PERMAISURI YANG TERLUPAKAN

PERMAISURI YANG TERLUPAKAN
Goyahnya Kerajaan Awan.kematian Jendral Kerajaan Awan


__ADS_3

Para pasukan kerajaan awan sangat antusias untuk menyerang para penduduk Kerajaan Awan yang sangat bersemangat itu, pasukan yang selalu menindas para rakyat.


"Kita akan segera meruntuhkan Kerajaan Awan." seru para pasukan Kerajaan Awan.


"Kita balas kan dendam kita kepada mereka! karena mereka selalu menindas kita orang-orang kecil, dan selalu melecehkan para wanita." seru para rakyat Kerajaan Awan.


Hal itu membuat para pasukan nampak hatinya sangat bergetar, karena para rakyat yang mempunyai kekuatan yang besar itu dipimpin oleh pemimpin wanita, dan seorang pria.


Amarah telah bergejolak dihati para pasukan kerajaan awan, mereka bangga karena mereka mempunyai pemimpin yang sangat hebat. walau dengan wujud seorang kaisar kejam.


Hari berlalu waktu pun berganti, dan waktu untuk menyerang Kerajaan Awan telah tiba, para pasukan kerajaan matahari telah bersiap-siap dengan baju perang dan peralatan yang telah mereka siapkan.


Tak ada satu pasukan yang merasa gentar, tak ada satu pasukan yang merasa ketakutan. semua pasukan kerajaan matahari merasa bangga dan mereka yakin akan bisa mengalahkan Kerajaan Awan.


"Kalian sudah siap!" seru King yang memimpin pasukan pria.


Sedangkan Zoya nampak berjalan dengan memakai pakaian hitam yang dia kenakan, semua mata mengarah pada wanita itu. sosok cantik yang memakai pakaian serba hitam nampak terlihat cantik, senyum misterius dan mematikan.


"Hormat kami yang mulia!!" seru para pasukan kerajaan matahari, nampak King hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada para pasukannya.


"Kuatkan hati kalian! jiwa kalian raga kalian dan pemikiran kalian, karena kita akan menyerang kerajaan terbesar di daratan ini. jika kalian merasa takut maka kalian boleh tinggal di sini! kita akan membawa kemenangan dan kemasyuran untuk kerajaan kita." seru King yang membuat mereka bergidik ngeri dan merasa bangga dengan wanita yang ada di depannya.


Bahkan kaisar Zoya yang mendengar perkataan suaminya, dia merasa bangga dengan pria yang telah dinikahinya beberapa bulan yang lalu.


"Kita jalankan sesuai dengan rencana yang telah kita susun. jenderal kau dan pasukanmu akan menyerang di kediaman para pejabat sedangkan komandan, kau akan menyerang di kediaman para petinggi peperangan yang lain. kalian para penduduk desa akan menyerang kediaman pejabat, Aku dan isteriku akan menyerang Istana!!" seru King yang mengalun saat memberikan perintah kepada para pasukannya, hal itu membuat para pasukan itu yakin kalau mereka telah ditempatkan di tempat yang sangat hebat. dan mereka yakin mereka akan bisa mengalahkan orang orang dari Kerajaan Awan.


Derup Langkah kaki kuda telah keluar dari kerajaan awan, para penduduk dan pasukan kerajaan matahari sudah terlihat menjadi satu. kaisar Zenetti dan pasukannya belum mengetahui Hal itu.


"Semoga kita kembali dengan selamat dan mendapatkan kemenangan yang kalian inginkan!!" seru King.

__ADS_1


Para Penduduk sangat terkejut karena kedatangan para pasukan kerajaan matahari.


Perjalanan yang dilakukan King beserta para pasukannya membuat para orang-orang kerajaan awan akan sangat terkejut. mereka berseru dan mendoakan kemenangan untuk Para pasukan dan kaisar King beserta istrinya.


Suara langkah kaki kuda terus bergema di seluruh penjuru jalan menuju kerajaan awan,


King beserta pasukannya melakukan penyerangan saat senja akan tenggelam, di saat itulah para pasukan akan merasakan kelelahan karena mereka telah berjaga selama seharian, taktik yang dimiliki king adalah taktik kegelapan.


