Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 19 - jenis kelamin sang baby


__ADS_3

"Bagaimana kehidupan pernikahan kalian?" tanya papa verrell disudut kolam renang


"Lyora baik baik aja pa, istri yang baik dan penurut, ia sudah menghabiksan kontrak dan mulai berhenti jadi model, sisa dua kontrak lagi akan segera berakhir. kalau di rumah ia menjalani kewajibannya dengan baik?"


"apa kamu sudah mencintainya nak?" tanya papa, lion hanya diam "akan pah" jawabnya lirih, "pelan pelan pasti bisa nak"


"kamu bagaimana dengan xixi nak?"


"xixi anak yang baik dan patuh, menjalankan kewajibannya sebagai istri, sekarang mau menyerahkab kerjaannya pada jova, sayangnya ia tak sudi menggunakan uang jova pah"


sang papa terbahak bahak mendengar ucapan jova "heran.. istri hemat malah bingung" ucap bryan "bukan bingung tapi serasa ga berarti ga dibutuhkan bro" jawab jova


"biarkan saja, xixi tau guna uang, ia tak menggunakan uangmu belum tentu ia menggunakan uangnya juga. artinya memang sama sekali tak belanja, kalau memang ada waktu, selipkan ke dompetnya mungkin ia akan menggunakannya"


jova mengangguk mendengar ucapan mertuanya


"bagaimana cia nak bryan?" tanya papa . bryan hanya tersenyum


"semua butuh proses pah" sang papa mengangguk "mungkin ia kurang senang dengan penghasilan bryan tapi lama lama ia akan menerimanya"


"penghasilanmu kenapa bro?" tanya jova bingung . seingatnya bryan juga punya perusahaan sendiri


"penghasilanku tak apa apa, cia kan sebatas tau aku seorang dokter saja. jadi gajiku sebagai dokter senior aku serahkan padanya untuk dia kelola. mungkin masih kurang baginya"


"berapa gajimu di bidang dokter?" tanya jova


"200 juta, 10 persen uang sakuku, 50 juta biaya bulanan dan transfer ke orang tua. sisa 130 juta untuk cia"


"sebenarnya berapa biaya hidup seorang perempuan pah? perasaan lyora hanya menggunakan uang tak sebanyak itu"


"hahaha lyora hanya di kantor dan di rumah, tiap hari hanya bekerja. temannya juga xixi dan vanie. kalau ngumpul hanya di cafe makan dan minum bukan belanja. tentulah diberi sejuta dua juta sebulan pun mereka biasa saja. tak akan berpengaruh"


"sementara cia seluruh gaji dan pendapatannya murni habis buat shopping dan sebuah tas mencapai miliaran kalau limited edition. bryan mengendalikan keuangannya itu adalah hal baik. supaya cia bisa menjauh dari teman sosialitanya"


"coba begini bryan.. penghasilan cia sebulan kira kira berapa?" tanya papa verrell "Kalau dari rumah sakit bisa 2 sampai 3 Miliar kalau menjalani tindakan , belum dari kliniknya lagi"


"kalau begitu coba ajak istrimu membeli villa secara kredit. jadi uangnya dia bayarkan bulanan dan ia malu keluar rumah menemui teman sosialitanya karena belum membeli barang branded terbaru" saran sang papa


"akan bryan pikirkan lagi"


♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Empat bulan kemudian


Jam 10 pagi, xixi membuat janji temu dengan dokter kandungannya pagi ini , Satu antrian lagi baru gilirannya


saat duduk di ruang tunggu depan ruang praktek dokter, jova menghampirinya "Kamu check up hari ini? kenapa tak bilang?" tanya jova dengan tatapan marah . xixi hanya diam.


jova mengendalikan emosinya, memejamkan mata sesaat untuk menenangkan diri. "Nona Dyxie Exelyn Lincoln" panggil perawat. xixi segera bangkit dan masuk ke ruangan diikuti suaminya


dokter melakukan beberapa tanya jawab, perawat melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan dan mengoleskan gel di perut buncit itu


"usia bayi anda 24 minggu, estimasi lahiran 13 sampai 15 minggu lagi kita periksa keadaan janinnya sekarang"


dokter pun meletakkan alat usg pada perut xixi "ini bayi pertama anda, jantungnya sehat, organnya lengkap. hidungnya mancung seperti ayahnya. kelaminnya .. laki laki"


jova tak berkedip memandang layar monitor "ini bayi kedua anda, organnya lengkap. jantungnya sehat. hidungnya juga sangat mancung. kelaminnya perempuan"


