Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar

Perjodohan Konyol Dokter Dingin & Pengacara Barbar
Bab 25 - berdamai


__ADS_3

pelayan membawa nampan berisi jus jeruk , lion mencegatnya dan meletakkan sesuatu pada segelas jus jeruk dan sedotan warna merah


"Berikan ini pada adikku nyonya muda musk, jangan sampai salah gelas" pesan lion . pelayan mengangguk


pelayan menyerahkan jus jeruk pada 4 mama muda yang sedang bergosip. sampai akhirnya xixi sudah meminum jus jeruknya pelayan itu kembali melapor pada lion


"Tuan Muda, adik anda sudah meminumnya" lion mengangguk memberikan beberapa lembar euro pada sang pelayan


♡♡♡♡♡♡


"Kau mau menikahkan bertrand pada siapa?" tanya papa davis "usianya sudah kepala tiga sebentar lagi"


"Dia mau cari wanita baik baik, tidak hedon, dan sejumlah kriteria lain, sulit mencari kemauannya"


"Mau aku recomend? tanya papa thomas , semua menatap pada thomas


"aku saja yang recomend" potong papa davis


"Aku sarankan Kau menikahkannya pada Felicia, Putri Emilio" potong papa davis "aku juga mau recom dia" ucap papa thomas . mereka pun tertawa bersama


"Feli suka berpenampilan cupu , katanya mau cari orang yang bisa terima dia apa adanya, aslinya dia sangat cantik, pekerja keras , sudah memiliki perusahaan sendiri. dia juga tidak hedon" terang papa davis


"Tapi apa bertrand menerima?" tanya papa verrel


"Bertrand menyerahkan jodohnya padaku? aku yang bingung mencarikannya wanita baik" ucap papa bill


"Ya sudah sepulang dari sini kita atur pertemuan dengan mereka" tutup papa bill, semua mengangguk setuju


"jangan lupa sampaikan pada bertrand, feli suka memakai penampilan cupu menipu publik" pesan papa thomas, bill mengangguk


♡♡♡♡♡♡


"Bagaimana kalian? masih kesepian?" tanya elaine


"Dulu aku selalu sendirian, sejak ada brandon aku bahagia, ada saja tingkahnya membuatku tertawa. dia selalu mencari perhatianku" ucap tamara sambil tertawa


"Sama.. leon juga membuatku gemas setiap hari, biarlah semua pergi kerja asal leon bersamaku. pekerjaannya menghabmburkan mainan dan memaksaku memakan apel setiap hari . kalau aku tak mau dia akan memanjat tubuhku dan memaksa menyuapiku" ucap giovani


"kalau aku seharian dibuat tertawa oleh triplet, mereka setiap hari membuat ulah, adam sering marah pada harold, padahal bagiku ia paling lucu dan cerdas. ia bahkan mengutamakan aku sebelum ia makan sesuatu" ucap jess


"Aku suka vin, wajahnya seperti opanya dan daddynya, seperti kulkas hahahaha. tapi nana juga lucu, sudah tau kakaknya seperti kulkas masih sering diusilin. xixi lebih menyukai vin. davis dan jova lebih menyukai nana" terang elaine


"sisa menanti bertrandku menikah saja, ia menyerahkan pasangannya pada orangtua, itu beban buat kami karena takut salah pilih pasangan untuknya" curhat tamara


"dia tampan, mapan, baik . tak susah mencari wanita baik untuknya, semoga jodohnya bisa serasi dengannya" ucap elaine. "Amin" tutup tamara


♡♡♡♡♡♡


"Kau kenapa? wajahmu merah, kau panas sekali" ucap vanie menyentuh kening xixi. cia segera memeriksa adiknya


lion menghampiri mereka , dia mengedipkan mata pada cia , cia menatapnya datar


"xixi butuh istirahat, mungkin kena angin malam" ucap cia datar menatap kakaknya. "aku panggil jova dulu" ucap lion


tak lama jova berjalan kearah mereka dan segera mengangkat xixi kekamar mereka. baru memasuki kamar, xixi langsung menyerang jova


jova kewalahan menghadapi istrinya yang tiba tiba liar, ia membiarkan xixi berbuat semaunya


"sayang.. tidurlah.. jangan seperti ini.. aku tak mau di anggap memanfaatkanmu, istirahatlah" ucap jova berusaha melepaskan diri. ia sudah menghidupkan perekam suara


"No.. diamlah.. aku menginginkanmu"

__ADS_1


"Besok kau akan marah padaku, aku tak mau hubungan kita memburuk sayang" bujuk jova


