alasan Jiose dan Dessy membantunya. Karena Redes menduga bahwa Jiose membantu dirinya dan rekannya, itu karena mereka Aryan desa Meiyan yang hendak menyelamatkan desa Dayan dari serangan yang akan dilakukan oleh kelompok Yalar.


“Iya, tapi itu hanya sebagian kecilnya saja sih.”


“Apa maksudmu?.” Redes bingung dengan perkataan Jiose.


“Kamu tahu kan, jika kami menolong kalian tadi, kami masih tidak mengetahui kalian?.”


“Betul.”


“Sebenarnya, kami ini paling benci dengan orang yang sering melakukan penindasan, termasuk yang sering dilakukan oleh kelompok Yalar. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menolong kalian yang sedang berurusan dengan kelompok Yalar. Namun pada saat aku bertanya kepada kalian tentang asal kalian, terus kalian menjawab dari desa Meiyan dan hendak melindungi desa Dayan, aku menjadi lebih peduli lagi dengan kalian, sehingga aku pun memerintahkan Dessy untuk menyembuhkan kalian.” Jiose menjelaskan alasannya.


“Oh begitu. Jadi jika kami bukan dari desa Meiyan pun kamu pasti akan menolong kami?.”


“Sebenarnya itu sih tergantung dari situasi, karena kami tidak sembarangan menolong orang lain. Dan karena kalian berurusan dengan kelompok Yalar, dan kelompok Yalar itu adalah kelompok yang jahat, akhirnya aku memutuskan untuk menolong kalian.”


“Begitu ya.”


Kemudian Redes pun menceritakan pendapatnya.


"Aku hanya tidak menyangka saja bahwa di desa Dayan hidup seseorang yang sangat kuat. Karena yang aku tahu, desa Dayan itu mayoritasnya adalah orang biasa yang melanjutkan hidupnya dengan berniaga." ucap Redes.


Kemudian Jiose menjelaskan.


"Sebenarnya aku dan Dessy bukan asli dari Desa Dayan. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami hanyalah pengembara yang sekarang melanjutkan hidup di desa Dayan."


"Oh begitu ya, maaf jika pertanyaanku tadi kurang menyenangkan."


"Tidak masalah."


Setelah itu, mereka semua pun diam dan tidak ada topik obrolan lagi. Hingga akhirnya Jiose lah yang mulai berbicara.


"Yah, karena permasalahannya sudah selesai, kami izin pamit dulu ya." Jiose bersiap untuk pergi diikuti oleh Dessy.


"Iya, terimakasih sudah menyelamatkan kami, kami pasti akan membalasnya suatu saat nanti. Jadi jika kalian membutuhkan kami, kami akan berusaha untuk membantu kalian." Redes berterima kasih kepada Jiose dan Dessy.


"Baiklah."


Setelah itu, Jiose dan Dessy pergi meninggalkan kelompok Redes.


Ditempat Redes.


"Tingkatan apa sebenarnya mereka? mereka sungguh pasangan yang sangat kuat." Dean kagum dan penasaran dengan Jiose dan Dessy.


"Mungkin ada di tingkatan Merty." Wesley menjawab. Karena berdasarkan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki Jiose dan Dessy sangat kuat, sehingga Wesley pun beranggapan bahwa mereka berdua memiliki tingkatan Merty (tingkatan paling tinggi menurut akademi ke 6 desa Besar).


"Berarti mereka sudah memenuhi kriteria untuk mencalonkan diri sebagai Derent dong." Marin ikut berbicara.


"Betul, seharusnya mereka sudah bisa mencalonkan diri sebagai Derent. Namun pengembara seperti mereka biasanya tidak terlalu peduli sih dengan kekuasaan."


"Oh, begitu ya."


Kemudian giliran Nilan yang berpendapat.


"Tapi jujur saja, aku sangat kagum dengan kemampuan mereka, apalagi Dessy. Dessy memiliki kemampuan yang sama sepertiku, yaitu penyembuhan. Jadi jika aku bisa memilih takdirku, aku ingin menjadi murid dia, atau menjadi saudari seperguruannya." Nilan kagum kepada Dessy.


Setelah selesai berbincang-bincang, mereka pun akhirnya beristirahat.

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka bersiap untuk kembali ke desa Meiyan. Namun pada saat diperjalanan, mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Teman, ada apa ini?." Redes panik dan berlari menuju ke sebuah tempat, yang di sana terdapat sepasang kekasih yang sedang terluka parah. Dan pasangan itu adalah Jiose dan Dessy.


__ADS_2