Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 39 - diskusi


__ADS_3

hari kepulangan


akhirnya keluarga besar itu kini dalam perjalanan pulang, xixi lebih banyak muram dan diam karena perselisihan dengan cia


cia tampaknya sangat ambisius dan tak menerima kemauannya di tolak. papa davis dan jova tentu tau jelas perubahan wajah xixi


sampai di mansion papa davis mengajak keluarganya makan malam dulu lalu membicarakan masalah yang dihadapi xixi


"jadi ada apa dengan gracia nak?" tanya papa davis. xixi menceritakan apa permintaan gracia mengenai pembelian ruko dan perhiasan dari pak tua. jova mengepalkan tangan menahan amarah


"Jangan emosi, kenapa kamu tak mau menjual ruko itu nak?" tanya davis


"ruko itu sangat strategis pah, mungkin saat ini pasarannya 1,3 juta euro, tapi pertahunnya akan naik banyak, nana perempuan, belum tentu kelak ia bisa bekerja keras. kalaupun tak bisa ia masih bisa hidup dengan uang rental. atau 20 tahun kedepan dia jual bisa 13 juta euro. saat ini kita tak kekurangan uang, buat apa menjualnya? meski jova sadar itu ruko xixi, tapi xixi harus utamakan nana"


"cia bisa merental dan mendapat banyak uang disana, karena pasien yang butuh tindakan tinggal dia rujuk ke gates hospital, laba pertahunnya sangat besar kalau dia pandai mengelola, labanya bisa dia pakai membeli gedung lain kelak. kita tak meminta laba atau apapun. cukup ia membayar rental pada kita saja dan itupun buat nana"


"jika kita menjualnya sekarang, kelak belum tentu nana mampu membeli lagi gedung yang strategis meskipun kita harap ia mampu membeli dan hal ini ada andil kesalahan cia dimasa lalu, kalau dulu dia rajin menabung tidak hedon mungkin rukonya sudah banyak, tak perlu meneror ruko xixi"


"dan lebih lucu perhiasan, yang diberi siapa, yang minta manfaat siapa. lalu kalau diberikan padanya karena dia memaksa. kelak dia minta jova apakah xixi harus memberikan jova padanya juga?"


"tiap orang harus kerja keras untuk menggapai impiannya, begitupula jova, xixi, bryan dan cia. kami bekerja seperti kesetanan tiap hari. untung ada papa mamina mengurus anak anak sehingga mereka tak kurang kasih sayang. xixi hidup sangat hemat sekali. tiap kali jova membutuhkan uang untuk memperbesar usaha, ia bisa mudah mengeluarkannya. sehingga usaha kami mudah membesar. bagaimana kalau xixi hedon? apa yang bisa dia berikan pada jova. bagaimana nasib jova. lalu kalau sudah begitu apa cia akan membantu keuangan kami?"


"kita sudah dewasa dan ada kehidupan masing masing. tiap orang punya tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga masing masing. jova tak butuh cia datang menghitung harta dan keuangan kami pa"


jova menjelaskan panjang lebar berapi api. xixi dan davis tau jova sangat benar saat ini. makanya xixi tak mendesak suaminya memenuhi permintaan kakaknya. hanya kakaknya sangat mendesak


"apakah ada ruko lain tak jauh klinik yang bisa di beli?" tanya davis


"ada pah, tujuh pintu, ownernya mau menjual 2,5 juta euro perpintu karena tau cia butuh. cia keberatan angka tersebut kata bryan. dia mau beli ruko xixi 1 juta euro"

__ADS_1


papa davis terbahak bahak "apakah cia punya akal sehat?"


"dia kenapa lain sendiri ya" tanya mama elaine polos. ia paling tak mau ikut campur pembicaraan bisnis anak dan suaminya


"kalau dia masih membuat suasana hati xixi buruk, maka jova akan mengambil kebebasan xixi. sekalian tak perlu berurusan lagi dengannya kecuali saat acara keluarga" kesal jova


"xixi kamu bagaimana?" tanya papa davis


"xixi ikut kak jova pah, karena kak jova akan mengutamakan xixi dan anak anak. xixi hanya kesal dengan kelakuan cia saja"


"baiklah begini saja. jangan merusak hubungan keluarga. kalau cia masih melakukan hal hal diluar nalar, xixi minta cia bertemu papa. papa akan memberinya pengertian" tutup davis. mereka mengangguk setuju "besok malam papa akan mengundang bryan, cia, bill, tamara, verrel, gio makan bersama kita berempat di mansion ini"


♡♡♡♡♡♡


Esok nya


jam enam malam


meja makan sudah diisi oleh 10 orang keluarga mereka . mereka makan dengan tenang dan hikmat . sampai usai makan malam papa davis membuka pembicaraan


"Selamat malam semua, malam ini saya mau diskusikan beberapa hal. hanya bertukar pikiran saja. agar keluarga kita selalu rukun"


semua mengangguk setuju dengan pendapat papa davis


"Cia, apa ada ganjalan hati yang ingin kamu utarakan disini nak?" tanya davis lembut . cia berpikir sesaat lalu mengangguk


"ayo katakan nak, kita bisa sharing bersama"


"xixi ini sejak menikah, semakin pelit dan tak peduli pada saudaranya. sama sekali tak mau membantu sedikitpun" keluh cia . xixi dan yang lainnya kaget, jova emosi dan memasang wajah dingin.

