
Satu petinggi kerajaan awan Telah kehilangan nyawa.
Penyerangan kerajaan matahari ke Kerajaan Awan membuat semangat para pasukan kerajaan matahari berkobar dengan kehadiran king dan Zoya di tengah-tengah mereka, para pasukan bersemangat karena ratu Kerajaan matahari ikut berperang melawan musuhnya.
Keheningan malam menjadi saksi saat King dan pasukannya menyerang kerajaan Awan, beberapa saat setelah perjalanan itu telah mereka lakukan.
Terlihat King telah mengarahkan para pasukannya untuk segera berbaris menjadi 4 pasukan, hal itu membuat para pasukan kerajaan tanah merah terbagi menjadi tiga
kubu untuk menyerang dari 4 penjuru. hal itu akan membuat pergerakan kerajaan awan terkunci, apalagi penyerangan kerajaan tanah merah dengan tiba-tiba.
Nampak para pasukan dan pemimpin mereka telah mengangguk tanda menerima perintah.
"Isteriku, sebentar lagi peperangan akan terjadi, kau tetaplah bersamaku selalu! jangan sampai kau terpisah dariku." seru King yang kemudian memerintahkan para pasukannya untuk menyerang di gerbang depan.
"Tenanglah, aku tidak akan pergi dari sisimu, kau jangan khawatir suamiku. aku sudah berjanji akan terus bersamamu jadi Aku tidak akan pernah mengingkari janjiku." seru Alicia yang kemudian bersiap-siap untuk menyerang gerbang depan kerajaan Awan.
"Serang!!" seru King yang membuat para pasukannya langsung menyerang gerbang depan kerajaan Awan.
Mereka telah mendobrak pintu gerbang kerajaan itu dengan menggunakan kayu yang besar dan didorong oleh puluhan orang. ternyata para pasukan King mencari jalan agar pasukannya dan pasukan istrinya terpisah.
Brakkk..
Brakkk..
Brakkk..
Para pasukan Zoya telah mendobrak pintu kerajaan awan. Hal itu membuat kerajaan awan yang lengah langsung terbobol seketika.
"Kita serang Mereka!!" seru para pasukan King yang telah berhadapan dengan para pasukan Kaisar Zanetti.
"Ada apa ini." seru para pasukan kerajaan awan, terlihat mereka begitu kaget saat para pasukan kerajaan matahari telah memasuki kerajaan awan dan membantu para penduduk tersebut.
"Serang!!" seru King yang telah menghunuskan pedang kepada para pasukan kerajaan awan.
Terlihat beberapa pasukan kerajaan awan langsung meniup terompet tanda keadaan darurat.
TRANGGG...
TRANGGG...
__ADS_1
TRANGGG..
suara pedang yang mengalun begitu keras, para pasukan kerajaan matahari dan awan sudah berperang dengan begitu hebatnya. para penduduk kerajaan juga tidak mau kalah, mereka semua melawan para pasukan kerajaan nya sendiri.
beberapa saat kemudian..
Para pasukan kerajaan awan telah keluar dan mulai menyerang para pasukan kerajaan matahari. karena hal itu tidak berpengaruh sama sekali. para pasukan kerajaan matahari telah menyerang kerajaan Awan terlebih dahulu, hingga membuat para pasukan kerajaan matahari langsung kocar-kacir. sedangkan beberapa pasukan langsung berlari ke kediaman istana kerajaan.
"Yang Mulia...,Yang Mulia....,Yang Mulia!!" seru salah satu pasukan yang berlari di depan kaisar Zenetti.
"Ada apa!!" seru kaisar Zenetti.
"Yang Mulia! kita tidak akan mampu untuk menandingi para pasukan kerajaan matahari!!" teriak pasukan kerajaan awan.
"Apa maksudmu." seru Kaisar Zenetti kepada pasukannya.
"Benar Yang Mulia! mereka telah menyerang kerajaan kita, pasukan kita banyak yang kehilangan nyawa!!" seru pengawal itu yang kemudian berdiri dan menunggu perintah dari Kaisar Zenetti.
"Bagaimana kondisi para pasukan kita? Apakah pasukan musuh sudah memasuki kerajaan kita." tanya Kaisar Zenetti.
Nampak pria tua itu sudah tidak bisa berpikir lagi, maksud hati ingin menjalin kerjasama dengan King. namun surat ancaman yang dia berikan membuatnya malah terjebak pada permainannya sendiri.
