
Pulang klinik waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, sepanjang hari ia sangat ingin makan bubur kepiting kesukaan suaminya . akhirnya cia melajukan mobil ke china town dan menuju kedai bubur langganan suaminya. ia bahkan duduk di meja sudut dimana suaminya sering duduk dimasa lalu.
"berikan dua mangkuk bubur kepiting, dua gelas teh hangat" pinta cia, pelayan mengangguk "nona berikan aku segelas air panas ya"
"baiklah. harap tunggu sebentar"
cia melepaskan coatnya karena penghangat ruangan bekerja cukup baik, ia mulai merasa gerah padahal cuaca diluar amat sangat dingin. pelayan meletakkan segelas air panas didepan cia. cia menuangkan susu hamil yang ada di gelas takaran ke dalam gelasnya lalu mengaduknya. perlahan menyesapnya memberi kenyamanan pada perutnya
bayinya sangat active sekali sedari tadi sehingga perutnya sedikit kram dan sakit
pelayan meletakkan dua mangkuk bubur, dua gelas teh hangat di depan cia, cia langsung membayar makanannya. ia tak suka menunggu lama untuk bill nantinya
cia menghabiskan bubur kepiting porsi mininya dengan cepat dan menyesap tehnya. lalu mengambil coat, tas dan bergegas pulang. tapi kakinya tersandung kaki meja, cia memeluk erat perutnya dan melemparkan tas coatnya begitu saja saat ia nyaris tersungkur ke lantai. kalau saja sebuah tangan besar tak menahannya dengan erat
ciabmenghembuskan nafas lega, seorang wanita mengambilkan tas dan coatnya lalu menyerahkan pada cia
"Nona anda baik baik sa... " ucapan pria itu terhenti melihat wajah cia yang baru saja terdongak
"cia.. "
"Nona ini tas dan coat anda" seorang wanita menyerahkan coat dan tas pada cia , cia menatapnya. gilda noire
"Terima kasih nona.. terima kasih tuan" ucap cia cepat menyambar tas dan coatnya lalu berlari menuju pintu restoran
"GRACIA EVELYN GATES BERHENTI DITEMPATMU" teriakan menggelegar seseorang menghentikan kaki cia dan mengundang perhatian pengunjung.
cia segera sadar dan kembali berlari keluar resto, sang pria mengejarnya dan menahan lengannya tepat disamping mobil cia . cia menepisnya
"apa maumu, bryan lepaskan" ucap cia mendorong tangan bryan
"beraninya kau mengirimkan surat cerai padaku dan menyembunyikan anakku hah?" bentak bryan
"apa yang kau bicarakan, aku tak paham maksudmu" ucap cia gugup dan menggigil kedinginan
bryan melepaskan syal dilehernya dan melilitkan di leher cia memasangkan coat di tubuh mungil yang semakin kurus itu, ia setengah berjongkok menciumi perut cia
"maaf daddy terlambat tiba nak" ia terus mengelus dan menciumi perut besar cia
"kita pulang" ucap bryan menarik kunci ditangan cia dan menarik tangannya saat sudah berdiri
"lepaskan aku.. lepaskan.. " teriak cia "lepaskan aku sebelum aku menghabisi nyawaku sendiri bryan gates"
bryan tertegun mendengar kalimat istrinya. kesempatan itu dipergunakan cia merebut kunci mobil dan mendorong bryan lalu masuk kemobilnya dan pulang ke apartemennya
bryan yang baru sadar mengumpat kesal "Gracia awas kau ya" teriaknya . gilda bergegas menghampiri bryan
"Kak kau kenapa?" tanya gilda
"Kali ini habislah aku, ia cemburu dan memilih bercerai.. ternyata ia sedang mengandung " ucap bryan lemas
"kita temui dia kak, dan menjelaskan kenyataannya" ucap gilda
"cia sangat keras kepala, ia tak akan menerima.. aku takut ia memberontak dan membahayakan anakku "
"kalau begitu ajak uncle onty brandon menemuinya" saran gilda "ia tak mungkin mengamuk didepan brandon"
"benar.. kamu benar.. ayo pulang" ajak bryan cepat . "aku yang nenyetir, kau hubungi keluargamu dulu kak" ucap gilda , bryan menyerahkan kunci pada gilda
__ADS_1
bryan menelpon orangtuanya dan akan menjemput mereka di mansion
*****
Brandon, papa bill, mama tamara sekarang sudah di dalam mobil bryan menuju apartemen cia . didepan apartemennya brandon menelpon cia.