__ADS_1


"katakan apa yang dilakukan xixi nak, biar kami para tua bangka ini mengerti dan bisa menasehati xixi"


"Xixi punya ruko didepan rs gates, dan tak digunakan. jadi kak bryan mau membangunkan klinik buat cia. cia berniat membelinya, tapi xixi tak mau menjualnya sedangkan ia tak menggunakannya. buat apa di beli kalo tak dipakai, kenapa tak di jual kalau tak di gunakan"


"Baiklah.. mari kita luruskan masalah ini nak.. ruko itu memang dulunya adalah milik xixi 10 pintu, tapi karena tak digunakan, dan saat itu jova belum menerima hak waris. tapi keduanya membutuhkan uang. xixi memilih menjual pada papa. itulah yang menjadi alasan mereka tak mampu menjualnya bukan tak mau menjualnya" terang papa davis. cia kaget


"pasaran harga ruko disana 2,5 juta sampai 3 juta euro perpintu. dalam 20 tahun mungkin akan mencapai 50 juta sampai 60 juta euro. total adalah investasi 600 juta euro"


"saat ini papa belum ada niat menjualnya, karena menunggu waktu kenaikan ruko sesuai perencanaan papa. papa akan memberikan pada nana. karena nana perempuan. belum tentu kelak ia bisa bekerja keras. kalau tak bisa dia masih bisa hidup dengan uang rental. kalaupun dijual 600 juta euro , nana punya kesempatan bangkit dari perekonomiannya"


"cuma kalau saat ini seandainya ada yang mau memenuhi perencanaan harga papa dimasa depan, pasti papa akan melepasnya. cuma papa pikir kurang baik mendesak cia membayar 600 juta euro karena bisa merusak hubungan keluarga. cia bahkan bisa membeli gedung lain yang lebih maximal dari itu dengan uang segitu. jadi mari kita lupakan jual beli. papa bersedia merentalkan pada cia 20 tahun agar cia punya waktu bekerja keras mendapat laba yang banyak lalu membeli gedung lain dengan harga yang sesuai"


cia terkejut dan memucat mendengar ucapan papa davis yang menginsyaratkan bahwa dia sudah wajib tidak menjualnya dan xixi tak ada wewenang


"bagaimana menurutmu nak bryan?"


"bryan sudah bicara dengan jova pah, jova sudah sampaikan mau merental. tapi cia masih berkehendak membeli. jadi bryan menunggu jawaban cia mau merental atau membeli gedung lain. cia belum menjawab bryan"


"kabari saja pada jova kalau mau merentalnya, papa bersedia kok kalau buat kalian nak" bryan mengangguk


"lalu cia... sedikit papa ceritakan pada cia. tanah tuan westin sudah kami beli untuk pembangunan rumah sakit di sayap belakang resort. tapi beliau tak berkenan pindah, ternyata ia menunggu jova tiba sesuai pesan mendiang anaknya sebelum berpulang, saat papa hampiri, ternyata beliau pelukis dan papa membukakan sanggar lukisan dan beliau bersedia pindah ke ruko. setelah itu beliau menyerahkan perhiasan untuk jova dan nana. karena nana masih kecil xixi membantu menerimanya. sekarang perhiasan disimpan mam elaine agar kelak saat nana menikah, mam akan mengembalikan pada nana. tak ada keberhakan xixi dalam perhiasan itu"


"terus terang saat ini kami membangun twins corp untuk menaungi usaha usaha kami, xixi disini hanya bertugas sebagai direktur keuangan twins corp. dia tak bisa membuat keputusan apapun kalau tidak ada aproval dari papa maupun jova. mohon cia bisa mengerti posisi xixi. papa akui xixi anak baik dan pekerja keras, tapi uang yang diterima masih sebatas gaji dan biaya hidup bulanan dari suaminya. jadi ada keterbatasan pendanaan"


semua mata tertegun menatap cia, entah apa yang dilakukan cia sehingga terjadi hal seperti ini. cia sendiri akhirnya paham walau bagaimanapun adiknya itu bekerja dan tak memiliki banyak harta atau wewenang


jova dan xixi merasa puas atas ucapan papa davis dengan harapan kelak cia tidak berpikir xixi adalah orang kaya yang pelit dan tak mau membantu kakak sendiri


__ADS_1


__ADS_2