Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 29 - pulang ke mansion


__ADS_3

Paginya Badan Gracia serasa remuk, ia berusaha bangun mengangkat tubuhnya pun kesusahan karena perutnya sangat besar.


Bryan dengan sigap menggendong istrinya dan meletakkannya di bathup berisi air hangat lalu ia sendiri mandi dengan standing shower


selesai mandi mereka turun ke bawah. bryan mengingatkan cia berhati hati karena takut terpeleset


"Kita hari ini pulang ke mansion, aku tak mau tau alasannya. tak ada yang menjagamu disini , bagaimana kalau tergelincir atau jatuh. aku tak terima penolakan, jangan bermain main dengan nyawa anak anakku" tegas bryan dengan wajah sangar. cia hanya diam karena kaget. ia tak pernah melihat wajah suaminya segalak itu


"turuti suamimu nak, kembalilah ke mansion kalian, brandon dan bryan sudah pindah ke mansion kalian yang dibeli bryan untukmu" nasehat mama tamara memegang dadanya.


cia takut keadaan tamara tak kondusive, ia segera mengangguk "cia ambil barang cia dulu"


"Tak perlu, barangmu sudah lengkap dimansion"


"tak muat, perutku sudah besar kak"


"beli saja , daripada kamu jatuh manjat sana sini" tolak bryan "ambilkan dulu atau gak jadi" pinta cia. akhirnya bryan naik ke atas memindahkan beberapa baju cia ke koper dan membawa turun ke lantai bawah


"ayo jalan" ajak bryan, membuka pintu, beberapa pengawal masuk menbawa barang barang milik cia


♡♡♡♡♡♡


Mansion Brandon


Cia masuk ke mansion baru suaminya itu , brandon langsung membawanya kekamar mereka di lantai dua melalui lift


"ini kamar kita, itu walk in closetmu" bryan menarik cia menuju walk in closetnya. semua perhiasan dan barang brandednya terpajang rapi disana. cia tertegun


"Aku akan tinggal disini, tapi aku mau tidur dengan brandon dikamar lain.. kau tak mau.. mphhhttt"


lagi lagi bryan membungkam mulut cia dengan rakus dan tak membiarkannya bicara sembarangan . bryan tak akan mengalah lagi seperti selama ini


ia menghukum istrinya dengan olahraga panas selama hampir dua jam dikamar baru mereka sampai akhirnya cia kelelahan terkapar memejamkan mata mengendalikan nafasnya


bryan mengisi air di jacuzi dan menetes aroma therapy kedalamnya lalu menggendong cia masuk berendam didalamnya . cia seketika merasa relax karena pijatan air hangat


usai mandi, bryan memberikan ipad dalam kondisi terbuka , cia menatapnya


"belilah apa yang kau mau, aku sudah janji akan menurutimu" ucap bryan , cia tersenyum dan menggeleng


"bajuku sudah cukup sampai bulan depan, bulan depan baru beli beberapa lagi sampai melahirkan sudah tak di gunakan lagi, tak usah beli dulu" ucap cia "sayang uangnya"

__ADS_1


bryan menatap istrinya tak percaya seolah bukan istrinya, ia memegang kening istrinya "kau baik baik saja?" tanya bryan cia langsung memukulinya. bryan terbahak bahak


"undang temanmu kesini, biar bisa melihat mansionmu" saran bryan, cia menggeleng "mereka bukan teman, tak pantas menikmati mansion ini"


bryan senang istrinya sudah sadar "besok pagi semua uang yang kamu bayar untuk penthouse akan aku kembalikan, penthouse itu milikku, aku sengaja mengalokasi dana supaya uangmu terarah dan tak terbuang dengan teman sosialitamu" cia tersenyum


"Terima kasih sudah menyadarkan aku kak" ucapnya tulus


"jaga anakku baik baik, aku akan mendirikan klinik lengkap untukmu, kau bisa menjalankannya setelah melahirkan" cia mengangguk


"untuk teman sosialitamu, kita undang mereka saat pembukaan klinik baru dan open house penthousemu"


