
"Aku tanya sekali lagi, kalian menyerah atau kami akan menghabisi kalian!!" seru Dan-lee yang terlihat sudah mengarahkan pedangnya kepada para bandit gunung.
Para bandit gunung harus memikirkan mengenai keputusan mereka, mereka harus memikirkan hidup atau mati jika mereka tidak mau tunduk di hadapan pasukan naga, maka mereka juga akan kehilangan nyawa.
"Tuan kita harus tunduk kepada mereka, daripada kita kehilangan nyawa para pasukan kita sudah banyak yang kehilangan nyawa!!" seru anak buah bandit gunung.
Zoya menatap pimpinan bandit gunung, wanita itu melangkah maju dan mengarahkan pedangnya ke leher bandit gunung.
"Siapa namamu?" tanya Zoya. gadis berumur 18 tahun itu benar-benar sangat luar biasa, tak ada jawaban dari pimpinan bandit gunung. Hal itu membuat Zoya benar-benar tersinggung. Zoya kemudian memberikan sedikit luka di leher pimpinan bandit gunung.
"Aku tanya sekali lagi, siapa namamu?!" seru Zoya kembali.
Darah telah keluar dari leher pimpinan bandit gunung. Hal itu membuat bandit gunung menatap wanita yang ada di depannya, "kejam" itulah kata yang keluar dari mulut pimpinan bandit gunung.
"Namaku aku Dong mi." jawab pimpinan bandit gunung.
"Jadi namamu Dong mi, Baiklah Tuan Dong mi aku akan melepaskanmu dan memberikanmu Maaf. Namun jika kami telah menjadikanmu anak buah dan Kau menghianati kami, maka jangan salahkan kami jika tiba-tiba aku harus membantai kalian semua." ucap Zoya dengan salah satu mata yang disipitkan. kilatan mata pembunuh itulah yang dapat ditangkap oleh Dong mi ketika melihat Zoya.
"Kami tidak akan pernah menghianati kalian, tapi jika kami diberikan kebebasan untuk bertahan hidup." Jawab Dong mi.
"Tentu saja, Jenderal! bahwa mereka semuanya!!" seru Zoya.
Para penduduk desa yang melihat pasukan perguruan naga mereka benar-benar sangat bahagia, mereka tidak akan pernah mengira kalau para pasukan perguruan naga akan turun untuk menolong mereka.
"Tuan, Nona, Terima kasih banyak karena kalian telah menolong kami!!" seru para penduduk desa.
"Tidak, Kalian tidak perlu berterima kasih padaku. tapi aku minta kepada kalian belajarlah untuk bertahan hidup agar kalian bisa mempertahankan diri kalian sendiri. jika kalian seperti ini terus aku yakin jika suatu saat ada penjahat lain yang ke sini kalian akan kehilangan nyawa!!" seru Zoya yang meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan ilmu peringan tubuhnya.
King yang melihat hal itu, pria itu hanya tersenyum saja, dia tidak mengatakan sepatah kata pun, tatapan mata para penduduk di bawah gunung naga nampak mereka menatap seorang pria tampan yang memiliki tubuh begitu gagah.
__ADS_1
"Tuan, Terima kasih karena telah menolong kami." ucap para penduduk desa.
"Tidak apa-apa, kalau bisa kalian belajarlah untuk mempertahankan diri kalian. belajarlah ilmu bela diri agar kalian bisa mempertahankan diri kalian." ucap King.
Tatapan mata para penduduk desa saling menatap satu sama lain,
"Apa yang harus kami lakukan, Tuan? tidak mungkin kami melatih ilmu-ilmu ilmu bela diri karena kami tidak mempunyai guru untuk melatih kami." jawab para penduduk desa.
"Kalau begitu, naiklah gunung. para pasukan ku akan melatih kalian. jangan sampai kalian menjadi orang-orang yang ditindas oleh para penjahat." ucap King yang kemudian meninggalkan para penduduk desa.
Kabar mengenai kemenangan King dan Zoya sudah terdengar oleh guru Liu. pria tua itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ternyata aku benar, wanita itulah yang akan mengantarkan King menuju tahtanya. aku yakin wanita itu akan menjadikan King seorang pria yang mempunyai kebijaksanaan luar biasa." ucap guru yang terlihat menunggu kedatangan para pasukan perguruan naga.
