
"Malam ini kita bbq party bro?" tanya adam saat para papa muda berkumpul
"Aku minta koki bersiap siap" jawab jova singkat dan mengirimkan pesan pada sang koki
"Resort ini sangat maju sekali , banyak perubahan dari pertama kali kita datang, penuh lautan manusia, kalau sayap ini tak di block mungkin sulit mencari anak anak keliling" ucap bertrand , jova mengangguk
"Twins corp sedang berencana membangun resort baru di montana beach, tanah dan lahan sudah di beli. tinggal design konstruksi bangunan"
"ikut bro" pinta mereka serempak
"ehmm proyek itu murni milik papa dan istriku. saldo sudah tersedia. tapi kalau kalian mau bergabung kalian bisa join di bagian restoran, aku akan membangun sebuah gedung enam lantai menghadap pantai , out door indoor lengkap swimming pool tiap lantainya. kalian bisa corporate denganku di restoran ini. kita buka resto asia, eropa, steak house, cafe, japanese resto, korea resto"
"Baiklah.. mari kita bahas perencanaannya" ucap lion
"buat proposal dulu ya bro, ajukan pada istriku nanti aku akan mempelajarinya" tegas jova. baginya mereka memang sahabat tapi urusan bisnis harus sesuai prosedur
"bisa aku merental gedung untuk balai kesehatan, klinik atau rumah sakit misalnya?" tanya bryan "kerjasama saja bro, karena itu sudah masuk dalam plann" bryan mengangguk
"bangunan di belakang resort ini juga akan di bangun rumah sakit , sedang di proses papa" ucap jova menutupi kalau semua milik istrinya
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas, anak anak sudah di bawa kekamar membersihkan diri oleh perawatnya dan bersiap makan siang. tampak papa davis dan mamina elaine menghampiri mereka
"Pa bagaimana honeymood nya? sukses?" tanya jova penuh arti
"Honeymoon bro.." ledek lion sambil tertawa
"Sukses semua, besok sediakan truck untuk mood baru" jawab papa davis . jova langsung memeluk ayahnya "Terima kasih pa" bisiknya , sang papa hanya mengangguk dan tersenyum bangga sudah mampu membereskan masalah anak anaknya
"Hubby makanlah dulu" ucap xixi, vanie, felicia, cia, yora pada para papa itu ,
yora tampak menggendong nana, felicia menggendong hermine. cia menggendong brenda . tiga anak itu segera meronta minta di gendong ayah mereka masing masing
elaine jongkok menyerahkan bungkusan bikini warna biru muda pada tiga gadis kecil itu, mereka menerima dengan gembira "thank you nonni" ucap mereka serempak langsung mencium elaine.
wajah xixi terlihat masam melihat bungkusan itu dan mendelik pada jova, jova mengedikkan bahunya tanda tak tau.
papa davis mengetahui menantunya kesal. "Tak apa .. mamina tadi ada rezeki nomplok, jadi ada sedikit rezeki membeli kemauan anak anak, ada untuk laki laki yang spiderman juga"
"ayo kita makan siang" ajak papa davis supaya tak terjadi perang dunia kedua antar anak dan menantunya
akhirnya semua segera ke petterson resto yang menghadap ke pantai menikmati makan siang mereka dengan gembira
__ADS_1
usai makan siang, elaine menjaga dua cucunya sementara jova, xixi, papa davis langsung ke ruangan ceo membahas hal serius
"Elaine, mereka kenapa mukanya serius? ada masalah?" tanya papa verrell, thomas dan bill juga menatap elaine menunggu jawaban
"Mereka bertiga kalau bahas pekerjaan memang sangat serius. mungkin bahas konstruksi bangunan rumah sakit di sayap kanan itu kalau tak salah" jawab elaine sambil tersenyum. semua bernafas lega
"Kalian kan tau tiga orang itu selalu seperti kulkas kalau sudah bekerja, yang satu itu juga seperti kulkas" tunjuk elaine pada reevin mengundang tawa semua orang "tetap paling lucu nana bagiku"
"Vin punya perusahaan game sendiri kan?" tanya verrell , elaine mengangguk "Daddynya membuat perusahaan untuknya, aku managernya hahaha"
"hebat sekali cucumu" puji tamara "cucuku juga" kata giovani tak mau kalah, mereka terbahak bahak
"Jujur saja sejak ada brenda, hidupku penuh warna, sisanya semua seperti kulkas, brandon bradd darren darrel bahkan tak ada suaranya" tamara curhat
"Sama saja. hermine pun begitu , tiap hari berjoget untuk memghiburku. cuma jangan sampai ada adam. dia memonopoli hermine. adam itu nakal sekali" omel jessica
"Kau kapan lion memberimu cucu perempuan?" tanya tamara pada giovani
"Lion tak akan menambah anak lagi, karena ia tak tega melihat lyora kesusahan apalagi sempat bleeding dulu" jawab giovani
"tak apa brenda dan nana kan cucumu juga" hibur elaine , gio hanya mengangguk
"kadang aku mau membelikan pakaian , mainan atau pita mereka. buat brenda tak apa. cia tak marah tapi kalau xixi pasti marah pada nana. akhirnya daripada pilih kasih aku memilih tak jadi membeli" gio mulai curhat
"kalau begitu kelak aku beli makanan dan buah saja buat mereka" ucap gio. elaine mengangguk
"bagaimana hermine?" tanya gio
"Tak jauh beda, aku hanya membeli puding, buah dan makanan kesukaan hermine karena takut vanie bertengkar dengan adam , tapi adam beda dengan jova yang cinta damai malas ribut dengan istrinya. adam sendiri sering nakal membuat ulah, ia tak tega pada putrinya dan membelikan kemauan hermine, akhirnya mereka akan bertengkar lagi. vannie akan ngambek minggat kekamar herald sampai thomas yang mendamaikan"
semua terbahak bahak mendengar cerita tentang cucu mereka dengan drama masing masing .