"Mom.. open mom" cia segera membuka pintu dan menciumi brandon. tapi ia sadar ada tiga orang dewasa di hadapannya
cia segera berdiri dan menyapa mertuanya
"Papa.. mamina" ucapnya seraya menunduk sesaat "Hari sudah malam.. cia lelah.. ijinkan cia istirahat dan cia akan antar brandon besok pagi ke mansion"
"papa mau bicara sebentar" tegas bill
akhirnya cia mundur dan melebarkan pintu unitnya mempersilahkan tamu masuk dengan wajah dingin
"duduklah pa mam" ucap cia. ia hendak ke dapur mengambil minum
"duduklah.. kau sedang hamil. aku yang ambil minum" ucap bryan tegas. cia segera kembali duduk. brandon menciumi cia dan memeluknya
"cia kenapa tidak bilang sedang hamil?" tanya papa bill , cia hanya diam sampai bryan duduk disampingnya
"aku minta maaf cia.. gilda noire sepupuku, ibunya dan mamina kakak adik kandung, aku sengaja membuatmu cemburu dan kembali padaku dengan tidak meredam hoax"
bryan mengusap perut cia , cia menepisnya "singkirkan tanganmu" desis cia geram takut mengejutkan brandon
"berada minggu usia bayimu nak?" tanya mamina , cia hanya diam
bryan melirik hasil usg tersembul di handbag cia di atas meja . ia berdiri dan menghembuskan nafas berat. cia masih menunduk . bryan diam diam menarik poto usg dan membacanya
"21 minggu mam , mereka kembar" ucap bryan, cia menatap tajam ke arah bryan, dia langsung bangkit mau merebut hasil usg . tentu saja bryan tak menyerahkannya , ia mengantongi dan memeluk cia dengan erat sambil mengecup keningnya
"bryan mau bicara dengan cia, mam dan papa kembalilah bersama brandon dulu" bryan menyerahkan kunci mobil pada sang ayah
"tidak, kau keluarlah, aku tak mau bertemu denganmu lagi. kau tunggu putusan pengadilan, jadi pergilah" usir cia dengan suara pelan
"tak ada perceraian cia" tegas bryan
"terserah, sekarang pergilah dari rumahku" usir cia sambil mendorong bryan . bryan hanya memeluknya erat "aku hanya akan pergi kalau kau bersamaku" bisiknya sambil mengelus perut buncit itu
"kau sendiri yang bilang. kalau final kita bisa bercerai. bagiku ini final pilihanku" tegas cia pelan "kau tau kita tidak sejalan, kalau karena anak. mau bisa melihat mereka saat mereka lahir semaumu. aku tak kan menghalangimu"
"apa kelamin bayimu cia?" tanya mam tamara "sepasang mam" jawab cia
"pah kita punya cucu kembar lagi sepasang" ucap tamara memeluk suaminya, suaminya mengangguk dan mengusap punggung istrinya . bryan mengecup kening cia. cia mendorongnya kuat
"Aku ingin istirahat , kumohon pergilah" usir cia
"Baiklah.. mungkin kau tak bisa diajak bicara baik baik.. kau bisa tinggal.. ku harap kau tak menyesal kalau kehilangan kami bertiga, aku sudah lelah dengan kehidupan ini"
tiga orang itu pucat seketika mendengar kalimat cia "apa maksudmu cia?" tanya bryan
"tak ada.. " ucapnya putus asa
"Kau jangan berbuat bodoh nak" nasehat papa bill "benar nak.. ingat Tuhan" ucap tamara sambil meneteskan airmata, tangannya memegangu dadanya yang berdenyut
"Aku minta maaf.. atas segalanya aku minta maaf.. tak ada niatku berpisah denganmu, hanya ingin kau berubah, dulu sampai sekarang aku sangat mencintaimu, bagaimana mungkin aku bercerai denganmu? mungkin caraku salah.. baiklah aku minta maaf padamu.. mulai saat ini aku akan menuruti semua kemauanmu"
__ADS_1
"pergilah.. aku ingin sendiri" ucap cia dingin
"Mam.. mam.. mam kenapa? jangan nakutin papa mam.. " panggil bill sambil merebahkan istrinya di sofa panjang dan mengusap wajahnya.
