Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 51 - liburan


__ADS_3

"Davis, istrimu sudah sembuh? kau apakan istrimu sampai percobaan bunuh diri?" tanya thomas mendengus karena elaine adalah sepupunya. kasus itu sudah viral di media massa


"Aku mencintai istriku, tak mungkin aku apa apakan, kalau bukan istriku, aku bukan apa apa hari ini"


papa davis menceritakan masalah yang terjadi dari awal sampai akhir, para sahabatnya mengangguk paham


"syukurlah sudah selesai masalahnya" ucap thomas


"jadi kalian akan pindah ke london?" tanya verrel. davis mengangguk


"itu yang terbaik daripada istriku terus terus bunuh diri nantinya, aku juga tak bisa pisah dengan nana, jova dan xixi sudah setuju"


"anak anak sudah dewasa, aku tak pusink lagi, yang penting mendidik cucuku dengan baik, nana yang manja masih butuh banyak arahan juga"


semua mengangguk setuju akan keputusan papa davis. "kapan kalian berangkat?" tanya bill


"bulan depan, xixi sedang mengurus isi mansion disana buat kami berempat agar kami tinggal menempati saja"


"kau harus adakan konferensi pers terkait bunuh diri elaine agar tak memicu kontroversi davis" thomas mengingatkan


"sabtu nanti ada konferensi pers sekalian launching game terbaru vin"


"Kau ini, masih sempat mencari peluang atas kasus ini" omel verrell. yang lain hanya tertawa


♡♡♡♡♡♡


sebulan kemudian


xixi dan jova mengantarkan keluarganya sampai ke london, jova juga menyediakan fasilitas terbaik buat ayah ibunya tapi tidak buat anaknya


"Nana harus patuh pada nonno nonni, hanya bisa kemana mana bersama nonno nonni ya" pesan jova. nana mengangguk


xixi memeluk putranya "mom menunggumu pulang, mom mencintaimu" vin mengangguk "setelah lulus, vin akan pulang menggantikan dad mom supaya dad mom bisa menikmati hidup" jawabnya. xixi mengangguk


♡♡♡♡♡♡


lima tahun kemudian


Davis membawa istri dan cucunya kembali ke roma, vin sudah menyelesaikan s3 nya dalam waktu lima tahun dengan predikat suma cum laude. dia sudah setinggi jova sekarang


xixi memeluk putranya dengan penuh kerinduan. nana sudah tidak manja, bakatnya terasah oleh nonno nonninya selama di london, ia sudah menyelesaikan s1 nya jurusan managemen bisnis dan IT. ia berencana melanjutkan s2 nya di roma saja karena kakaknya dan orangtuanya membutuhkannya


"mulai besok kamu ikut ke kantor, kamu akan menjabat wakil direktur nak" ucap xixi


"tidak, vin akan menjabat manager pemasaran dan operasional, nana menjabat manager keuangan" tegas vin dengan nada dingin. ayah ibunya menatapnya datar


papa davis menahan tawanya. "kenapa anak ini sekulkas daddynya" tanya xixi kesal. vin hanya menatapnya datar

__ADS_1


"baiklah , mom ikut kamu saja nak.. sekarang kita rayakan dulu kepulanganmu"


"jangan buang uang dan waktu, sudah jam empat, sebaiknya kita pulang lalu makan malam dirumah, vin masih banyak kerjaan mom"


elaine terbahak bahak mendengar ucapan cucunya. xixi melotot pada vin lalu menatap jova. jova hanya mengedikkan bahunya


usai makan malam vin membuka percakapan , ia nengeluarkan lima buah kartu hitam dari dalam dompetnya


"vin tau mom tak suka boros tapi mom suka uang. ini adalah hasil kerja vin seumur hidup. setelah vin bagikan vin harap tak ada drama penolakan yang membuang waktu, cukup simpan dan nikmati saja. vin akan cari uang yang banyak buat keluarga kita dan mengisi dikartu itu" vin membagikan lima kartu pada opa oma, orangtua dan adiknya.


xixi menteskan airmatanya, davis tersenyum bangga pada pewaris tunggalnya itu. jova merangkul putranya "kau terbaik nak" puji jova