"Sekarang kita berpencar ke tempat tujuan kalian masing-masing! bawalah kemenangan dan kebanggaan untuk kalian semua." seru King yang kemudian berpencar dari para pasukan yang telah dia tempatkan untuk di masing-masing titik penyerangan.


Zoya telah menuju tempat Kediaman Komandan dan jendral Kerajaan Awan, dengan cepat kuda yang telah mereka pacu agar sampai di kerajaan itu.


Para pasukan jenderal Dan-lee langsung memasuki pintu gerbang kediaman sang jendral Kerajaan Awan, suara pedang yang mengalun di Kediaman itu begitu menyayat.


Karena para pasukan yang masih kelelahan, saat beristirahat mereka harus menerima serangan dadakan begitu beringas, Serangan yang diberikan oleh para pasukan Jenderal Dan-lee membuat kekalahan di kubu Jendral Kerajaan Awan.


Jendral Kerajaan Awan yang mengetahui hal itu, dia langsung menyerang para pasukan kerajaan matahari. sedangkan Jenderal Dan-lee yang mendapatkan mandat untuk menghabisi dan membawa kepala sang Jendral Kerajaan Awan. jendral Dan-lee langsung menghalau pedang Jendral Kerajaan Awan.


"Hahaha.. kalian adalah manusia manusia biadab yang selalu menghancurkan kerajaan-kerajaan kecil! dan kalian selalu menghancurkan harkat martabat seorang wanita." seru Jenderal Dan-lee yang kemudian menyerang balik Jendral Kerajaan Awan.


Suara pedang yang mengalun di kediaman itu, saat kedua petinggi peperangan itu saling menangkis serangan.


Sesaat kemudian


Nampak Jenderal Dan-lee telah memberikan sayatan di lengan bagian kiri jendral Kerajaan Awan, hal itu membuat Jenderal Dan-lee langsung tersenyum.


"Kau akan segera mati." guman Jendral Dan-lee dalam hati setelah melihat luka yang ada di lengan Jendral Kerajaan Awan.


Pedang milik Jenderal Dan-lee adalah pedang yang beracun, karena para pasukan kerajaan matahari, mereka selalu melumuri pedang mereka dengan racun yang sangat mematikan. dan mereka tidak lupa untuk meminum penawar sebelum mereka pergi berperang.

__ADS_1


Akh..


Suara kesakitan yang keluar dari mulut Jendral Kerajaan Awan, saat racun dari pedang Jenderal Dan-lee mulai reaksi.


"Apa yang telah kau lakukan padaku." seru Jendral Kerajaan Awan kepada Jenderal Dan-lee.


Terlihat senyum dibibir Jendral Dan-lee saat melihat tubuh Sang Jenderal Kerajaan Awan telah membiru sedikit demi sedikit.


"apakah terasa sakit!!" seru Jenderal Dan-lee.


"Kalian adalah manusia-manusia Monster." seru Jenderal Kerajaan Awan yang tubuhnya mulai membiru karena racun itu telah bereaksi.


"Ini adalah karma dari perbuatan kalian." jawab Jenderal Dan-lee dengan menghentikan serangan kepada sang Jendral.


Nampak jelas kesakitan di wajah Jendral Kerajaan Awan karena tubuh yang membiru itu mulai membuat tubuh Sang Jendral kesakitan.


"Aku bersumpah Aku tidak akan melepaskan kalian." seru Jendral Kerajaan Awan.


"Jika kau masih hidup." jawab Jenderal Dan-lee.


"Aku tidak akan mau mati sekarang." seru Jendral Kerajaan Awan yang berusaha menyerang Jenderal Dan-lee.


"Benar apa yang dikatakan oleh putri Zoya dan King, Kalau pria ini akan menjadi kehilangan tenaga saat racun itu telah menggerogoti dirinya." guman Jenderal Dan-lee yang melihat tubuh Kerajaan Awan mengeluarkan darah dari sela-sela pori-pori tubuhnya.


Nampak pria itu langsung terjatuh


Trang..


Suara pedang yang terjatuh dari tangan Jendral Kerajaan Awan, pria itu mulai merintih kesakitan saat tubuhnya seolah seperti dipatuk oleh ribuan burung bangkai. darah yang mulai keluar dari sela-sela pori-pori tubuh Sang komandan membuat pria itu menjerit kesakitan.

__ADS_1


*** bersambung **"*


__ADS_2