
"Badanku serasa remuk huh" omel xixi saat pagi hari "aku malah segar" bisik jova sambil memeluk tubuh mungil itu
"mandilah, anak anak menunggu sarapan" ucap xixi. jova langsung menuju ke kamar mandi
di musk cafe mereka menikmati sarapan dengan suasana baru, para pemuda bisa melihat binar bahagia dimata jova
"Woi imbalan" teriak bertrand kocak "imbalan apa?" tanya jova
"cariin istri yang baik, yang tak suka foya foya, yang pekerja keras, yang ****, yang cantik, yang tak hedon. kalau hedon aku buang ke laut" ucap bertrand, masih bisa didengar cia . wajahnya memucat
"Syaratmu banyak sekali" omel jova
"itu kriteria dasar saja, kalau kriteria dasar tak terpenuhi minggir" kata bertrand sambil tertawa "aku mau cari istri, bukan cari pelacur yang senang menghabiskan uang demi kesenangan semata tanpa memikirkan masa depan"
"Papa akan menjodohkanmu sesuai kemauanmu, jangan cari lagi" ucap bill, bertrand memberi jempol
mereka mengobrol panjang lebar diselingi tawa dan canda. masalah jova dan adam sudah selesai, tinggal masalah bryan saja. semua sahabat mendukungnya agar kembali bahagia dengan istrinya
♡♡♡♡♡
"Kak aku mau bicara sedikit" ucap xixi saat mereka berjalan di pantai "kuharap kakak tidak marah" jova mengangguk "katakan"
"menurut kakak, kesempatan kedua itu seperti apa?"
"kesempatan kedua adalah kesempatan yang diberikan pada orang yang berniat bertobat dan menyesali perbuatannya"
"apa tiap orang yang menyesal dan mau bertobat layak di beri kesempatan kedua?" tanya xixi, jova mengangguk
"kak.. aku mau bicara tapi kakak jangan marah ya" jova mengangguk
"Aku memberi kesempatan kedua pada charles, aku memberinya perusahaan di indonesia agar ia bisa bangkit kembali, ku beri jabatan wadir padanya, aku berencana akan menyerahkan padanya saat laba sudah menutupi modal awal"
jova mengeratkan rahangnya dan wajahnya seketika memerah
"Kau masih berhubungan dengannya?" tanya jova "tidak kak, aku hanya berteman dengannya, memberinya kesempatan kedua untuk bangkit dan memantaskan diri pada keluarganya"
"memantaskan diri bersamamu?" tanya jova. lalu bergegas pergi meninggalkan xixi "kak.. kak.." xixi mengejarnya dan kakinya tersandung lalu terjatuh "aduhhh"
jova berbalik dan mengangkat tubuh xixi, membawanya ke kursi di pantai, memeriksa kakinya yang membiru .
__ADS_1
"tahan sedikit, ini akan sakit" ucap jova , ia menggeretakkan kaki xixi. terdengar pekikan xixi sampai airmatanya keluar
"sebentar lagi akan reda sakitnya, aku akan membawamu ke kamar" ucap jova dingin
"tidak kak, aku mau disini dulu. kakak kalau mau pergi. pergilah tak apa. aku tak apa ditinggalkan" ucap xixi lirih. ia berjalan tertatih tatih menuju ke arah twins
xixi memangku dua anaknya dan menciumi mereka bertubi tubi, vin mengusap airmata xixi dan menciumi xixi
"kaki mom sakit, tadi tersandung" ucapnya pada anaknya. mereka segera menciumi xixi kembali
jova melihat pemandangan itu dari kejauhan , ia mau menenangkan dirinya sesaat setelah mendengar istrinya masih berhubungan dengan mantan kekasihnya
***
xixi membawa twins tidur bersamanya dikamar, ia tidur dengan vin di ranjang king size, dan nana diletakkannya di ranjang jova yang masih belum kelihatan sejak siang tadi
jam sebelas malam jova kembali kekamar, ia melihat tiga orang kesayangannya sedang tidur dengan pulas, ia menatap istrinya cukup lama. akhirnya ia membersihkan diri dan berbaring bersama putrinya
sampai fajar menyongsong, jova bangun, ia tak menemukan siapapun di kamarnya. ia langsung mandi dan menyusul ke area sarapan pagi. ia melihat istrinya duduk bersama twins, ia bergabung dimeja itu.
xixi hanya diam dan tak berbicara apa apa pada jova, mereka menyelesaikan sarapan dengan tenang . tak lama istrinya keluar ruangan dan menghilang sampai makan siang tiba baru ia menemukan istrinya di restoran tepi pantai
"poridge" jawab twins. jova mengangguk
setelah makanan pesanan mereka tiba, semua keluarga besar makan dengan hikmat. usai makan xixi kembali berlalu. jova mengikutinya dari belakang, ternyata xixi menuju ruangan CEO.
