Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 37 - Kekerasan hati cia


__ADS_3

"Kita mandi lalu makan malam ya, kasihan anak anak dan mamina kita tinggal cukup lama" ucap papa davis


"maaf papa jadi repot padahal ini waktunya santai dan liburan" ucap xixi menyesal


"tidak, papa senang kalian masih membutuhkan orangtua ini" kata papa davis sambil tersenyum "papa jadi merasa masih berguna"


xixi memeluk mertuanya dengan hangat , mertua terbaik yang ia miliki dan ia bersyukur tak habis habisnya pada Tuhan atas keluarga yang ia miliki ini


****


"nonno.. nana ada hadiah buat nonno" ucap nana pada davis


"Apa itu baby?" nana menyerahkan sekotak kulit kerang pada yang kakek.


"Terima kasih baby, sampai rumah nonno akan menyimpan di toples kaca yang cantik karena ini hadiah pertama nana buat nonno" ucap papa davis sambil mengecup pipi gembul nana dengan terharu


"nonno senang?"


"sangat senang baby" papa davis menciumi nana bertubi tubi


"hanya nonno yang dikasih? daddy mana?" tanya jova datar


"hanya untuk nonno saja" ucap nana tegas. mimiknya sangat lucu .


"simpan ini, serahkan padaku saat di mansion, jangan sampai hilang" pesan papa davis pada maid "baik Tuan Besar"


acara makan malam berlangsung ceria, sampai akhirnya perawat membawa para anak anak kembali tidur kekamar masing masing, teebentuklah group group disana


♡♡♡♡♡♡


"Xixi.. 10 pintu rukomu yang di depan gates hospital jadi kamu jual pada kak bryan kan?" tanya cia


"Maaf kak, aku sudah bicara sama kak jova, tapi dia menolaknya. katanya itu punya nana aku tak berhak menjualnya. tapi kak bryan bisa merental 20 tahun, setelah itu lanjutkan merental pada nana"


"Kenapa suamimu ikut campur, itu kan ruko pribadimu, bukan milik musk"


"Aku sudah berusaha kak, cuma itu keputusan kak jova"


"Aneh sekali suamimu begitu kaya, kenapa memperhitungkan sekali, lagipula kami mau membeli bukan minta atau minjam" ketus cia

__ADS_1


"maaf interupsi" potong vanie


"cia kalau xixi masih gadis, mungkin saat kamu mau membelinya ia bisa langsung membuat keputusan deal langsung, tapi sekarang xixi sudah menikah, perusahaannya dan suaminya sudah jadi satu naungan manajemen twins corp, tentu dia harus membuat keputusan yang di aproval suaminya selaku pimpinan property mereka. apakah kamu mau mereka bertengkar hanya karena ruko?"


"maaf interupsi juga" ucap felicia


"Kata kak jova kan kamu bisa merentalnya 20 tahun, itu bukan hal buruk juga, seiring waktu kamu bisa mencari lokasi lain yang strategis sebagai penambahan cabang baru atau mungkin suatu hari nana mau menjual bila sudah mewarisinya"


"benar, saya setuju" kata vanie


lyora hanya diam tak berani bersuara karena keduanya baik cia maupun xixi adalah adik iparnya, ditambah vanie adalah kakak iparnya, salah bicara akan dianggap berpihak pada salah satunya


cia akhirnya hanya mendengus karena kemauannya tak terpenuhi sama sekali


"Kamu kan bisa minta mertuamu membujuk suamimu" ucap cia belum menyerah


"sudahlah cia, bisa bisa dia diusir mertuanya gara gara mendesak suaminya menjual property mereka saat mereka tak butuh uang" omel vanie


"kita bahas anak anak saja ya" ajak lyora "aku dengar brandon memenangkan kejuaraan catur tingkat nasional ya?"


"benar, nonnonya yang menemaninya" jawab cia "ia mendapat juara 1 usia 5 tahun, tapi anak itu banyak maunya, kemarin minta laptop terbaru padahal laptopnya masih bagus katanya kurang kencang, padahal laptop itu sesuai usianya"


"Klinikku butuh banyak peralatan medis , aku mencicil bertahap membelinya agar lengkap bertahap. kalo kamu kan enak, tak butuh mengumpulkan dana perusahaanmu sudah begitu besar , belum lagi perusahaan kak bertrand sudah masuk nominasi mendunia, tak perlu menabung lagi" ucap cia pedas masih terpengaruh dengan kekesalannya pada xixi membuat yang lain terdiam


"Aku temui papa sebentar ya" pamit cia lalu bergabung dengan verrel


"Maafkan kakakku, dia selalu begitu sejak dulu, aslinya baik tapi kalau kemauannya tak terpenuhi ia agak kesal" ucap xixi pada felicia, felicia hanya mengangguk


