
"Sekarang ini sedang hujan, kalau kau keluar tidak memakai mantel kau akan kedinginan." ucap King.
Zoya hanya tersenyum menatap wajah King, wajah seorang pria tampan yang selalu bersamanya. sudah 1 tahun lebih Zoya berada di perguruan naga.
"Seharusnya bukan aku yang memakai mantel, seharusnya kau yang memakai pakaian." jawab Zoya.
"Memangnya kenapa?" tanya King sambil tersenyum kepada Zoya.
"Lihatlah, kau berlatih tidak mengenakan pakaian. Apakah kau tidak kedinginan?" tanya Zoya yang menunjuk dada King yang tidak memakai pakaian.
King benar-benar tersenyum, dadanya berdebar, bergemuruh hebat ketika Zoya menyentuh tubuhnya. air hujan terasa sangat segar saat menimpa tubuh kita.
"Lalu Mengapa aku harus memakai pakaian?" tanya King.
"Cepatlah masuk, nanti kau akan kedinginan." pintar Zoya yang kemudian hendak meninggalkan King di area pelatihan. seketika salah satu tangan King menarik tangan Zoya hingga wanita itu tertarik hingga hampir terjatuh di atas tubuh King. Untung saja Zoya dengan sigap menggunakan ilmu tenaga dalamnya. namun Percuma saja karena mereka berdua sudah berada di luar bangunan, Zoya dan King terlihat terkena air hujan.
"Kaubmau ke mana?" tanya King kepada Zoya.
"Tentu saja aku mau masuk, memangnya mau kemana?" tanya Zoya kembali.
"Apakah kau tidak ingin main hujan-hujanan?" tanya King.
"Kau gila ya, kalau aku main hujan-hujanan di tengah malam seperti ini, bisa-bisa aku sakit." jawab Zoya yang kemudian hendak pergi kembali.
King memeluk tubuh Zoya dengan begitu erat, pria itu menatap wajah wanita cantik yang ada di depannya tersebut. "Tetaplah di sisiku, bersamaku hingga usia kita menua, hingga umur kita sudah tidak berada di tubuh kita." ucap King.
"Entahlah, namun aku bukanlah seorang wanita yang mau menerima wanita lain sebagai maduku, jika kau ingin menjadi raja kau harus bersiap-siap jika aku tidak menerimamu untuk menikahi wanita lain." ucap Zoya yang kemudian pergi dari aula pelatihan.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah mencintai wanita lain dan aku tidak akan pernah menikahi wanita lain selain dirimu!!" seru King yang sudah melihat Zoya kebasahan karena hujan pergi meninggalkannya.
Memang Zoya tidak melihat king, namun wajahnya tersenyum begitu cantik dengan raut wajah yang agak merona.
"Aku tidak akan membiarkanmu dimiliki oleh siapapun, aku tidak peduli! kau adalah milikku!!" seru King ya masih berada di area pelatihan yang tubuhnya masih basah. Gadis itu berjalan menuju kamarnya, langkah kakinya yang basah membuat guru Liu yang berada jauh di suatu tempat. nampak dia tersenyum,
"Aku yakin suatu saat nanti kau akan merasakan cinta yang benar-benar ingin kau rasakan." ucap guru Liu yang ternyata dari tadi melihat kejadian Zoya dan King sedang main hujan-hujanan. "Aku tidak akan membiarkan kalian terpisah, kalian akan bersatu dan membangun kerajaan yang sangat besar dan sangat berkuasa. siapapun yang berusaha untuk menghancurkan kalian maka aku tidak akan membiarkannya." ucap guru Liu yang kemudian pergi dari tempat itu.
Di tempat lain terlihat Zoya tersenyum, gadis itu memikirkan kejadian yang barusan terjadi padanya dan King. memang usia Zoya dan King terpaut sekitar 12 tahun, namun hal itu tidak masalah bagi Zoya, karena cinta tidak pernah memandang usia.
King terus menempah dirinya, dia ingin menjadi seorang pria yang bisa melindungi Zoya. dia tidak akan membiarkan Zoya disakiti oleh siapapun, dia juga tidak akan membiarkan Zoya menjadi seorang wanita yang kejam dan tidak mempunyai belas kasih sama sekali.
