
gadis itu mengabaikan vanie, adam pun berlaku sama menganggapnya kasat mata, adam hanya mengusap kepala vanie dan tersenyum pada istrinya
"mau makan lagi sayang?"
"aku sudah kenyang tapi kakak belum makan" ucap vanie sambil mencebik
"aku ingin makan masakanmu di rumah, aku tak bisa makan sejak siang semua keluar lagi" ucap adam. vanie terbahak bahak sambil mengusap rahang suaminya "aku akan memasak saat tiba" adam mengangguk senang
BRAKKKK
"Adam" pekik videll. adam menatapnya tajam
"aku hanya menganggap seseorang sebagai manusia kalau ia menjaga sikap dan sopan pada istriku, kalau tak sopan pada istriku aku anggap bukan manusia. kenapa aku harus meladeni yang bukan manusia" hina adam
"adam kau..." wajah gadis itu merah padam tapi ia segera mengendalikan diri sebelum adam meminta pengawal bayangannya melemparkannya ke jalan seperti sebelumnya
"maaf nona stevanie lincoln, adam adalah kekasih saya. kenapa anda bersamanya saat ini?" tanya videllia
"akhh nona .. ini di jaman apa? menurutmu kekasih dan istri.. adam akan melayani siapa?" tanya vanie santai
"kak minum ini please" vanie menyodorkan jus sunkis . "anakmu ingin dad nya minum" bisik vanie. adam segera memasang sedotan dan meminumnya
"kau pelakor nona stevanie" hina videll
"pelakor slalu terdepan nih, kamu kalah cepat ya?" canda vanie membuat videl merasa emosi dan dipermainkan
"seorang model papan atas menjadi pelakor akan merusak reputasi anda nona stevanie"
"nona videllia yang terhormat, jaga tutur bahasa anda kalau masih ingin berdiri di dunia hiburan dan dunia bisnis, semua kejadian hari ini kondisi di rekam, aku cukup mengadakan konferensi pers bersama mertua dan suamiku lalu menayangkan kelakuanmu hari ini. mudah mudahan reputasimu akan segera hancur karena mengakui suami orang yang sah dimata hukum, agama dan keluarga sebagai kekasihmu" ucap vanie tajam
"apa maumu hah?" bentak videll
"mauku? mauku cepat pulang meladeni suamiku di rumah" ucap vanie santai membuat wajah videll memerah menahan emosi
"anda tak usah sombong, sebelum menidurimu, adam lebih dulu meniduriku" ledek videll
"beberapa waktu lalu ada beberapa pelacur mengucapkan hal sama, bahkan memberitauku tarif mereka. ada juga yang barang gratisan atau murahan? anda masuk yang bertarif atau gratisan?" tanya vanie santai
"jaga mulut anda" bentak videll
"lhooo lhooo bukannya anda yang memberitau saya anda ditiduri. jadi saya tanya yang bertarif atau murahan dan gratisan. kenapa anda emosi?" tanya vanie bingung
videll mengangkat tangan mau menampar vanie tapi vanie menangkap tangannya dan mencengkramnya keras sampai videll meringis
"lepaskan" bentaknya .
"honey lepaskan dia" ucap adam pada vanie dan langsung mendorong videll dengan sangat kasar sampai videll terhempas di lantai
"adam kenapa kau kasar sekali" teriak videll mau memicu massa .
"astagaaaa memang pria selalu salah dan wanita selalu benar, jelas jelas kau berteriak lepaskan. aku hanya membantumu melepaskan diri masa salah?" ucap adam polos, vanie hampir terbahak bahak.
__ADS_1
"kenali lawanmu sebelum membuat masalah, suamiku tampan, mapan, dan memenuhi kriteria pria idaman wanita. aku sangat sadari itu. tapi kalau kau berniat membuat kami bertengkar sesudah ini. urungkan niatmu. aku tak sebodoh itu. kalau aku bertengkar maka suamiku akan stress lalu mencari hiburan diluar, lebih baik aku menghukumnya di rumah , kalau bisa sampai ia tak punya niat keluar kamar lagi" ucap vanie dingin
terdengar tepuk tangan pengunjung buat vanie, vanie membungkuk tanda hormat pada pengunjung .
"kita pulang ya, kasihan bayi kita kalau momnya kelelahan" ucap adam menarik pinggang istrinya dan membawakan tas istrinya menuju mobil. sisa videllia yang menahan malu berusaha bangkit berdiri dan bergegas meninggalkan resto
sampai mobil vanie langsung tidur dengan nyenyak karena kelelahan. perubahan hormon membuatnya mudah mengantuk
♡♡♡♡♡♡♡
"kau harus berangkat dan pulang denganku, aku tak mau kandunganmu bermasalah" tegas jova "kau tadi jalani tiga persidangan dan pingsan , untung kau tak terbentur kepala atau organ vital"
"mulai sekarang rajin minum susu , vitamin dan penguat kandungan, jangan membantahku"
xixi hanya menatap suaminya datar. ia sudah mengulangi kalimat itu lebih dari 10 kali hari ini.