"buat apa mengundang mereka, buang makanan saja" omel cia ketus


"harga diri wajib dikembalikan" tegas bryan. "aku ikut kakak saja"


"Aku mau kunjungi anakku lagi, kau ikut kemauanku kan?" tanya bryan. cia langsung memukulinya


"dulu kakak tak begini, kenapa sekarang sangat mesum hah?" tanya cia heran "dulu jaim sekarang nggak lagi" jawab bryan terbahak bahak lalu menyerang istrinya


cia belajar banyak atas kejadian ini, semua teman hanya palsu, bila ada masalah suamilah yang bisa diandalkan. dia bersyukur memiliki suami seperti bryan yang mengutamakan masa depannya dan anak anaknya


Dua jam pertarungan mereka selesai , cia sangat kelelahan, beda lagi bryan sangat segar dan semangat


"dengan siapa?"


"tak tau juga, aku mengurus pembangunan klinikmu selama ini, jadi kurang ikut perkembangan" jawab bryan


"Hanya jas dan gaun saja kan?"


"Aku ingin menggunakan batik saat syukuran di rumah, seragam denganmu dan brandon"


"kalau aku tak kembali tadi pagi, bagaimana kau hadiri acara pernikahan kak?"


"aku pasti menjemputmu buat acara ini. buktinya aku sudah bangun klinik buatmu kan?"


cia membenarkan ucapan suaminya dalam hati, ia segera berdandan dengan cantik dan bersiap siap ke butik milik lyora sahabatnya


"Kak aku akan ke butik lyora memesan baju, aku takut tak keburu selesai di hari acara"


"supir akan mengantarmu, perutmu begitu besar kau tak bisa menyetir lagi sampai melahirkan" ucap bryan. "aku akan ke kantor mengurus beberapa dokumen dan meeting dengan seorang klien canada dulu" cia mengangguk

__ADS_1


cia singgah ke mansion disebelah milik mertuanya menemui papa bill "pah.. cia mau bicara dihalaman belakang bersama mamina boleh?" tanya cia


"ayo.. " ajak bill sambil memeluk istrinya


"Boleh cia renovasi paviliun ini?" tanya cia


"kamu nyonya muda rumah ini, tentu saja sangat boleh, katakan mau diapakan pavilion ini?" tanya bill


"Tolong buatkan jacuzi di pavilion ini, lalu disini buatkan batu batu ditambal dengan semen kasar" pinta cia "cia mau tiap pagi dan sore mam jalan dibatu lalu berendam kaki di air hangat dan siram air dingin, supaya peredaran darah lancar"


"Papa akan memanggil pemborong untukmu, kamu bisa mengatakan semua kemauanmu nak, mereka akan mengerjakannya"


"Terima kasih pah"


"Harusnya papa dan mamina yang terima kasih . kamu seorang dokter spesialist malah menjaga mam dengan sangat teliti bahkan memijat kaki mam" ucap papa bill . cia hanya tersenyum


"kalau bisa pagi sore papa ikut therapi dengan mamina, supaya jantung papa sehat" bill mengangguk


usai dari rumah mertuanya, cia menghubungi lyora dan memberitau akan ke butiknya, disana ia malah bertemu xixi dan vanie


"Bumil kemana saja?" canda mereka


"Kehatimu" jawab cia sambil tertawa


"katakan apa mau modelnya?" ucap lyora


"Aku mau batik pria, gaun batik terusan selutut model lengan sabrina seperti poto ini, senada dengan brandon dan bryan"



"pindahkan belahannya ke depan ya" pinta cia "supaya perutku muat"


"Aku akan kirim design padamu nanti sore, cepat aproval agar besok dikerjakan lusa sudah selesai, sekarang mereka akan mengukur tubuhmu dulu" ucap lyora.


"suamimu akan melepaskan bajumu kalau kau mengenakannya" ucap vanie


"tak akan, aku akan menangis" jawab cia. yang lain terbahak bahak


"aku membuat dua model, kau pilih nanti sebelum kau tak jadi memakai batik" ucap lyora. cia mengangguk


♡♡♡♡

__ADS_1



__ADS_2