
Memang mereka benar-benar bisa di katakan sebagai wanita yang kurang kerjaan, Bagaimana bisa? karena beberapa wanita sudah mulai melakukan sesuatu untuk memisahkan King dan Zoya.
Hari ini Kaisar Zenetti sudah mulai memerintahkan seluruh anak buahnya untuk bersiap-siap untuk segera kembali ke kerajaannya.
"Lebih baik kalian mulai bersiap-siap untuk kembali ke kerajaan kita!" perintah kaisar Zenetti.
"Baik yang mulia." jawab para prajurit.
Kaisar Zenetti sudah memberikan kabar kepada kaisar king, kalau rombongan Kerajaan Awan akan segera kembali.
"Apakah Yang mulia yakin?" tanya Jendral kerajaan Awan.
"Sekarang kita kembali ke kerajaan kita, daripada kita mempunyai rencana yang sangat minim hal itu akan membuat kita sendiri jatuh semakin terpuruk." jawab Kaisar Zanetti yang kemudian menyuruh anak buahnya untuk segera kembali ke kerajaannya. pria itu benar-benar tidak akan mau menyerahkan kedudukannya sebagai seorang raja jika sampai dia kalah dari Kaisar King.
"Baiklah Yang mulia, kalau begitu lebih baik kita kembali ke kerajaan kita. daripada kita akan menjadi mainan dari Kaisar King." jawab Jenderal Kerajaan Awan.
"Kau benar, segera kau persiapkan segalanya. aku akan berpamitan dengan pria itu." jawab Kaisar King yang kemudian pergi dari kamarnya menuju ke istana pribadi milik king.
Rombongan kerajaan mereka semuanya benar-benar sangat terkejut, mereka tidak akan pernah mengira kalau kaisar kerajaan matahari adalah seorang pria yang mampu melakukan segalanya. bahkan pria itu dengan sangat mudahnya membunuh ratusan pasukan penghianat yang ada di kerajaannya.
Kaisar Zenetti berjalan bersama beberapa selir dan pengawalnya. pria itu berjalan menuju istana pribadi milik King dan Zoya.
suara canda tawa yang terdengar di telinga Kaisar Zenetti nampak membuat pria itu begitu penasaran.
Tatapan matanya menatap seorang wanita cantik yang sedang bermain kejar-kejaran dengan suaminya.blangkah kaki Kaisar Zanetti seketika terhenti, pria itu terus menatap Zoya yang tersenyum begitu bahagia.
"Seandainya wanita itu adalah istriku, pasti aku akan sangat bahagia. Lihatlah dia benar-benar membuat pria itu begitu bahagia." guman kaisar Zenetti.
Suara teriakan dari Kaisar Zanetti benar-benar membuat hatinya terus memberontak, baru pertama kali ini dia merasakan perasaan yang begitu aneh. dia jatuh cinta kepada seorang wanita, tidak akan pernah menyangka kalau di hatinya terus berdebar, sebuah debaran yang tidak pernah dia rasakan selama ini dari para selir dan wanita yang ada di kerajaannya.
"Kenapa aku harus bertemu dengan wanita itu sekarang? kenapa aku tidak bertemu dengannya semenjak dahulu. kalau aku bertemu dengannya semenjak dahulu, Aku tidak akan perlu mencari begitu banyak istri untuk membahagiakan ku." ucap kaisar Zenetti yang terus menatap Zoya dan King yang begitu bahagia.
__ADS_1
Saat kemudian king dan Zoya, mereka merasakan kehadiran seseorang yang berada tidak jauh dari mereka.
"Kelihatannya ada seorang tamu yang sedang mengawasi kita, suamiku." ucap Zoya.
"Apa benar istriku, kelihatannya dari tadi dia melihat kita bersenang-senang, apakah kau ingin membuatnya terus merasakan api amarah yang begitu luar biasa?" tanya King kepada sang istri.
Terlihat King berbicara sambil memberikan ciuman di pipi istrinya. Hal itu membuat pemandangan yang sangat mengiris hati kaisar Zenetti.
"Mengapa mereka harus melakukan hal itu padaku, aku benar-benar akan memberikan mereka pelajaran. aku akan membuat kerajaan semakin kuat setelah itu, aku akan mengambil wanita itu dari pria sombong itu." ucap Kaisar Zanetti yang terlihat sudah mulai menetralkan debar jantungnya. "Aku yakin suatu saat nanti aku pasti akan mengambil mu dari pria itu. Lihatlah Akan kujadikan kau permaisuri ku, akan kujadikan kau wanita yang paling berbahagia di muka bumi ini." ucap kaisar Zenetti yang terlihat begitu tergila gila dengan Zoya.