Para murid perguruan naga dan pasukannya tidak turun semua, hanya puluhan atau sekitar 60 orang saja, namun terlihat mereka semua sudah bisa membantai kelompok bandit yang berjumlah di atas 100.
"Aku sangat senang kau bisa menumpas mereka semuanya, Zoya!!" seru guru Liu.
"Tentu saja guru, aku akan menumpas orang-orang yang telah memberikan kita kekacauan yang benar-benar sangat besar." ucap Zoya yang kemudian memberikan pelukan kepada gurunya.
"Di mana King?" tanya guru Lio kepada Zoya.
"Dia masih berada di belakang, guru." jawab Zoya yang kemudian pergi dari gerbang perguruan naga.
"Zoya!!" seru Jendral Dan-lee.
"Ada apa, Jenderal?" tanya Zoya kepada Jenderal dan Li.
"Kelihatannya nanti kita harus melihat perbatasan Desa Selatan." ucap Jendral dan-lee.
__ADS_1
"Memangnya Ada apa, Jenderal?" tanya Zoya.
"Kelihatannya di sana ada salah satu pasukan kerajaan api yang bersembunyi disana." Jawab Jenderal Dan-lee.
"Maksud Jenderal?" tanya Zoya yang sedikit kebingungan.
"Aku berhasil mengetahui kalau salah satu penghianat yang ada di Kerajaan Api sekarang bersembunyi di perbatasan Desa Selatan. yang aku dengar juga kalau pria itu sedang melakukan konspirasi untuk menyerang kerajaan Api." jawab Jenderal Dan-lee.
Senyuman Zoya benar-benar tersirat begitu indah, saat dia mengetahui kabar salah satu orang yang yang menjadi musuhnya kini berada di di perbatasan Desa Selatan yang tidak jauh dari gunung naga.
"Sebaiknya kau ke sana Zoya, lihatlah Apakah dia salah satu orang yang telah membantai keluargamu!" seru guru Liu. tidak pernah sekalipun guru Liu mencoba untuk menghentikan Zoya untuk membunuh orang-orang yang telah membunuh keluarganya
"Kau tidak boleh pergi selama aku tidak mengizinkanmu pergi!!" yang seru King yang sudah berada di tempat itu.
Zoya menoleh, menatap King yang sudah berjalan ke arahnya.
"Terserah padamu kalau begitu." jawab Zoya yang kemudian meninggalkan tempat keberadaan King menuju kamarnya. Zoya sangat tahu benar Bagaimana sifat King. jika pria itu dia tentang maka King akan semakin mengekang dirinya Hal itu membuat Zoya membiarkan apapun yang diinginkan oleh King.
Hujan gerimis hari ini benar-benar membuat Zoya begitu terlelap. wanita itu mengistirahatkan tubuhnya setelah melakukan pertarungan dengan para kelompok bandit gunung.
Semilir angin membuat Zoya terbangun dan melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, Zoya berjalan menuju tempat pelatihan yang ada di perguruan naga. seorang wanita cantik yang memakai pakaian berwarna biru langit, dia mengurai rambutnya yang hampir sepantat. Zoya tersenyum melihat seorang pria yang melatih ilmu bela dirinya di bawah guyuran air hujan. wanita itu tersenyum menatap King yang tidak memakai pakaian atas, dia hanya memakai celana sambil melatih ilmu bela diri.
Zoya tersenyum, hatinya sedikit berdebar ketika melihat king seperti itu. tatapan mata king tiba-tiba tertuju pada Zoya yang sedang berdiri sambil menatap wajahnya. rambutnya yang tertiup angin semakin membuat Zoya terlihat cantik, King menghentikan pergerakannya. Dia berjalan mendekati Zoya.
"Kenapa kau keluar tidak memakai mantel?" tanya King kepada Zoya.
"Tidak, ini juga tidak terlalu dingin." jawab Zoya sambil tersenyum menatap King.
>>>> bersambung <<<<<
__ADS_1