Malam yang dipenuhi oleh guyuran air hujan, serasa hembusan angin malam membuat Zoya terlelap di alam mimpinya, begitu pula dengan pria itu juga terus memikirkan wajah Zoya yang terus terngiang di mata dan pikirannya.
Pagi telah menjelang, terlihat Zoya sudah memakai pakaian tempur yang biasa dia kenakan untuk melakukan tugasnya.
"Aku sudah bilang Kan, kalau kau tidak boleh pergi Kalau aku belum datang!!" seru King.
"Kau ini kenapa King? selalu saja mengekang Zoya seperti itu?" tanya guru Liu kepada King.
"Aku tidak akan membiarkan dia terluka guru, dan aku tidak akan membiarkan dia keluyuran." tanpa aku jawab Jenderal Dan-lee yang berada di sana.
Dia hanya tersenyum, Dia sangat tahu bagaimana sifat King jika dia sudah mencintai seseorang. dia tidak akan pernah melepaskannya, dia tidak akan pernah membiarkan orang yang dia cintai itu terluka walau hanya satu goresan.
"Di mana Dan-lee?" tanya King kepada Zoya.
"Aku tidak tahu, karena aku belum melihatnya dari tadi." jawab Zoya.
__ADS_1
Tak berselang lama terlihat Dan-lee sudah berada di sana, dia juga sudah memakai pakaian tugasnya. berpenampilan seperti seorang lelaki, rambutnya diikat di atas tanpa memakai make up sama sekali. hari ini Zoya dan King serta Dan-lee akan pergi mencari seseorang seorang pria yang menurut kabar dia akan menjadi penghianat di Kerajaan Api.
"Apakah kau masih mengingat wajah orang-orang yang telah menghancurkan Kerajaanmu Zoya?" tanya King kepada Zoya.
"Tentu saja aku masih ingat, Kau kira aku ini anak kecil tidak bisa ingat wajah orang-orang yang telah menghancurkan Kerajaan ku." jawab Zoya.
"Aku pikir kau sudah melupakannya Karena tinggal bersama dengan Zanetti." jawab King.
"Kau tidak usah membahas mengenai pria itu, hatiku bergemuruh hebat saat mendengar nama pria itu disebut." Jawab Zoya.
Guru Liu hanya tersenyum, dia juga tidak ingin membuat Zoya mengingat mengenai pria yang telah membuat dirinya hancur, bahkan membuat dirinya seperti seorang yang tidak mempunyai tujuan hidup sama sekali.
"Yang aku dengar kalau mereka membangun sebuah kelompok." jawab Dan-lee.
"Apakah kau yakin, Jendral?" tanya Zoya.
"Tentu saja aku yakin, Zoya. karena aku telah menyelidiki masalah ini." jawab Dan-lee.
1 langkah kaki Zoya dan King serta Dan-lee keluar dari perguruan naga. guru Liu nampak hanya tersenyum ketika dia sudah mendapatkan kabar Kalau seluruh orang-orang itu sudah berada di tempat yang tidak jauh dari perguruan mereka.
Tak berselang lama Ternyata apa yang dikatakan oleh jenderal Dan-lee itu benar, seorang pria bersama ratusan pasukannya sudah berada di desa perbatasan yang ada di Selatan.
"Apakah kamu mengenal pria itu, Zoya?" tanya King kepada Zoya. tatapan mata Zoya menatap pria itu, sesaat kemudian kelihatannya Zoya mengingat mengenai pria yang berada di hutan perbatasan Desa Selatan.
"Dia adalah Jenderal Kerajaan Api, dia juga mempunyai kekuasaan yang sangat besar, yang aku dengar keluarganya memiliki andil sangat besar di Kerajaan Api." jawab Zoya.
"Apakah kau yakin?" tanya King kepada Zoya.
__ADS_1
"Kalau aku tidak yakin aku tidak akan mengatakannya, bukan? karena aku yakin aku mengatakannya." jawab Zoya.
>>> bersambung <<<