"Dia terlalu egois" omel vanie "kalau suamimu tak mengijinkan ya sudah, cari ruko lain atau sewa. kalau kak adam pasti sudah diomelin langsung dia"


"sudahlah kita bicarakan hal lain saja" ajak lyora


"Bahas galaknya kalian berdua pada nana dan hermine saja" goda lyora tertawa


"anak itu sangat pintar, dia selalu memanfaatkan nonninya kalau minta sesuatu tak di beri" omel xixi


"Sama saja, bahkan adam memanipulasi aku untuk membelikan barang yang hermine minta, aku beberapa kali menjewernya tapi masih tak berubah" imbuh vanie "kadang papa thomas diam diam memenuhi kemauannya. aku menegur kak adam tapi dasar bapak satu merk, dia malah cuek saja"


mereka terbahak bahak mendengar omelan vanie

__ADS_1


"kalian masih ada yang bisa diceritakan, nah leon? seharian seperti kulkas, dingin tak bereaksi, diajak bicara hanya menatap datar padaku, mau bicara apalagi tentang dia coba?"


"tapi leon juara umum dan peraih bea siswa loh" ucap xixi


"nonno nonninya sangat sayang dia dan mendukung semua kesukaannya, bahkan menggaji guru private mengembangkan hobbynya.. yang mengesalkan itu aku sepanjang hari tak pernah mendengar suaranya. aku kan kepo mau tau kehidupannya disekolah" omel lyora mengundang tawa yang lain


"darren, darrel, kak bertrand itu kalau dirumah duduk bersama ya seperti 3 kulkas berbaris, aku merasa bicara sendirian di rumah bersama mereka" ucap felicia tersenyum "untung saja mamina tamara selalu menyuruhku sabar"


♡♡♡♡♡♡♡


"Pah bisa cia bicara sebentar?" tanya cia pada verrel, verrel mengangguk dan mengajak cia ke ruangan outdoor musk cafe


"Ada apa nak?"


"pah cia mau minta tolong. bilang ke kak jova untuk menjual rukonya xixi didepan gates hospital pada kak bryan, kak bryan mau membangun klinik buat cia"


"bryan sudah bicara ke jova? kamu sudah bicara ke xixi?" tanya sang papa, cia mengangguk "apa responnya?"


"kak jova menolak, dia hanya mau merental 20 tahun buat kami, padahal itu kan ruko xixi dan itu wewenang xixi mau menjual atau tidak, kenapa kak jova yang keberatan. papa harus bicara pada kak jova ya pa, dia kan mantu papa" papa verrell tersenyum mendengar ucapan putrinya.


"cia, bagaimana kalau tiba tiba gates hospital di tawar oleh jova? apa kamu ijinkan?"


"ya jelas ngga donk, itu punya kak bryan lagipula itu salah satu sumber penghasilan kami, kami tak sedang keadaan butuh uang"


"tapi itu milik suami cia , cia ada hak angkat suara keberatan pah"


"nak.. untuk pasangan sudah menikah, jual belu property membutuhkan tanda tangan suami istri. jika salah satu menolak, transaksi tak dapat di lakukan. begitupun xixi dan jova"


"diposisi saat ini, perusahaan , property, aset jova dan xixi sudah dinaungi twins corp, jova pemimpin perusahaan dan pemimpin rumah tangga, ia yang berhak membuat keputusan. jangan dilanjutkan lagi nak sebab akan merusak hubungan"


"kenapa sih papa ga mau bantu cia, sejak dulu papa hanya sayang xixi?"


"kamu salah nak, papa sayang semuanya. bahkan apa yang papa beri kekamu jauh lebih banyak dari xixi. uang jajan yang xixi terima tak pernah mendapat tambahan apapun dari papa. sementara kamu masih sering papa beri tambahan uang untuk belanja"


"untuk kali ini, saran papa rentallah pada jova lalu cari lokasi lain yang lebih bagus kalau sudah menghasilkan, dengan uang kamu bisa beli gedung lain. mana tau seiring waktu jova mau melepasnya"


akhirnya cia hanya bisa pasrah "Papa kembali main dengan yang lain ya nak, sudahi masalah ini agar hubungan keluarga baik baik saja. xixi anak baik, ia patuh pada suaminya . kita jangan membuatnya diposisi serba salah sehingga suami dan mertuanya berpandangab buruk padanya"


papa verrell akhirnya berlalu meninggalkan cia berpikir sendiri atas ucapannya tadi, cia sudah dewasa tak bisa memaksakan kehendaknya. ruko xixi memang lokasi bagus, tapi mungkin jova punya rancangan lain yang tidak bisa di campuri oleh oranglain biar jova yang memutuskan

__ADS_1



__ADS_2