"kalau tidak begitu kalian tak akan punya bahan untuk diceritakan saat berkumpul begini kan" ledek thomas mereka kembali tertawa
♡♡♡♡♡
Ruangan Ceo
Twins Resort
"Bagaimana pa?" tanya jova. xixi hanya duduk dan bersiap mencatat ucapan mereka
__ADS_1
"Dunia begitu sempit, pak tua itu sebatang kara. putranya sudah lama berpulang dan cinta pertama putranya dulu adalah mamina kalian"
"putranya kena kanker hati stadium akhir, sebelum berpulang, ia menjual semua asetnya seumur hidup dan menyimpan uangnya dalam kartu ini, ia menitipkan pada ayahnya agar menyerahkan kartu ini pada anak elaine kelak. tadi sang kakek menyerahkan pada elaine untuk diserahkan padamu" papa davis menyerahkan sebuah black card pada jova "paswordnya ultah mamina"
"Lalu bagaimana nasib pak tua setelah ini?"
"Pak tua itu adalah pelukis terkenal nandito westin, ia menitipkan kartu ini buat kamu. ini jerih payahnya seumur hidup menjadi pelukis terkenal dunia" papa davis meletakkan black card kehadapan jova "paswordnya ultah putranya"
"Sejak putranya meninggal, pak tua bersembunyi di rumahnya itu. melukis sendirian sepanjang sisa hidupnya sebatang kara, ada ratusan lukisan luapan perasaannya di rumahnya itu. semua sudah dia tanda tangani dan wariskan padamu, ia memintamu menjualnya kepada pecinta lukisan, jangan membuat maha karyanya menjadi murahan. itu pesannya"
"mengenai hidup pak tua, kalian menyewakan ruko mini dua lantai di sayap utara resort ini, papa sudah menghubungi pihak pengurus dan menyewa dua ruko selama 10 tahun ruko itu. sekarang papa sedang merenovasi menjadi sanggar lukisan buat pak tua, dua hari lagi akan selesai. papa juga menempatkan seorang kepercayaan untuk mengelola dan menjadi kasir. papa membayar seorang maid mengurus kebutuhan pak tua jadi pak tua akan disana dalam tiga hari"
"Jangan tanya kenapa black card ini bisa papa bawa, dua jam kami melakukan drama penolakan, tapi pak tua menyerahkan surat wasiat putranya. akhirnya kami harus menerimanya juga dan mengembalikan pada yang berhak yaitu kamu"
jova dan xixi sangat terkejut mendengar ucapan sang papa
"xi transfer kembali uang yang sudah papa bayarkan buat pak tua" perintah jova. xixi segera mengambil ipadnya
"Tunggu.. " pinta papa davis "pak tua menyerahkan kartu ini pada papa untuk mengurus semuanya. dia minta papa pegang buat keperluan sanggar lukisan itu dan hidupnya selanjutnya. uangnya cukup banyak didalam"
"dalam tiga hari sanggar lukisan akan dibuka, pak tua akan pindah dengan ikhlas. kamu harus kesana, dia akan berfoto denganmu bersama lukisan warisannya yang ia minta di lelang agar nilai jualnya tinggi. setelah itu papa akan mengirim semua lukisannya ke mansion , kalian urus sisanya"
"Baiklah. bukan habis uang malah jadi pewaris mereka" ucap jova sambil tertawa "dunia memang sempit"
"ada yang bisa jova bantu buat sanggar pak tua pa?"
"tak ada.. mereka lembur, harusnya besok malam sudah selesai.lusa pagi papa akan mengurus pajangan lukisannya"
"terima kasih pa" ucap jova tulus , papa davis hanya mengangguk
"berapa tanggal lahir putra pak tua?" tanya xixi . jova akhirnya sadar "iya berapa?"
papa davis menyerahkan dokumen pak tua dan putranya pada jova
"masalah selesai ya, dalam tiga hari bangunan sudah bisa di robohkan setelah pak tua pindah . oh ya kamu tau saldo di dalam? coba tebak" jova hanya menggeleng.
"total dua kartu itu 50 milliar euro" mata jova hampir jatuh karena melotot kaget begitupun xixi
"kalau begitu rumah sakit yang akan kakak bangun di sini dan havana beach pakai nama westin hospital saja" saran xixi "benar" kaata papa davis.
"kita akan beritau pada pak tua lusa" ucap papa. "masalah ini rahasiakan dari semua orang agar tak muncul provokator" mereka mengangguk
__ADS_1
"Terima kasih banyak pa" ucap jova dan xixi . mereka saling berangkulan