jam enam sore xixi kembali kekamar membersihkan diri, saat selesai mandi ia melihat jova masuk kekamar suaminya malah sudah segar mungkin sudah duluan mandi. ia hanya menunduk dan melewati suaminya dan bersiap siap turun untuk makan malam.
jova menarik lengannya "kau menghindariku?" tanyanya sambil menatap tajam pada istrinya
"tak ada , aku bekerja" jawab xixi sambil menepis tangan jova dan beranjak ke pintu, jova langsung menariknya kedalam pelukan
"kenapa menghindar?" tanya jova "kau sendiri memilih pergi" jawab xixi , jova mengernyit
"kapan aku memilih pergi?" xixi mendorongnya dan mau keluar
"jawab dulu" tahan jova "tak ada yang perlu di jawab, keadaan kita tak memungkinkan bersama seperti semula, kita harus sadari... mphhhh"
jova sudah membungkam bibir mungil yang suka mengucapkan pisah itu dan menggigit kecil disana agar membuka akses bagi lidahnya mengexplore isi mulutnya
__ADS_1
"aku cemburu, aku hanya menenangkan diri supaya tak mengucapkan kata yang melukaimu" bisiknya saat melepaskan bibirnya dan kembali mel -umat bibir itu dengan panas dan menuntut, tangannya bahkan sudah kemana mana
"sudah.. aku lapar, anak anak mau makan" ucap xixi dengan wajah merona
"sudah lama menikah, sudah punya anak, masih begitu malu di cium" goda jova, xixi hanya mencebik .
"ayo kita makan" jova menariknya keluar kamar "kau membuat aku cemburu, malam ini kau harus memadamkannya sampai tak bersisa" ucap jova, xixi mencebik sampai suaminya terbahak bahak
♡♡♡♡♡♡
dikamar bryan
"Kau menghindariku kak?" tanya cia yang sudah tiga hari di abaikan bryan
"tak ada, itu hanya perasaanmu saja"
"kita harus bicara" ucap cia , bryan mengangguk
"sebenarnya kaka kenapa?" tanya cia
"cia.. aku sudah berpikir dengan baik mengenai ucapanmu kemarin.. sepertinya aku memang bukan suami yang baik.. selama ini kita tak pernah satu misi dan satu visi.."
"bagiku hidup hemat demi masa depan anak istriku adalah prioritasku, aku tak pernah foya foya dan menjalani hidup hedon karena aku takut kelak anak istriku kesusahan. jadi aku menjalani hidup sederhana semampuku, kalaupun aku memiliki uang , aku akan membeli property, dan mengisi tabungan buat keluarga kecilku"
"kegagalan terbesarku adalah aku tak mampu membahagiakanmu, aku mencoba mengarahkanmu menjadi satu visi denganku. mengarahkan uangmu dan mengalokasikan uangmu membeli penthouse. supaya kelak kau bisa bangga memamerkan hasil kerjamu pada dunia. memamerkan hartamu pada teman sosialitamu, keluargamu, rekanmu.. tapi aku salah.. kau tak bahagia"
"Bagimu tas, baju, sepatu yang sebentar saja rusak lebih penting , bahkan sampai tabunganmu tak bersisa.. kau tak sadar temanmu akan meninggalkanmu saat kau hancur"
"karena perbedaan ini.. aku menemukan solusi.. untuk sementara waktu sebaiknya kita hidup masing masing dulu.. sama sama berpikir apa yang kita mau. kau bisa berhenti dari rs gates, menjalankan hidupmu sesuai apa yang kau suka.. aku dan brandon akan menunggumu kembali.. jika sudah final.. kau nyaman di luaran.. maka kau bisa meninggalkan aku sepenuhnya. kita bercerai"
"untuk brandon biar dia di rawat papa mamina, kapan kau mau menjemputnya. kau bisa menjemputnya"
cia langsung pias, ada nyeri dan penyesalan di hatinya . tapi gengsinya sangat besar untuk meminta maaf atau berkata kata akhirnya ia memilih diam dan mengangguk
"Baiklah.." ucapnya "besok aku kembali ke apartemenku" bryan mengangguk "jaga kesehatan dan jaga diri baik baik. aku mencintaimu" bryan mengusap kepala cia dan mengecup keningnya sesaat
mereka membereskan koper koper dan barang bawaan mereka karena besok akan pulang ke rumah mereka, liburan segera berakhir
__ADS_1