sampai rumah jova segera mengambil pakaiannya dan pakaian istrinya lalu membersihkan diri dan menampung air hangat buat istrinya
"jangan lama berendam, tak baik buat bayi" perintahnya. xixi segera kekamar mandi membersihkan diri
lalu cepat masuk ke selimut "lihatlah kau belum minum susu dan pillsmu" omel jova sambil membawakan susu serta pills untuk istrinya dan segelas air putih. xixi langsung meminum semuanya dengan cepat lalu kembali menarik selimutnya
jova memeluk xixi dan mengusap perut rata istrinya "sayangnya daddy baik baik didalam jangan susahin momy ya" bisik jova sambil mengecup perut istrinya dan bicara panjang lebar pada bayinya. xixi sudah masuk kealam mimpi duluan
♡♡♡♡♡♡
"xixi malam ini ada acara pernikahan rekan sesama dokter. acara jam enam malam, bersiaplah. jangan pakai heels"
TOK TOK TOK
"xixi tuan muda taylor memaksa masuk" lapor dom tapi segera charles menerobos masuk ke ruangan xixi
xixi memijat pelipisnya karena kepalanya pusink efek stres melihat charles yang sering mengganggunya , clara yang melihat keributan bergegas melihat keadaan bossnya
"xi kau baik baik saja?" tanya hilda kesal pada sang tamu. ia mengambil poto charles dan mengirimkan poto itu kepada jova
"nona stress sampai pusink karena orang ini tuan muda" itu caption dari hilda lalu mengambil minyak untuk tengkuk xixi dan memijatnya perlahan karena xixi tampak menelungkupkan kepala ke meja kerjanya
"kumohon pergilah, nona kami sedang tak sehat Tuan Muda Taylor" pinta hilda
"xelyn kau baik baik saja?" tanya charles mendekati xixi tapi dom menahannya
"Tuan jaga jarak anda, Tuan Muda akan keberatan kalau anda menyentuh istrinya" tegas dom
"xelyn sakit, aku hanya mau memeriksa keadaannya, tak mungkin suaminya keberatan" ucap charles tetap berusaha mendekat tapi dom mendorongnya
"tentu saja aku keberatan" ucap jova dari arah pintu dan lari kearah istrinya
"kenapa nyonya muda?" tanyanya khawatir pada hilda. ia memeriksa denyut nadi istrinya .
"tadi baik baik saja, jadi begini sejak orang itu menerobos masuk" ucap hilda ketus menatap charles
__ADS_1
jova segera mengangkat tubuh istrinya ke ruangan pribadi , charles mencoba masuk ke ruangan tapi dom menahannya
"Tuan Muda, ini bukan area yang bisa anda masuki" ucap dom dengan tegas
setelah memastikan istrinya baik baik saja. dom segera mengeluarkan pill dari tas kerjanya dan sebotol air mineral. diberikan pada xixi lalu xixi memejamkan matanya dan tertidur
empat pria bertubuh tegap memasuki ruangan xixi , charles pucat seketika melihat siapa yang datang
"anak durhaka, apa yang kau lakukan hah?"
PLAKKK PLAKKK
dua tamparan mendarat di pipi charles dari ayahnya
BUGHHH BUGHHHH
dua bogem mentah mendarat di perut charles dari abang tirinya
"istriku sedang sakit didalam, harap jangan buat keributan" tegas jova
"duduklah, jangan sampai kalian mengganggu menantuku" perintah papa davis , semua duduk di sofa mewah ruangan itu tanpa suara
trap trap trap
Elaine berlari memasuki ruangan
"bagaimana xixi, jova, pah? tanya mamina elaine cemas
"bagaimana xixi nak?" sang ayah ikut bertanya tak kalah cemas
"jova sudah memberi obat pada xixi, sekarang sudah tidur di kamar pah, mam" lapor jova
"sebenarnya ada apa tadi? kenapa xixi bisa begitu, kamu apakan menantu mam nak?" tanya elaine
"jova baru tiba xixi sudah begitu mam"
"dom kamu ceritakan" perintah papa davis
"kami baru kembali makan siang dengan hilda. kami malah kembali sambil bercanda. nyonya muda lanjut memeriksa dokumen itu" tunjuk dom ke tumpukan map
"tiba tiba tuan muda taylor menerobos masuk, nyonya muda stress dan menjadi seperti saat tuan muda jova tiba tadi, saya sudah berusaha mencegahnya masuk tapi ia terus memaksa tuan besar" lapor dom
"kenapa kau jahat sekali pada menantuku hah?" ucap elaine marah pada charles
"mam jangan marah biar jova selesaikan masalah disini, mam bantu jaga xixi sebentar bisa? ia bersama hilda di kamar" pinta jova. elaine mengangguk
"kasihan menantuku yang malang, tidak dapat siksaan dari keluarga malah disiksa batin orang lain" ucap elaine sendu
"bawa mam masuk kamar menjaga xixi , jova" perintah papa davis tegas. akhirnya elaine menghampiri menantunya. hilda bergegas keluar dan mengambil beberapa makanan minuman masam kekamar
__ADS_1