cia langsung memeriksa mertuanya dengan cepat. "lemparkan tasku kak" pintanya
"pa tolong lepaskan jaket dan blazer mam" pinta cia "kak ambil air hangat di dapur"
cia memeriksa saturasi oksigen mertuanya lalu memberi sebutir pills
"papah mamina sebentar please pah" cia meminta mertuanya minum pills tersebut "minum pillsnya mam" tamara meneguk obat dari cia
"tambahkan dua bantal dikepala mam kak" bryan melaksanakan perintah istrinya
lima belas menit berlalu, tamara mulai agak tenang. dia memanggil cia "nak.. jangan marah lagi.. kasihan cucu mam. maafkanlah bryan ya"
"sudah lama cia memaafkan kak bryan, bahkan sebelum kak bryan minta maaf mam, mam istirahat dulu ya. jangan banyak pikiran atau mam akan kena serangan jantung. nanti mam tak bisa melihat cucu mam dewasa"
"Mam mau menginap. mam tak kuat bangun" ucap tamara lemas. cia mengangguk
"Kak pindahkan mam ke kamar" cia langsung mengarahkan suaminya membawa mertuanya kekamar lantai satu
"tunggulah sesaat, cia ambil baju supaya mam lega"
"brandon letakkan di samping mamina pah" pinta tamara. bill keluar menggendong brandon yang sudah tidur kesamping istrinya
"Puaskan istrimu diranjang supaya tak berpikir cerai lagi" bisik papa bill. bryan hanya mengusap tengkuknya dan nyengir
cia kembali membawa pakaian, handuk kecil, baskom dan pakaian dalam ke kamar mertuanya
"Maaf bisakah kalian keluar sesaat, cia akan mengurus mamina sebentar" tanya cia. dua pria itu langsung keluar "kak buatin teh hangat tiga gelas ya. agak manis" bryan mengangguk
cia mengisi baskom dengan air panas, lalu memeras handuk lalu perlahan menggosok tubuh mertuanya dengan gerakan memijat, sampai tubuh mertuanya terasa nyaman cia mengeringkan tubuh mertuanya lalu mengenakan pakaiannya
"Pakaian dalam, gaun tidur, smua baru mam. ukuran tubuh kita hampir sama" ucap cia, tamara mengangguk
setelah mertuanya rapi. cia kekamar mandi mengisi air hangat di baskom besar lalu kembali. merendam kaki mertuanya, meinjat tapak kaki dengan kekuatan sedang. mertuanya merasa relax
akhirnya cia mengeringkan kaki mertuanya, mengusapkan minyak zaitun dan memijat tapak kakinya perlahan , bill dan bryan masuk membawa teh hangat pesanan cia. mereka melihat sang ibu sudah segar
"Kalau sampai menantu sebaik ini hilang, mam akan mengusirmu dari rumah" umpat tamara pada bryan . cia fokus memijat kaki mertuanya sampai mertuanya tertidur lelap
cia keluar kamar "mam ada gejala jantung, biarkan disini beberapa hari, cia akan memijat mam agar peredaran darah lancar dan sehat kembali ya papa.."
"Terima kasih cia" ucap papa bill tulus . cia mengangguk lalu bergegas naik ke lantai dua dengan cepat. bryan mengikutinya sampai kekamar
"keluarlah.. aku mau tidur.. berikan pada papa pakaian ini" cia mengusirnya lalu bergegas kekamar mandi membersihkan diri karena habis berkeringat mengurus mertuanya
saat ia keluar malah bryan sudah dikasur dengan boxernya "keluar.. aku mau tidur" bryan langsung bangkit tapi kekamar mandi. 10 menit dia keluar dan berbaring disamping cia
"keluar kubilang kak... mpphhhtttt"
mulutnya sudah dibungkam bryan dengan rakus. cia yang meronta ronta akhirnya memilih diam membiarkan suaminya beraksi
olah raga satu jam lebih terjadi sampai mereka berteriak nama mereka bersama , bryan ambruk disamping cia. cia berusaha mengendalikan pernafasannya lalu memgusir bryan lagi
bryan malah mengulangi olahraganya satu ronde lagi sampai cia tak mampu membuka matanya sama sekali
__ADS_1