Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 38 - cuci otak cia


__ADS_3

dua hari kemudian


Papa davis, mamina elaine, jova, xixi berangkat menemui pak tua westin melihat sanggar lukisan baru milik pak tua, bagian dalam di sekat oleh papa davis sebagai kamar dan kantor pak tua


pak tua nenyerahkan lukisan demi lukisan pada jova dan berfoto bersama tiap lukisan disana untuk menaikkan nilai jual lukisan nantinya


"nonno, apakah nonno akan terbiasa tinggal disini?" tanya jova. pak tua meneteskan airmata di panggil nonno oleh jova


"ya sayang, tempat ini sangat nyaman, sesuai selera nonno. pemandangan disini juga indah, nonno tak menyangka di akhir hidup nonno akan berbahagia disini" ia memeluk jova . jova pun begitu


"kemarin nonno memberi jova uang, jova mau pakai membangun westin internastional hospital di sayap belakang itu dengan uang nonno boleh?"


"duduklah, nonno mau bicara dengan kalian berempat" pak tua mengajak mereka ke ruang kerjanya


"besok nonno mengundang pihak bank, notaris dan pengacara untuk datang kesini. memindahkan semua uang ke rekening jova, menghindarkan masalah masalah di kemudian hari, lalu ada mansion nonno di itally di komplex Musk Luxury. akan nonno alihkan menjadi nama jova juga besok pagi. saat ini mansion itu di bersihkan maid, gaji mereka sudah di bayar untuk lima tahunnya. kalian bisa menjualnya kalau tak menggunakannya lagi mengurangi beban hidup karena memang nonno sisakan untuk jova"


"ini adalah dokumen resmi nonno memikih jova sebagai pewaris nonno agar kelak instansi terkait tidak menghalangi semua prosedur pada jova" pak tua menyerahkan sebuah map surat pernyataan resmi pewaris tunggal


"untuk uang yang nonno dan anak nonno berikan, terserah mau di pakai apa, terima kasih mau membuat rumah sakit dengan nama westin. bawalah lukisan nonno ke balai lelang, bisa terjual minimal 50 Milliar dollar nanti bisa dipakai membeli peralatan medis yang nonno tau sangat mahal untuk rs westin"


"dipapamu masih ada black card nonno, kalau nonno meninggal dunia, serahkan black card pada jova dan pergunakan isinya mengembangkan rumah sakitmu nak"


"Terima kasih nonno" ucap jova sambil memeluk pak tua itu


"jova ada permohonan, kami ada disini tiga hari lagi, maukah nonno menemani kami selama tiga hari bermain, makan, ngobrol bersama sebelum kami pulang?" tanya jova


"tentu saja, besok pagi jemput nonno, kita akan bermain sepanjang hari" ucap pak tua "kedepannya nonno mau makan apa, butuh apa , sampaikan pada sam. petugas akan menngantar untuk nonno" pak tua mengangguk bahagia


"apa nonno bersedia pulang ke kota bersama kami?" tanya xixi penuh harapan


"nonno sudah suka disini, bersatu dengan alam, kami seniman paling menyukai alam bebas" tolaknya halus


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Esok paginya jam sembilan


pihak bank, pengacara, notaris hadir di kantor pak tua yang sempit


pihak bank langsung memindahkan saldo dari nandito westin ke rekening jova sepenuhnya. termasuk kartu yang dipegang oleh papa davis


notaris dan pengacara juga memindahkan nama mansion nandito menjadi nama jova sekalian membuat surat pernyataan resmi bahwa jova adalah pewaris tunggal yang ia tunjuk, tak ada instansi manapun bisa menghalangi prosedur terkait ahli waris .


asuransi jiwa dan asuransi kesehatan pak tua juga jova yang di tunjuk sebagai ahli waris , penerima hak waris bila terjadi hal buruk pada pak tua dan tak ada yang bisa menghalanginya


sampai jam tiga sore semua dokumen telah selesai di proses oleh pihak terkait. sekarang semua sudah menjadi nama jova


usai transaksi, jova mengajak nandito berkumpul dengan keluarganya liburan bersama, nandito sangat menyukai nana, ia terus menggendong nana sepanjang hari , membelikan barang yang di sukai oleh nana


hati ke tujuh hari terakhir liburan, usai makan malam saat jova mau mengantar pak tua kembali ke sanggar lukisannya, pak tua mengalungkan sebuah kalung di leher jova, juga sebuah kalung di leher nana . dan memberi sekotak perhiasan pada xixi. ia menciumi kening nana beberapa kali seakan akan mau pergi selamanya . jova dan xixi mengantarnya kembali ke sanggar.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


ponsel papa davis berbunyi. sam mengabarkan pak tua sudah berpulang ke rumah Tuhan


empat orang itu langsung berlari ke mobil menuju sanggar lukisan. jova nenangis sangat sedih sekali. meski baru kenal tapi kenangan pak tua memperlakukan dia seperti cucu sendiri dengan hangat menjadi kenangan di hati jova


mereka menunda kepulangan mereka dua hari dan mengurus pemakaman pak tua sampai acara pemakaman selesai. awalnya jova meminta yang lain pulang duluan tapi mereka menolak dan menemani sampai detik terakhir


dan sekarang semua sudah selesai, besok siang mereka akan kembali ke rumah masing masing


