
"Siapa kau?" tanya Merlin yang baru tersadar dari tidur panjangnya. ternyata hampir 1 bulan lamanya Merlin tertidur dan selama hampir 1 bulan itulah pangeran Feros terus berusaha untuk menyembuhkan Merlin.
Pangeran Feros terus menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Merlin, dia tidak ingin wanita yang sangat dia cintai itu kehilangan nyawanya.
"Aku di mana?" tanya Merlin
Salah satu tangannya nampak menyentuh batu giok es yang begitu besar hingga bisa dibuat tidur oleh Merlin.
"Kau sudah bangun?" tanya pangeran Feros kepada Merlin wajah Merlin masih tetap pucat, nafasnya masih terasa berat.
"Kau berada di tempatku kau, berada di rumahku." jawab pangeran Feros.
Merlin terus menatap wajah pangeran Feros, wanita itu menatap seorang pria yang tidak dia kenal, tubuhnya masih terasa sakit, luka luka yang ada di tubuhnya masih belum sembuh secara total.
"Mengapa kau menolongku?" tanya Merlin kepada pangeran Feros.
Sang pangeran tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya bisa tersenyum kepada Merlin yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
"Apakah kau ingin bangun?" tanya pangeran Feros kepada Merlin.
Merlin tersenyum, wanita itu menganggukkan kepalanya. Jenderal Dan-lee yang merasakan kalau tubuh Putri melin sudah kembali. dia dengan segera berlari untuk ke tempat pengobatan sang pangeran.
"Yang mulia!!" seru Jenderal Dan-lee yang sudah berada di ruangan khusus tersebut.
Merlin menatap pria yang memasuki ruangan itu, dia juga tidak mengenal siapa pria yang berada di ruangan itu.
"Siapa kalian?" tanya Merlin kembali.
Senyum tersirat di wajah Jendral Dan-lee ketika melihat wanita yang disukai oleh junjungan nya itu sudah terbangun dari tidur panjangnya..
"Putri Merlin akhirnya kau terbangun juga!" seru Jenderal dan Lee yang terlihat sudah berada di ruangan itu. pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau sekarang Merlin sudah terbangun, tatapan mata Merlin begitu kebingungan saat melihat dua pria berada di tempatnya.
"Tuan, sekarang saya ada di mana?" tanya Merlin kepada pangeran Feros.
__ADS_1
Pangeran menatap wajah Merlin dia tersenyum sembari menggenggam tangan Merlin yang terasa begitu dingin.
"Sekarang kau berada ada di tempatku, di kerajaan kecilku, tempat aku hidup selama ini." jawab pangeran Feros.
Terlihat Merlin hanya tersenyum, Entah mengapa pria itu sepertinya pernah dilihat oleh Merlin.
"Ada apa?" tanya pangeran Feros kepada Merlin .
"Tuan, Apakah saya pernah bertemu dengan Tuan?" tanya Merlin kepada pangeran Feros.
"Tentu putri, putri pernah bertemu kami saat berada di Kerajaan putri." jawab Jenderal Dan-lee yang berada di pintu masuk ruangan itu.
"Benarkah? kapan kita bertemu?" tanya Merlin kepada Jenderal Dan-lee.
"Saat kau dibawa paksa oleh kaisar Zanetti. kami berdua berusaha untuk menyelamatkanmu, Namun kami tidak bisa." jawab Jenderal Dan-lee yang.
Merlin yang mendengar nama Kaisar Zanetti, tentu saja emosinya tiba-tiba sudah naik. wanita itu merasakan dadanya terbakar dendam sudah menjalar di tubuhnya. dia mengingat saat dirinya di hunus pedang oleh para pasukan kerajaan api, setelah itu dia juga mendapatkan kekejaman dari Kaisar Zanetti, bukannya menolong malah suaminya menghunuskan pedang kepada Merlin dan berharap Merlin segera meninggal dunia..
suara teriakan Merlin ketika dia mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya. saat itu dia mulai mengingat keberadaan dayangnya yang selalu bersama dirinya.
"Dimana dayang sia?" tanya Merlin kepada pangeran Feros dan Jendral Dan-lee.
