PERMAISURI YANG TERLUPAKAN

PERMAISURI YANG TERLUPAKAN
Kabar dari Dan-lee


__ADS_3

"Ada apa Dan-lee? Apakah ada sesuatu yang ingin kubicarakan hingga kau benar-benar begitu ketakutan?" tanya King kepada Dan-lee.


"Kelihatannya kaisar kerajaan ini mempunyai rencana licik untuk menguasai kerajaan kita." jawab Dan-lee. kemudian terlihat Zoya mulai mengerti kemana arah pembicaraan dan-lee dan suaminya.


"Sudahlah Dan-lee, lebih lebih baik kita lakukan sesuai rencana kita. jika mereka berusaha untuk menyerang kita lebih baik kita berikan mereka pelajaran yang benar-benar tidak akan mereka lupakan." jawab Zoya.


Sesaat kemudian terlihat King sedikit merasakan api cemburu Ketika istrinya berbicara dengan Dan-lee, padahal dia sudah tahu kalau sepupunya itu sudah menikahi Putri Haina.


"Maaf Kaisar Dan-lee, dia sekarang istriku.. dia adalah Permaisuri Kerajaan Awan." ucap Kaisar King yang sedikit cemburu dengan Dan-lee.


"Maaf Yang Mulia." ucap Dan-lee sambil tersenyum kepada King.


"Sudahlah suamiku, kau jangan seperti itu.. dia ini teman baikku lo." ucap Permaisuri Zoya yang memperingatkan sang suami agar dia tidak marah kepada Dan-lee.


"Sebaiknya kita masuk istriku, karena aku yakin kalau Kaisar Yongsil sedang menunggu kita." jawab Kaisar King yang kemudian membawa istrinya untuk memasuki Tempat pesta yang sudah diadakan oleh Kaisar Yongsil.


Terlihat di tempat lain seorang pria sedang menatap Zoya yang sedang berbincang-bincang dengan kaisar Dan-lee, pria itu dadanya terus berdebar saat melihat Betapa cantik wajah Zoya saat ini.


"Aku tidak akan pernah mengira, kalau aku melakukan kebodohan yang begitu besar." ucap Kaisar Zenetti yang menatap Zoya telah pergi bersama sang suami. lihat pria itu menatap Zoya secara diam-diam di sebuah tempat yang begitu terpencil ternyata Kaisar Zenetti tidak lagi menginginkan sebuah kemewahan dari sebuah kerajaan. dia hanya menginginkan seorang wanita yang dulu dia sia-siakan, seorang permaisuri Yang terlupakan.


Terlihat Selir Yula menatap permaisuri Zoya, seorang selir yang tidak pernah diangkat menjadi permaisuri di Kerajaan Barat, karena Kaisar Yongsil tidak ingin posisi Permaisuri dimiliki oleh siapapun, sebelum dia bertemu dengan wanita yang dia cintai. bahkan Kaisar Yongsil tidak pernah mencintai selir Yula sama sekali, pria itu selalu bergelut dengan semua permasalahan Kerajaan dan bergonta ganti wanita. bahkan semua wanita yang ingin mendekati Kaisar Yongsil akan selalu di jadikan simpanan atau pemuas nafsu sang kaisar saja.


Kaisar Yongsil telah berubah menjadi sosok pria yang begitu kejam, arogan, bahkan pria itu sekarang tergolong menjadi Kaisar yang begitu sadis karena keinginannya untuk menguasai seluruh kerajaan yang ada di dataran 4 wilayah.


"Mari Yang Mulia." ucap Kasim Daeng yang meminta Kaisar King untuk memasuki Kerajaan.


Saat berada di dalam istana, tatapan mata Kaisar Yongsil terus menatap Zoya dengan tatapan yang begitu berhasrat, bahkan pria itu tersenyum. "Akan kupastikan kalau wanita ini akan menjadi istriku yang selanjutnya." guman Kaisar Yongsil dalam hati. ternyata pria itu sudah merencanakan sesuatu kepada Kaisar King.


Suara kemeriahan pesta yang diadakan oleh Kaisar Yongsil begitu meriah. Hal itu membuat seluruh tamu yang berada di sana mereka tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Kaisar Yongsil telah mencampurkan racun di dalam makanan dan minuman yang akan dimakan oleh semua tamu, Zoya tidak pernah memikirkan hal itu, terlihat wanita itu hanya tersenyum kepada sang suami yang terus mendekapnya.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup untuk melihat pemandangan seperti ini." ucap kaisar Yongsil yang menatap Zoya sedang bermesraan dengan Kaisar King.