"Tak akan.. sekarang diam dan nikmati permainanku" xixi sudah menyerang jova dengan liar . jova membiarkan istrinya beraksi dan memimpin permainan


tampaknya obat yang diberi kakak iparnya pada istrinya cukup keras, xixi menyerangnya sampai 3 babak tanpa ampun. tentu saja jova menikmati. tapi ia membayangkan apa yang terjadi besok pagi


sementara dikamar lain


Vanie yang baru selesai membersihkan diri, segera masuk dalam pelukan adam, ia menelusupkan kepalanya disana


"sayang jangan menggodaku" ucap adam serak


"baiklah.. aku pindah kasur" ucap vanie pura pura ngambek "menggoda suami sendiri sudah di larang huh"


adam langsung menarik dan mengukungnya "bukan dilarang tapi harus tanggung jawab kalau sudah menggoda" gantian adam yang menyerang istrinya


"Aku yang diatas" bisik vanie. adam terkejut sesaat tapi langsung tersenyum. ia membiarkan istrinya memimpin permainan. adam adalah pria yang dominan tapi kali ini ia membiarkan istrinya mendominasi permainan.


akhirnya mereka mengulangi hingga pagi baru keduanya terkapar.


♡♡♡♡♡♡


jam delapan pagi


xixi terbangun, badannya serasa remuk. ia melihat tubuh polosnya, ia segera meradang. ketika melihat Jova sudah duduk di sofa dengan ipadnya


ia berteriak mengumpat suaminya


"tak kusangka kau memakai cara rendahan seperti ini padaku, apakah masih kurang ja -lang yang kau pakai sampai kau melakukan hal seperti ini padaku"


"aku tak sudi di tiduri pria rendahan sepertimu, dasar pria kotor. apa kau tak punya rasa malu. aku sudah membebaskanmu dengan ja -langmu kaylin atau yang lainnya. kau kira kau siapa?"


makian xixi semakin panjang , setiap kata katanya sangat menyakiti jova, jova berusaha mengendalikan amarahnya. hampir tak kuat lagi ia menerima hinaan istrinya yang sangat keterlaluan. akhirnya ia memilih diam dan keluar kamar bergabung bersama anaknya untuk sarapan


*****


xixi menuju ke cafe untuk sarapan, wajahnya sangat menyeramkan sekali. ia melihat suaminya. ia membuang muka dan bergabung dengan sahabatnya


jova sendiri tampak menghindarinya. usai sarapan jova menghilang entah kemana. sampai malam hari ia belum kembali


xixi yang pertama kali diabaikan usai melahirkan merasa tak nyaman "apa aku keterlaluan tadi?" batinnya


xixi mulai mengingat kepingan puzle kejadian tadi malam, ia mengingat suaminya yang dia paksa melakukan. suaminya bahkan hanya diam saja membiarkan ia memimpin permainan padahal suaminya sudah mengingatkannya


semua kejadian dan ucapan suaminya terngiang jelas saat ini. ia sadar bukan suaminya yang memberikan obat padanya. ia memeriksa cctv kejadian tadi malam. ternyata kakaknya yang melakukannya.


xixi menyesal sudah menghina dan melukai harga diri dan perasaan suaminya. ia meneteskan airmatanya menyesali ucapannya tadi pagi


ia mulai memikirkan pengorbanan suaminya dalam menebus semua kesalahan sebelumnya, suaminya sudah berkorban banyak atas keegoisannya . sekarang suaminya malah menghilang. xixi menangis sedih sekali. ia menelpon jova tapi ponselnya mati. ia mengirimkan pesan juga tak ada balasan


ia menunggu jova sampai akhirnya jam dua pagi, suaminya kembali kekamar. jova kekamar mandi membersihkan diri. saat keluar ia segera mengenakan pakaiannya. lalu mengambil beberapa potong pakaian


"Kau belum tidur?" tanya jova "tidurlah, aku akan tidur di kamar lain, jaga kesehatan. minum obatmu" jova mengecup keningnya lalu bergegas keluar kamar


xixi mengejar dan memeluknya dari belakang "kak.. maafkan aku" ucapnya sambil menangis kencang


"Kamu tak salah, aku yang salah. maafkan aku" ucap jova berbalik dan mengelus kepala istrinya tanpa membalas pelukannya "sekarang tidurlah. nanti kau sakit"


"tidak.. aku tak mau kakak pergi , aku mau kakak disini" xixi menangis makin kencang dan mengeratkan pelukannya. jova menghela nafas berat


