
Vanie yang menerima nasehat empat orangtuanya akhirnya bersedia pulang bersama adam meskipun hatinya sangat ingin berpisah, tapi ia kasihan pada triplet
sehingga memilih hidup dalam neraka adam yang membuatnya sudah tak nyaman lagi
"sayang.. mau kemana?" tanya adam melihat vanie keluar kamar menbawa bantal guling. vanie hanya melewatinya lalu masuk ke kamar baby hermine. adam menghela nafas berat
♡♡♡♡♡♡
tujuh bulan kemudian
hubungan adam dan vanie tak ada perubahan sama sekali, vanie masih terus menghindari adam setiap hari meskipun ia menjalani kewajibannya sebagai istri
Vanie membuat janji jadwal operasi caesar dengan dokter kandungan yang menanganinya. ia berangkat sendirian ke rumah sakit untuk pemeriksaan terakhir atas kandungannya . ia menyelesaikan sendiri administrasi prosedur melahirkannya
tapi sangkutan terakhir adalah, harus ada suami yang menandatangani persetujuan operasi caesar dan tubektomi. vanie meminta pihak rs menghubungi adam dan tak lama adam pun datang.
"Tuan tolong tanda tangan disini" pinta perawat. adam tak mau menandatangani apa yang tidak ia ketahui . ia bertanya jelas apa apa tindakan yang akan dilakukan lalu masuk ke IGD menemui sang istri
"kenapa tak memberitau hari ini putraku akan lahir? mengapa memperlakukan aku seolah orang bodoh? kenapa meminta oranglain menghubungi aku? kalau tak butuh tanda tanganku apakah kamu juga tak akan memberitau padaku , anakku akan lahir sebentar lagi?"
"aku tau aku salah? aku sepanjang waktu berusaha menebus kesalahanku, apakah hatimu tak melihatnya? jangan terlalu kejam padaku dan anakku vanie" ucap adam dengan penuh luka dimatanya
"setelah anak kita lahir, kita bisa berpisah" jawab vanie malas
"tak ada perceraian vanie, aku tak apa kau lukai, asal anakku bahagia"
"jangan berlaku seolah pahlawan bagi anak anak saat kau sendiri yang hampir membuat anakku gugur"
"Baiklah.. maafkan aku. aku mencintaimu. biarkan anak kita menghirup udara segar kedunia fana ini" ucap adam penuh luka. ia memilih mengalah
*****
"Agape synchoro petterson" nama baby boy yang diberikan adam . ia mendoakan dan menjaga istrinya dengan teliti
__ADS_1
ia mengabarkan pada orangtua mereka bahwa cucu mereka sudah hadir kedunia
para orangtua bisa melihat perjuangan adam demi mendapatkan maaf dari istrinya dan luka hati yang ia alami sampai hari ini . mereka tak bisa berbuat apa apa hanya bisa menguatkan adam
♡♡♡♡♡♡
Tiga Tahun berlalu
Triplet sudah sekolah TK
Baby agape sudah berusia 3 tahun dan masuk baby class
Adam sudah sebulan pulang tengah malam, pergi pagi pagi sebelum semua orang bangun. tubuhnya juga semakin kurus wajahnya pun pucat
sampai akhirnya adam menemui vanie
"Sayang.. ada yang ingin aku bicarakan padamu, ikutlah denganku" pinta adam. vanie mengikutinya ke ruang kerja
adam membuka brankas dan mengeluarkan isinya di meja "ini adalah aset dan property yang aku miliki, notaris akan mengubah ke namamu semuanya. lalu ini adalah rekening tabunganku seumur hidup dan surat berharga deposito, besok pihak bank akan membalikkan ke namamu"
kodenya adalah tanggal pernikahan kita posisi terbalik. adam menyimpan semua kembali ke brankas dan menguncinya
"Aku akan ke german selama setahun, perusahaan cabang disana ada masalah, kamu jagalah anak anak dengan baik. kalau ada masalah bisa hubungi jova, aku sudah menitip pesan padanya"
vanie merasa perasaannya sangat tak enak, suaminya seperti akan meninggalkannya selamanya
"Kau akan meninggalkan kami?" tanya vanie
"Tidak, hanya sementara saja. sampai perusahaan membaik aku akan segera kembali sayang" ucap adam sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya
"Sekarang pergilah istirahat sayang, besok anak anak harus sekolah" ucap adam. vanie bergegas bangkit. ia melihat keringat di pelipis suaminya .
akhirnya vanie turun membuat teh hangat dan kembali ke ruang kerja itu . hal yang tak biasa dia lakukan
__ADS_1
matanya melotot melihat adam merintih kesakitan di lantai. ia berteriak pada maid memanggil petugas keamanan dan supir memasukkan adam ke mobil
"sayang bertahanlah. kau tak boleh kenapa kenapa" teriak vanie sambil menangis. ia menelpon bryan dan jova.
"Bawa ke gates hospital sekarang, aku menunggu di IGD" ucap bryan cepat
sampai di rumah sakit, dokter segera menangani adam "perlu di lakukan tindakan sekarang bryan" ucap jova sang dokter bedah
bryan mengangguk "lakukan yang terbaik bro"
"tanda tangani ini" perintah bryan pada vanie, tanpa basa basi lagi vanie langsung menandatangani berkasnya
"sebenarnya ada apa kak?" tanya vanie
"suamimu kena kanker akhir stadium akhir, awalnya kami minta ia melakukan tindakan ia tak mau. dua hari lalu ia meringis kesakitan dan pingsan . kami minta lakukan tindakan ia menolak malah kabur pulang ke rumah"
vanie langsung terhuyung seketika, bryan dengan sigap menangkapnya "kau bisa bebas dari suamimu setelah ini tak perlu marah marah lagi bertahun tahun" ucap bryan
"ngga kak, aku mencintai adam, kalian harus menolongnya, vanie ga mau sendiri . vanie ga mau kak" teriak vanie kesetanan
"adam ada pun kamu hanya membencinya, lebih baik dia tak ada vanie, jalani hidup kamu dan anak anak"
"no kak.. vanie mau adam kak"
brankar di dorong ke OK, jova dan beberapa petugas medis berlari menggiring brankar
"kak jova kau harus menolong suamiku kak, ia harus selamat"
"kak adam aku mencintaimu, maafkan aku sudah berkeras hati mengabaikanmu, kau harus menjagaku dan anak anak. aku tak mampu tanpamu" vanie meraung
adam tersenyum pucat, dan mengecup kening istrinya
adam sudah di dorong ke dalam ruangan OK , jova dan bryan yang menanganinya langsung
__ADS_1