Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 48 - kembali ke itally


__ADS_3

"panjang kan dongengku? aku bahkan ngantuk menceritakannya"


"maafkan kak lion dan keluargaku yora" xixi memeluk lyora sambil menangis


"Kau harus menjaga keponakanku baik baik, memulai lembaran baru disini ya" pesan vanie


"Saat kau lahiran, kami akan datang"


"tak ada yang perlu dimaafkan, aku sudah melupakan semua, sekarang hanya mau hidup tenang disini berama twins xi"


mereka pun berpelukan bersama saling mendukung demi kebahagiaan yora


*****


"Apa berita?" tanya lion saat menerima panggilan dari seseorang


"........"


"Astaga.. benarkah?"


"........"


lion terduduk lemas mendapat kabar tentang keberadaan & kehamilan istrinya yang ia dapatkan dari orangnya yang membuntuti xixi adiknya "lyora beraninya kau" batin lion marah


"Siapkan tiket pesawat ke paris secepatnya" perintah lion pada seseorang di seberang ponsel


♡♡♡♡♡♡


Lyora mengantar xixi dan vanie ke bandara, lalu kembali ke kantornya. saat memasuki pintu loby seseorang mencekal tangannya.


lyora mendongak menatap siapa yang mencekalnya. ternyata mantan suaminya "Hi kak.. ada keperluan denganku?" tanyanya tenang meski ia melihat kemarahan di mata suaminya saat menatap kandungannya


"ikutlah ke ruanganku" ucap lyora menepis tangan suaminya dan berjalan duluan, lion mengikutinya dari belakang masuk ke ruangannya


"Katakan ada apa?" tanya lyora tenang


"kenapa tidak bilang kau hamil?" tanya lion menatap tajam pada lyora


"Kita sudah bercerai kalau kakak lupa. jadi tak ada yang perlu di bicarakan lagi"


"Kau tak bisa memisahkan aku dengan anakku, itu keturunan lincoln lyora"


"Aku tak memisahkan, hanya saja mereka belum lahir. saat mereka lahir kakak bisa mengunjungi mereka saat kakak senggang"


"aku mau anakku memiliki keluarga lengkap lyora"

__ADS_1


"kalau begitu mudah, kakak tinggal menikah saja, lalu memberi keluarga lengkap pada leon, aku pun akan begitu, aku akan segera menikah setelah anak anak ini lahir. kelak kita bekerjasama membesarkan anak kita"


"lyora aku dengannya hanya teman. kau tak bisa membiarkan pria lain dipanggil daddy oleh anakku"


"Aku bahkan tak peduli, karena itu sudah bukan urusanku lagi. mengenai dengan siapa aku menikah itu bukan urusanmu, kalau kau tak berkenan. anakku bisa memanggil suami baruku uncle. cukup simple kan?"


lion kehabisan kata kata "Lyora aku tak mampu kehilanganmu" lirih lion


"Aku sudah memberimu kesempatan delapan tahun, kau tak berubah malah makin parah. ku harap kau bisa bahagia dengannya. aku pun begitu. aku punya hak bahagia"


"aku akan tinggal bersamamu sampai kau melahirkan. aku mau memastikan anakku aman"


"Kau kembalilah, minggu depan aku kembali ke roma. jangan ganggu aku" usir lyora "aku akan disini sampai minggu depan, atau ikut pulang bersamaku sekarang"


lyora paham, dia tak bisa terus bertengkar dengan lion karena lion tak akan mengalah, ia akan membawa dampak buruk pada bayinya kalau bersitegang dengan lion


"Baiklah"


lyora mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang. tak lama seseorang masuk ke ruangannya


"Kak justin kita kembali ke roma, kita kembali ke mansion bersiap siap"


"Tapi kenapa tiba tiba, bahkan aku ada pertemuan setengah jam lagi"


lyora menatap lion "kami pulang ke roma malam ini dengan jet pribadiku, kakak mau kembali sendiri atau bersamaku?" tanyanya datar, lion mengepalkan tangannya


"Baiklah, kalau begitu silahkan makan siang atau berkeliling, jam empat nanti aku akan kembali ke mansion mengemasi barangku lalu ke bandara" lion hanya mengangguk


"Kau baik baik saja?" tanya justin sambil mengusap kepala lyora. lyora mengangguk