"Baiklah.. tidurlah.. aku akan menemanimu" jova mengangkat tubuh kecil itu ke ranjang, menarik selimut menutupi sebatas leher. menyeka air matanya dengan tisue . ia menatap wajah cantik yang pernah ia sakiti itu

__ADS_1


xixi menjulurkan tangan meminta pelukan tapi jova memasukkan dua tangan itu dalam selimut. xixi menangis semakin kencang


"stttt jangan menangis, nanti kau sakit, istirahatlah.. maafkan aku membuatmu menangis" ucap jova sambil mengelus kepala wanita yang sangat ia cintai itu


"berbaringlah di sampingku" pinta xixi masih menangis, akhirnya jova berbaring disampingnya menatap langit langit kamar


"Kak.. maafkan aku.. maafkan ucapanku tadi pagi" tangisan xixi masih terdengar


"aku yang minta maaf, harusnya tadi malam aku membawamu ke rumah sakit" sesal jova


xixi menangis makin kencang, jova akhirnya memeluknya dan berusaha menenangkannya, xixi menelusupkan kepala di dada suaminya dan memberi gigitan disana pertanda ia merindukan suaminya


"sayang.. jangan seperti ini" ucap jova dengan suara berat, susah payah ia mengendalikan dirinya


"jangan seperti ini, bolehnya seperti apa?" tanya xixi sambil melepaskan sabuk dan retsleting suaminya , tangannya bermain di ular cobra suaminya


"kalau begini boleh?" jova diam saja sambil memejamkan matanya berusaha mengendalikan diri. sang istri turun ke bawah dan menikmati lolipop suaminya. jova mendesis dan memejamkan matanya


"jangan memancingku sayang" ucapnya pelan "kalau aku mau, kakak mau apa?" tantang xixi


"beraninya kau sayang..." jova segera membalikkan posisi , mengukung istrinya di bawahnya


"kau jangan menyesal setelah ini" ucapnya serak menatap intens pada xixi, xixi malah menarik lehernya dan mengecup bibir tipis suaminya.


jova tak mampu bertahan lagi, akhirnya ia menyerang istrinya dan menyelesaikan dalam dua jam. keduanya melampiaskan semua beban pikiran, perasaan, luka dalam permainan itu . hingga akhirnya jova ambruk setelah mereka meneriakkan nama masing masing


jova menarik tubuh xixi masuk dalam pelukannya "maafkan aku membuatmu kelelahan" ucap jova lirih , xixi hanya tersenyum


"aku minta maaf atas semua kesalahanku, ijinkan aku membuka lembaran baru bersamamu, aku akan gunakan sisa hidupku menebus kesalahanku" ucap jova


"Aku tau kau jijik denganku, tak usah memaksa diri melayani kebutuhan biologisku, aku bisa melakukannya di kamar mandi"


"kamar mandi?" tanya xixi


"ya kamar mandi, sejak menikah aku tak pernah memasuki siapapun selain kamu" ucap jova "kaylin??"


"tidak pernah sama sekali, aku impoten dadakan saat bersamanya karena diotakku hanya ada istriku dan dan bayiku"


"aku ditipu, aku bersamanya karena rasa bersalah, ia berdusta mengatakan ayahku mengugurkan anak kami dulu dan memaksanya pergi dengan menculiknya, aku merasa bertanggung jawab atas perbuatanku ternyata semua drama, ayahku tak melakukannya"


"dia kembali karena mengira aku sudah menjadi pewaris ayahku, ternyata aku tak memegang uang tak mampu memberinya hidup hedon, aku hanya hidup dari uang saku, jadi dia bermain dengan sejumlah pengusaha. saat kau pergi ayahku mengungkap semua"


"aku tau aku salah, ku mohon maafkan aku dan berikan kesempatan kedua"


"bagaimana kalau ia kembali?"


"dia sudah mati, ayahku sudah menghabisinya"


"xixi maafkan aku.. aku mencintaimu.. kau tau aku hampir bunuh diri saat kau koma. aku mau menemanimu sampai akhirat . aku sadar aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu, kita mulai lembaran baru ya"


xixi mengangguk "ini kesempatan terakhir untukmu"


"terima kasih sayang" ucap jova dan mengecup istrinya bertubi tubi. ia pun kembali terpancing dan mengukung istrinya


"tidak.. aku lelah" tolak xixi


"baiklah aku tak akan melakukannya, aku hanya menyusu saja"


jova menyerang istrinya sampai xixi tak kuat sendiri "masukkan kak" mohonnya. jova menyeringai jahat "aku akan menghukummu dulu"


__ADS_1


__ADS_2