Apa yang ditakutkan oleh pangeran Feros ternyata benar adanya. Putri Merlin menanyakan mengenai dayang yang selalu bersamanya.
"Dimana dayang sia?" tanya Merlin kembali l.
"Tenanglah dahulu, Kau harus tenang dahulu." ucap pangeran Feros kepada Merlin.
"Aku tidak mau tenang, di mana, katakan di mana dayangku!!" seru Merlin kepada pangeran Feros.
Sang pangeran terlihat langsung mengangkat tubuh Putri Merlin, membawanya ke suatu tempat, membawa ke tempat terakhir yang ada di sebuah tempat yang terlihat begitu luas. ada sebuah pohon besar yang di bawahnya ada makam yang baru.
"Katakan di mana dayang sia?" tanya Putri Merlin kepada pangeran Feros.
__ADS_1
Sang pangeran menunjuk tanah yang masih basah itu, seketika Merlin ingin diturunkan oleh sang pangeran.
"Aku mohon Tuan, turunkan aku, Aku ingin melihat makam dayang Ku." ucap Merlin. wanita itu memegang dadanya, dia mengingat kekejaman para pasukan kerajaan api.
"Kau tidak boleh seperti ini, kau harus tenang." pinta pangeran Feros kepada Merlin.
"Tidak ada kata yang keluar dari mulut Merlin, wanita itu berjalan kemudian terjatuh, dia merangkak, dia merangkak menuju makam sang dayang. suara isakan tangis Merlin benar-benar begitu menyayat hati, seorang wanita yang selalu melindunginya dari segala siksaan dari kaisar Zanetti.
"Dayang, Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau melakukan hal ini pada ku dayang!!" seru Putri Merlin yang terlihat begitu tertekan. dia baru mengetahui kalau dayang setianya telah meninggal.
"Kau tidak boleh seperti ini, Putri. kau baru saja terbangun, kau tidak boleh tertekan kembali." ucap pangeran Feros kepada Merlin.
Merlin tidak menghiraukan kata-kata dari sang pangeran, dia menangis, dia menangis begitu kencang di atas makam dayang sia. hatinya seketika menggelap, dia benar-benar tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan oleh pasukan kerajaan api dan Kaisar Zanetti.
1 kata terakhir yang diucapkan oleh dayang sia ketika dia menghembuskan nafasnya, hanya kata maaf setelah itu Kaisar Zanetti sudah berada di sana dan menghunuskan pedangnya ke tubuh Merlin berulang kali hingga Merlin tidak sadarkan diri.
"Aku pasti akan membalaskan dendam kita, dayang. aku tidak akan mungkin melepaskan Mereka!!" seru Merlin yang menangis meraung-raung di atas makam dayang setianya. setelah mengatakan hal itu tiba-tiba tubuh Merlin terhuyung dan tidak sadarkan diri kembali.
"Putri!!" seru pangeran Feros yang berlari untuk menangkap tubuh Merlin yang sudah tidak sadarkan diri.
"Pangeran, sebaiknya kita membawa Putri Merlin ke tempat kita, lebih baik kita menyembuhkan wanita itu hingga sembuh dahulu." ucap jenderal Dan-lee yang kemudian meminta pangeran Feros untuk membawa Putri Merlin pergi dari makam dayang sia.
Merlin kembali tidak sadarkan diri, kali ini pangeran veros meminta bantuan kepada Jenderal Dan-lee untuk menyalurkan tenaganya ke tubuh Merlin melalui dirinya.
"Yang mulia, tidak sebaiknya kita mencari bantuan untuk menyembuhkan Putri Merlin?" tanya Jenderal Dan-lee kepada pangeran Feros.
"Kita harus mencari bantuan ke mana, Jenderal? kau tahu sendiri kan aku tidak begitu tahu mengenai dunia luar." jawab pangeran Feros.
"Lalu kenapa kita tidak mencari bantuan kepada ada guru besar saja? kemungkinan besar guru mau membantu kita." ucap Jenderal Dan-lee pada pangeran Feros.
"Entahlah, aku tidak tahu. bagaimana kalau guru tidak mau membantu kita." jawab pangeran Feros.
** bersambung **
__ADS_1