"Jika Yang Mulia tidak sanggup untuk melihat kemesraan Kaisar King dan permaisuri Zoya, lebih baik kita keluar." ucap Kasim kepada Kaisar Yongsil.


Sebuah kebahagiaan yang akan menjadi awal mula bencana bagi Zoya, Gadis itu tidak akan pernah tahu ada sebuah rencana busuk yang telah dilakukan oleh Kaisar Kiong-hi. Bahkan sang Kaisar telah meminta beberapa Kaisar yang lain untuk bersekutu dengannya.


Suara letusan kembang api yang menjadi pertanda semua rencana Kaisar Yongsil telah dimulai, beberapa pasukan yang mengawal Kaisar King dan permaisuri Zoya telah diberi minuman yang bersih obat bius agar para pasukan Kerajaan Awan tidak akan bisa membantu Kaisar mereka. terlihat Kaisar Yongsil masih belum mengetahui bagaimana sepak terjang Kaisar Kerajaan Awan Dan permaisurinya.


"Aku tidak pernah mengira, kalau Kaisar kerajaan ini ingin menghabisi kita semua!" ucap beberapa pejabat yang telah di beri obat tidur oleh para pasukan Kaisar Yongsil.


"Jangan salahkan Kaisar kami, jika beliau akan menghabisi kalian." guman para pasukan yang telah berpura-pura pingsan.


Aaaa...


Suara teriakan dan bau amis darah para beberapa prajurit Kerajaan Awan telah menyeruak di dalam kediaman para prajurit Kerajaan Awan.


"Entahlah istriku, kelihatannya mereka sedang bersenang-senang di tempat lain." jawab Kaisar King, padahal pria itu tahu kalau para pejabat dan para prajuritnya sedang melakukan perintahnya untuk menangkap semua kejahatan dari Kaisar Yongsil.


"Apakah mereka sudah melakukan semua yang kita perintahkan?" Zoya kepada sang suami.


Sedangkan di tempat lain, terlihat Kaisar Yongsil sedang berada di taman dekat kediaman para pejabat Kerajaan Awan.


Sring..


Trangg...


Zlepp..


Brakkk.

__ADS_1


Terdengar suara teriakan bahkan suara barang-barang yang pecah yang ada di kediaman para pejabat Kerajaan Awan.


"Apakah mereka sudah melakukan perintah yang aku berikan?" tanya Kaisar Yongsil kepada Kasim kerajaannya.


"Saya tidak tahu Yang Mulia, tapi kemungkinannya sudah karena suara teriakan itu berasal dari para pasukan Kerajaan Awan." jawab Kasim.


"Sebaiknya kau suruh beberapa pengawal untuk melihat apa yang terjadi di kediaman para pejabat Kerajaan Awan, Aku ingin mereka semuanya segera mati karena aku dengan mudah akan mendapatkan wanita itu." seru Kaisar Yongsil.


"Baik Yang Mulia." jawab Kasim.


Akhirnya sang Kasim meminta beberapa pengawal untuk melihat kebisingan yang terjadi di dalam kediaman para pejabat Kerajaan Awan.


Tak berselang lama, beberapa pasukan itu kembali dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Ada apa, kenapa kalian seperti itu?" tanya Kaisar Yongsil kepada para pengawalnya.


"Kami sudah menjalankan perintah Yang mulia, para pengawal banyak yang meninggal. jadi kita tinggal membunuh Kaisar King." jawab seorang perajurit.


Terlihat Kaisar youngsil, tertawa pria itu tidak mengetahui kalau King dan Yura sudah berada disebuah tempat dan mendengarkan seluruh pembicaraan Kaisar Yongsil bersama para prajuritnya.


"Ternyata pria itu benar-benar kurang ajar sekali." ucap King.


"Tentu saja dia kurang ajar, suamiku. kalau dia tidak kurang ajar bukan namanya Yongsil." jawab Yura.


"Apa tidak sebaiknya kita habis dia saja?" tanya King kepada Yura.


"Tidak, kita bersandiwara dahulu. Setelah semuanya sudah selesai kita akan membantai mereka karena mereka berusaha untuk mencelakai kita." jawab Zoya.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2