"selamat bayi anda sepasang dokter musk" ucap sang dokter sambil tersenyum "jaga suasana hati istri anda jangan sampai stress atau badmood karena mempengaruhi keselamatan bayi anda, ini kehamilan kembar akan lebih berat daripada kehamilan tunggal"


"perbanyak buah buahan dan makanan bergizi. aku akan meresepkan vitaminnya. susu hamil jangan sampai lupa di minum"


jova mengajukan beberapa pertanyaan seputar kehamilan istrinya sampai ia bener bener paham. istrinya sudah turun dari brankar. mereka berpamitan pada dokter setelah mengucapkan terima kasih


saat berbalik, jova tak menemukan istrinya, ia berlari ke halaman lobby belakang, benar saja ada istrinya sedang berjalan ke kantor firma hukumnya. ia menyusul istrinya


"xi.." jova menahan lengan istrinya , xixi menatap lengannya lalu menatap jova


"kamu mau menghindariku sampai kapan?" tanya jova , xixi menepiskan tangan besar itu dan lanjut berjalan ke kantornya tapi kali ini jova mencengkram lengannya dengan erat


xixi melirik lengannya yang putih bersih menjadi kemerahan dan terasa nyeri. "jawab aku xi" ucap jova marah dan mengeratkan tangannya


xixi merasakan kontraksi, ia meringis memegangi perutnya tapi tak mau kelihatan lemah ia memilih diam saja . keringat dingin bercucuran di pelipisnya . jova menyadari hal itu , ia melepaskan cengkramannya


"kau baik baik saja xi? maaf aku tak sengaja" jova melihat lengan istrinya membiru. xixi melanjutkan langkahnya menuju kantornya. jova menghadangnya


"kalau masih menganggapku ada, tolong biarkan aku tenang dan jangan ganggu aku" xixi melewatinya dan masuk ke loby kantornya. jova menatapnya nanar dan menjambak rambutnya


sorenya xixi kembali ke apartemen pribadinya beristirahat.


ia membersihkan diri, meminum susu kehamilannya. memesan makanan online dan merebahkan diri di sofa.


TING TONG

__ADS_1


xixi membuka pintu dan menerima makanan dari kurir lalu menghabiskan makanannya, meminum pillsnya dan segera beristirahat


pikirannya kembali melayang , dua bulan lalu ia ke kantor suaminya saat membuka pintu ia melihat seseorang sedang berpagutan dengan suaminya . ia meninggalkan ruangan itu dan kembali kekantornya dengan hati yang hancur . ia sempat berpapasan dengan jason tapi ia segera menuju lift


*****


Disebuah apartemen mewah


"Honey kenapa kau tak menceraikannya saja? aku mencintaimu, kau mencintaiku"


"Aku tak bisa... ia mengandung anakku" ucap jova "kau pergilah.. kita tak bisa bersama"


"tidak.. kau milikku jova.. kau tak bisa seperti itu.. dulu ayahmu menculikku dan membuat kita berpisah. mengirimku ke luar negeri, aku kehilangan bayi kita"


jova mengusap wajahnya kasar , bayangan dua anaknya di monitor, gerakan mereka, detak jantung mereka terus berkelebat di kepala jova


*******


Pagi ini jova memasuki kantornya, ia melihat sebuah amplop coklat dimejanya. ia segera membukanya . matanya hampir keluar membaca "surat cerai" di atas kertas itu sebagai judul . jova menghancurkan seluruh barang di mejanya dengan marah


jason masuk dan tertegun melihat kekacauan yang di buat bosnya. ia hanya menatap datar pada jova


"semoga kau bisa segera lepas dari wanita ular itu Tuan Muda" batin jason


"Panggil pengacara kita, minta ia urus semua ini. sampai matipun aku tak akan bercerai" teriak jova


♡♡♡♡♡♡


Sabtu siang


Gracia, Stevanie, Lyora, Xixi sedang berada di Mall Petterson, empat bumil itu menikmati es krim dan cake kesukaan mereka


"Apa hasil usg kelamin anak kalian?" tanya cia "anakku laki laki"


"Aku juga laki laki" jawab lyora


"aku dua laki laki satu perempuan" jawab stevanie


"sepasang milikku" jawab xixi sambil mengelus perutnya


__ADS_1


__ADS_2