♡♡♡♡♡♡♡


"Kudengar suamimu mendapat banyak warisan dari tuan westin ya xi?" tanya cia saat malam mereka berkumpul


"memang suamiku mendapat warisan, banyak tidaknya aku tak tau, karena aku tak mencampuri hal tersebut kak" jawab xixi


"masa kau tak tau, kalau banyak.. aku mau bangun rumah sakit sendiri, kau investasilah padaku" pinta cia

__ADS_1


"Pewarisnya bukan aku, tapi kak jova. mengenai investasi, harus ajukan proposal pada twins corp, nanti akan di putuskan kak jova kak"


"kau ini kenapa semuanya harus melalui suamimu sih?" bentak cia "dulu kau tak seperti ini"


"pertama aku tak punya uang, kedua yang kamu ajak investasi adalah kak jova, ketiga aku hanya bisa saran pada suamiku tapi keputusan akan kembali padanya karena aku tak berhak"


"bukannya kau mendapat perhiasan dan berlian dari tuan westin? kan bisa dijual dan membantuku"


"sampai detik ini aku tak dapat apapun dari pak tua, perhiasan kemarin buat nana dan sudah disimpan kak jova"


"kalau masalah uang, susah ya minta bantu sama saudara meskipun kandung" sindir cia


"cia .. duduklah.. aku mau bicara" ucap lyora yang biasanya diam tak mau ikut campur


"Aku tidak berpihak pada siapapun, saat ini yang menerima warisan adalah kak jova, xixi tak menerima apapun dari tuan westin. bagaimana bisa kamu meminta bagian dari xixi? apa yang mampu xixi berikan kalau dia tak mendapat apapun"


"Lalu.. masing masing dari kita memiliki suami, ada kak adam, kak lion, kak jova, kak bryan, kak bertrand. mereka semua sedang berjuang dan berusaha mencari uang demi kita dan anak mereka. kalau ada saling kurang atau lebih itu namanya nasib. nasib bisa berubah ubah tiap waktu yang penting kita kerja keras"


"Saat ini kamu sudah punya klinik yang dilengjapi fasilitas oleh kak bryan, tinggal fokus menjalani dan mengembangkan saja. untuk rumah sakit, suamimu sudah punya rumah sakit, kalian tinggal bekerja sama berjuang mengembangkannya"


"untuk apa lagi memaksakan kehendak yang tidak wewenang kita? rukolah, perhiasanlah. itu semua hak penuh kak jova mau di apakan mau dikemanakan. kondisi saat ini mereka pun sedang berduka. dan masih harus menjalankan tanggung jawab mereka yaitu bekerja keras"


"mulai sekarang berhentilah mencampuri hal hal yang diluar wewenang kita, jalani pekerjaanmu, urus anak anakmu dengan baik. tingkatkan karirmu, percayalah suatu hari kamu akan mendapat yang terbaik atas pencapaianmu"


"suamiku tak sekaya kak adam atau kak jova, kak bryan, kak bertrand. perusahaanku tak sebesar xixi atau vanie, tapi aku bahagia. memiliki suami dan anak yang baik. memiliki mertua yang mengasihiku dan memperlakukanku sebagai anak kandung sendiri. suamiku bertanggung jawab memberiku bulanan , mungkin tak banyak tapi kalau aku berhemat akan mencukupi kebutuhanku. kalau penghasilanku bisa kutabung buat anakku kelak"


"lupakan semua harta milik suami siapa, fokus hidup kita sendiri saja ya. berhentilah membahas ruko. kalau kau berkenan maka sewalah. kalau tak berkenan maka cari lokasi lain. untuk rumah sakitmu, berjuanglah diklinikmu, cari uang yang banyak, saat cukup kau bisa membangun rumah sakitmu sendiri"


"kita bersahabat sejak kecil, jangan karna hal kecil menimbulkan masalah yang tak perlu ada dan akhirnya jadi perselisihan keluarga"


"akupun sama, mungkin suamiku tak sekaya suami kalian, tapi dia menyayangiku dan anak anak, tiap bulan memberiku uang, mungkin tak banyak tapi aku berhemat agar cukup buat kebutuhan kami, kuusahakan menabung buat masa depan anak kami. aku tak mau membebani suamiku kalau memang aku tau ia belum mampu" imbuh felicia


__ADS_1


__ADS_2