♡♡♡♡♡♡♡


Setahun kemudian


Vin dan nana adalah pasangan bisnis pewaris musk yang handal, mereka merajai bisnis dunia


semua perusahaan orangtuanya di rebuild managemennya oleh dua anak genius itu. nama mereka meledak dimedia massa tapi tak ada yang pernah memunculkan wajah mereka . wajah mereka selalu di lindungi davis dan jova


vin menjabat wakil ceo, nana menjabat wakil direktur keuangan. mewakili ayah ibu mereka


pekerjaan jova dan xixi sekarang lebih santai, mereka hanya mengawasi dan memeriksa laporan anak mereka. mereka memiliki banyak waktu luang dan mereka manfaatkan menemani papa davis mamina elaine


*****


"Baik" jawab vin mengangguk "nana atur jadwalnya ya" nana mengangguk


"kita menginap di villa nonno, adakan beach party buat mamina" imbuh vin "kau pergilah membeli berlian buat mommy dan nonni. kau bisa cuti besok"


"kerjaanku masih banyak kak, lihat ini masih semeter" tunjuk nana pada map didepannya


"mamina dan nonni lebih penting, kau bisa menyelesaikan lusa.. pakai kartu ini" ia menyerahkan black card pada nana, nana mengangguk pasrah "katakan pada uncle juan, jadwalku minggu depan batal semua"


jova dan davis puas dengan sikap anaknya yang meski sangat sibuk mereka tetap mengutamakan orangtua, itu didikan papa davis dan mamina elaine


setelah menerima kartu dari kakaknya, nana kembali sibuk dengan kerjaannya, tingkahnya persis dengan ibunya selama ini


"Dad pulang dulu dengan nonno, kami mau kencan dengan istri kami" pamit jova sambil menggoda vin


"yaya pergilah bahagiakan nonni dan mom, dad" usir vin tanpa menoleh . dokumen didepannya masih tinggi


"vin kau akan di jodohkan dengan hermine, kalian akan menikah diusia 20 tahun" kata papa davis sebelum keluar


"ya nonno, pilihlah sesuai kemauan nonno, asal dia bisa bekerja seperti nana dan mommy sudah ok" jawab vin.


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Twins R resort


villa papa davis


Nana dan vin mengadakan meeting di resort office. jova dan xixi diam menyaksikan kehandalan vin dan nana


"aku tak mau ada kesalahan dalam acara besok" tutup vin tegas. semua hanya mampu mengangguk pada pimpinan baru mereka


"ayo kita makan malam" ajak vin sambil meraih pinggang ibunya dan elaine


"kenapa istri kita jadi punya dia?" tanya jova pada papanya . papanya hanya mengedikkan bahu mengikuti dari belakang


"kita makan malam di rose cafe ya kak?" tanya xixi "terserah mom" jawabnya


nana segera mengumumkan di group agar semua keluarga bersiap makan malam di Rose cafe


*****


"Putramu bahkan lebih kulkas dari daddynya" omel cia pada xixi. xixi mengedikkan bahunya


"heh tak cukup empat kulkas dirumahku, sampai sini juga banyak kulkas" omel vanie menunjuk vin


"diamlah, itu calon menantumu" kata xixi, vanie tertegun "kata siapa?"


"papa davis" jawab xixi. vannie berjalan menemui adam dan papa thomas yang sedang diskusi dengan jova dan davis


"hubby, si kulkas itu calon menantu kita?" tanya vanie sambil menunjuk vin, adam mengangguk.


"Kenapa menikahkan hermine dengan kulkas?" tanya vanie


"jadi? menikahkan dengan siapa? playboy? atau orang tak jelas?" tanya papa thomas.


"bukan begitu pah, tapi dia sangat dingin, lebih dingin dari daddynya" keluh vanie


"adam juga dingin, tapi jadi begini sekarang" kata thomas. akhirnya vanie kembali bergabung dengan xixi


♡♡♡♡♡♡


"kakakku sudah dijodohkan dengan hermine, jadi kita sudahi saja" ucap nana sambil menatap lautan


"yakin?" tanya herald dingin, ia putra sulung adam, nana mengangguk lalu berbalik mau kembali ke villa. herald menahannya


"Mudahnya kau meninggalkan aku, aku sudah katakan aku akan menikahimu setelah aku mendirikan rumah sakitku sendiri"


nana menepisnya, ia langsung kembali ke villa dengan tegar. herald menatap punggung mungil itu dengan sedih


ada seseorang melihat kejadian itu , ia cukup terkejut dan mengetahui kepedihan hati dua anak manusia itu

__ADS_1



__ADS_2