"Ternyata pria itu tidak main-main dengan apa yang dia katakan, pemberontak para rakyaku telah membuatnya menggunakan cara ini untuk menyerang kerajaan ku." guman Kaisar Zenetti yang kemudian berbalik ke kamarnya dan mengenakan pakaian kebesaran perangnya.
"Segera kita menuju gerbang! kau ku perintahkan untuk membangunkan keluargaku semua! bawa mereka di tempat persembunyian kita, kalau tidak parah rakyat yang kelaparan ini akan benar-benar murka, aku takut keluargaku akan dalam bahaya!!" seru Kaisar Zenetti yang memerintahkan pasukannya untuk menjemput dan menyembunyikan keluarganya. Sedangkan para putranya yang sudah dewasa, dia meminta para pasukan untuk membantunya menghalau para pasukan kerajaan tanah merah.
Para keluarga Kerajaan Awan begitu terkaget saat mendengar penyerangan dari kerajaan matahari, para pengawal itu telah membawa para wanita kerajaan awan untuk keluar kerajaan padahal di dalam kerajaan sudah ada Zoya yang bersiap untuk membunuh siapa saja yang berada di dalam kerajaan itu. saat para pasukan Kerajaan Awan hendak memasuki kerajaan Mereka terlihat mereka tidak dapat masuk ke sana karena pintu gerbang kerajaan telah diduduki oleh para pasukan kerajaan matahari.
"Kalian mau kemana!" seru Zoya yang menghadang para pasukan yang ada di dalam kerajaan hendak membawa para wanita keluarga Kerajaan.
"Kalian mau apa!" seru para wanita kerajaan tanah merah.
"Kalian tidak akan pernah bisa meninggalkan kerajaan ini." seru para pengawal pasukan kerajaan matahari.
"Apa salah kami hingga kalian menyerang kami." seru para wanita Kerajaan Awan.
"Salahkan saja Kaisar kalian! karena dia telah membuat Kaisar kami menjadi murka." jawab para pasukan kerajaan matahari.
"Jangan salahkan kami karena kesalahan Kaisar kalian yang telah membuat masalah pada Kerajaan kami!" seru Zoya.
__ADS_1
"Lepaskan kami."
"Lepaskan kami."
Suara teriakan yang keluar dari para wanita anggota kerajaan Awan. Suara teriakan itu nampak begitu memilukan, sedangkan di gerbang kerajaan Awan. Zoya sudah mulai menghabisi para pasukan itu.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Zoya, nampak Zoya selalu mencari keberadaan pria tua yang berani mengusik hatinya.
"Jika kalian melihat para selir kerajaan awan, segera kalian beritahu aku!" seru Zoya kepada pasukan kerajaan matahari.
"Baik." seru para pengawal dan pasukan setelah mendengar perintah Zoya.
Jlebb...
Jrebb...
Zlebb...
Zoya sudah mulai menebas para pasukan kerajaan awan, nampak mata itu mencari-cari sosok selip kaisar Zenetti.
"Aku akan segera menemukanmu para wanita itu!!" seru Zoya yang kemudian berjalan menuju istana kerajaan awan, nampak pandangan Zoya tertuju ke suatu tempat.
Hyaaaa...
Nampak beberapa pasukan kerajaan awan ingin menyerang Zoya, namun hal itu bisa Zoya hindari.
"Kalian ingin membunuhku! mimpi saja." seru Zoya yang menangkis serangan beberapa pasukan.
"Jangan remehkan kami." seru para pasukan kerajaan awan yang telah menyerang Awan.
Nampak beberapa pasukan itu mencoba untuk melindungi junjungan mereka, namun hal itu malah membuat Zoya semakin mendendam.
"Dimana Kaisar tua bangka itu." seru Zoya yang bertanya kepada para pasukan kerajaan awan.
"Wanita lancang! beraninya kau menentang Kaisar kami." seru para pasukan kerajaan awan.
"Kalau begitu maaf kan atas kelancangan ku." jawab Zoya yang kemudian mengayunkan pedangnya hingga membuat beberapa pasukan kehilangan nyawanya.
Entah dari mana keberanian Zoya muncul, nampak wanita itu seperti seorang iblis wanita yang terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Memang sewaktu di dunianya Zoya adalah wanita yang mempunyai keteguhan hati yang sangat besar apalagi dia mempunyai ilmu beladiri yang lumayan.
*** bersambung ***