"Aku membawakan buah buahan dan asinan mangga, kau makan dulu, setelah meeting kita segera kembali jangan sampai mereka kelaparan" ucap justin sambil mengusap perut besar lyora. lyora hanya tersenyum dan mengangguk


lion sangat cemburu dan marah melihat interaksi dua manusia itu, tapi ia sadar ia tak punya hak. dan ia pun tak bisa bertindak sembarangan karena ia takut bayi kembarnya mengalami hal buruk. akhirnya ia memilih diam menatap lyora yang menikmati buah pemberian justin


"kakak sudah makan?" tanya lyora santai. lion hanya menggeleng "aku sudah memesan makan siang, sebentar lagi akan tiba, aku selesaikan pekerjaanku dulu" ucap lyora


tak lama beberapa pria bertubuh kekar masuk ke ruangan lyora. lyora memberi beberapa pengarahan pada mereka. lalu menyerahkan dokumen


"aku akan kembali ke roma dua bulan, disini kuserahkan pada kalian" ucap lyora "kau pulanglah dengan tenang . ada kami disini, jaga keponakan kami baik baik. kalau justin nakal katakan pada kami, kami akan memukulnya" goda salah satu dari mereka . lyora terbahak bahak


"aku sudah menyiapkan 20 pengawal elite untukmu, aku khawatir denganmu" ucap salah satu asistennya


"Baiklah baiklah. jangan mengkhawatirkan aku, dari bandara aku akan langsung di jemput papaku dan kakakku. semua akan baik baik saja. kalian jangan banyak berpikir"


akhirnya mereka keluar ruangan. bersamaan justin kembali "justin jaga calon istrimu baik baik, kalau sampai terjadi sesuatu. kami tak akan melepaskanmu" ancam mereka. justin mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


"Ayo kita kembali ke mansion" ajak justin sambil menggandeng lyora, lyora mengangguk dan membawa tasnya. justin menenteng tas kerja lyora. lion merasa seperti obat nyamuk disana


roll royce boat taill sudah menunggu di loby, justin membukakan pintu penumpang buat lyora, hal yang tak pernah dilakukan oleh lion sepanjang hidupnya. lalu justin berputar ke kursi pengemudi. lion bergegas masuk ke kursi penumpang di belakang


"Yora kau ingin membawa sesuatu bekal makanan di pesawat? awas kelaparan"


"kita akan makan di mansion dulu, lalu langsung ke bandara"


"baiklah. jet pribadi sudah siap menunggu kita. tinggal berangkat saja" ucap justin


lion sungguh diuji kesabarannya melihat kemesraan dua orang didepannya. tapi ia sadar kesalahan ada pada dirinya sampai ia kehilangan wanita didepannya sekaligus kehilangan hatinya


♡♡♡♡♡♡♡


Bandara roma


Adam, papa thomas, mama jess, vanie dan 100 pengawal sudah menunggu di bandara


lyora langsung memeluk ayahnya dan ibunya. terakhir memeluk adam. setelah melepas rindu mereka menarik lyora untuk ke mobil


"Tunggu. lyora pulang bersamaku" ucap lion


"Jangan macam macam, aku tidak bertindak karena kita sahabat, kalian sudah bercerai jadi jangan ganggu yora lagi atau aku tak memandang hubungan keluarga lagi" tegas adam menatap lion tajam


"pengawalmu semua sudah aku lumpuhkan sebelum kau tiba, jadi kau kembalilah. saat yora melahirkan aku akan mengabarimu dan orangtuamu"


adam segera mengajak lyora dan justin serta keluarganya untuk beranjak pergi. meninggalka lion yang berdiri penuh penyesalan.


"Dia sudah collabs, mansionnya ditarik bank" ucap vanie "aku sudah minta kak justin membelinya tanpa dia tau" jawab yora. vanie mengangguk


"maaf kau banyak menderita nak" sesal thomas


"Lupakan pah, bukankah yora bahagia sekarang?"


"Kamu akan menikah dengan justin setelah melahirkan?" tanya adam


"Tidak, kamu hanya sahabat" jawab justin dan lyora bersamaan


"Adikku kurang cantik? kau tak mau berjuang?" tanya adam


"bukan, hanya kami seperti kakak adik sejak dulu. kami biasa bekerja bersama, dihati yora tak ada aku, di hatiku pun menganggapnya sahabat sekaligus adik" jawab justin santai . adam mengangguk


usai makan mereka kembali ke mansion, justin tinggal dikamar tamu karena besok mereka harus ke kantor menyelesaikan banyak pekerjaan bersama lyora


tapi saat mereka tiba, keluarga lincoln sudah ada di ruang tamu .

__ADS_1



__ADS_2