Biarlah semuanya berlalu seperti ini, rencana yang berjalan dan semua keadaan yang terjadi saat ini.
"Yang mulia Kaisar, Apa yang sedang kau lakukan di sana?!" seru King kepada kaisar Zanetti.
Pria itu menampakan senyum palsu kepada King agar pria itu tidak mengetahui kalau dia dari tadi dia memperhatikannya dan istrinya yang terus bercanda gurau.
"Maafkan hamba Yang mulia, karena hamba harus kemari." ucap Kaisar Zanetti kepada King.
"Saya harus segera kembali ke kerajaan saya, karena ada beberapa urusan yang harus segera saya selesaikan." ucap Kaisar Zanetti yang membuat King ingin menertawakan pria itu dengan sangat keras.
"Kenapa Anda terburu-buru, Yang mulia. Apakah anda tidak betah berada di kerajaan kami?" tanya Zoya sambil tersenyum,
Wanita itu menunjukkan senyumnya yang begitu cantik, hingga membuat Kaisar Zanetti terus berdebar.
"Aku akan membuatmu semakin terpuruk, aku akan memperlihatkan kemesraan ku dan suami ku begitu kejam, kau memperlakukan diriku dahulu Kau selalu menganggap aku seperti sampah." ucap Zoya yang terlihat mulai mengatakan sesuatu kepada suaminya.
"Oh ya, suamiku. nanti kau jadikan mengajakku ke suatu tempat?" tanya Zoya kepada King.
Tentu saja King menganggukkan kepalanya, kemudian menarik salah satu tangan istrinya itu dan memberikan ciuman yang begitu hangat.
"Akan melakukan apapun dan akan kuberikan untukmu, istriku tercinta." ucap King yang kemudian memberikan kecupan di kening Zoya di hadapan kaisar Zanetti.
__ADS_1
Sang Kaisar bagaikan tersambar api, dia tersambar petir dengan kekuatan yang sangat luar biasa. karena dirinya harus melihat tontonan yang benar-benar membuat hatinya terbakar.
"Oh ya Yang Mulia, Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya King kepada kaisar Zanetti.
"Memangnya Anda mau menanyakan apa, yang mulia?" tanya Kaisar Zenetti kepada King.
"Aku pernah mendengar kalau kau pernah mempunyai seorang calon istri, Benarkah?" tanya King yang membuat Kaisar Zanetti menatap pria itu.
"Apa maksud Yang mulia?" tanya Kaisar Zenetti kepada King.
"Yang saya dengar bahwa anda mempunyai seorang permaisuri dari sebuah kerajaan, lalu di mana permaisuri itu?" tanya King kepada kaisar Zenetti.
Terlihat sebuah senyum yang begitu lebar di wajah Kaisar Zanetti saat dia mendapatkan pertanyaan seperti itu.
"Apakah maksud Anda permaisuri Yang terlupakan itu Yang mulia?" tanya kaisar Zenetti yang membuat King dan Zoya menatap pria itu.
"Maksudmu?" tanya King kepada kaisar Zenetti.
"Iya, dia adalah permaisuri Yang terlupakan di kerajaan Saya. seorang wanita yang tidak mempunyai kepintaran, Begitu bodoh tidak bisa melakukan apapun dan dia hanya mempunyai keterampilan menangis saja." Jawab Kaisar Zanetti dengan begitu lugasnya. seolah dia tidak pernah membuat Putri Merlin menderita dengan semua yang dia lakukan.
"Maksud Anda?" tanya King kembali.
"Namanya adalah Putri Merlin. Putri yang begitu bodoh dari kerajaan barat, bahkan wanita itu adalah wanita yang tidak bisa dikatakan sebagai permaisuri, dia begitu tidak pantas menjadi pendamping saya." jawab Kaisar Zanetti.
Hati Zoya benar-benar begitu murka ketika pria itu mengatakan sesuatu mengenai dirinya.
"Lalu di mana istrimu itu?" tanya King kepada ada kaisar Zenetti.
"Jangan katakan dia sebagai istri saya, dia hanyalah seorang budak di kerajaan saya, saya terpaksa menikahinya." jawab Kaisar Zenetti.
*** bersambung ****
__ADS_1