PERMAISURI YANG TERLUPAKAN

PERMAISURI YANG TERLUPAKAN
Melatih pasukan


__ADS_3

Pagi itu Zoya sedang berjalan-jalan di sekitar barak Kerajaan. tatapan mata Zoya terus menatap para pasukan kerajaan matahari sudah melakukan tugas mereka satu bulan lagi seluruh pasukan akan dibagi dua, menjadi kerajaan matahari dan Kerajaan Awan. di Kerajaan Awan Kaisar King akan memimpin sedangkan Jenderal Dan-lee akan memimpin bersama guru Liu di kerajaan matahari.


"Hormat hamba, Yang Mulia!" seru Jenderal Dan-lee yang melihat Zoya sedang berjalan-jalan di sekitar barak pasukan Kerajaan.


"Apa yang sedang kau lakukan, Jenderal?" tanya Zoya kepada Jenderal Dan-lee.


"Saya sedang memberikan pelatihan kepada para pasukan." jawab Jenderal Dan-lee.


"Bolehkah aku melihatnya?" tanya Zoya kepada Sang Jenderal. Zoya benar-benar sangat yakin kalau Jenderal dan akan menjadi seorang pemimpin yang sangat besar dan sangat hebat sama seperti sepupunya yaitu King.


"Tentu boleh, Yang Mulia." jawab Jenderal Dan-lee.


"Kenapa kau selalu memanggilku seperti itu, Jendral? Apakah kau tidak ingin memanggilku dengan sebutan seperti biasanya?" tanya Zoya kepada Jenderal Dan-lee.


"Aku memanggilmu seperti itu jika aku sudah menyelesaikan tugasku, sekarang aku masih bertugas Jadi kau adalah permaisuri kerajaan ini." jawab dan Lee yang terlihat tersenyum kepada Zoya.


Akhirnya Zoya dan 2 pelayan yang mengikutinya duduk di sekitar area pelatihan pasukan tersebut. Tatapan Mata Zoya terus menatap Sang Jenderal yang memberikan pelatihan perang kepada para pasukan. sesaat kemudian entah tangan Zoya Yang gatal atau kakinya yang gatal, wanita itu langsung berjalan menghampiri Jenderal Dan-lee yang sedang melatih para pasukan, karena Zoya biasanya melatih para pasukan Hal itu membuat tangan dan kakinya begitu gatal untuk memberikan pelatihan kepada para prajurit.


"Jendral, bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Zoya kepada Jenderal Dan-lee.


"Tentu Yang Mulia, Apa yang anda ingin tanyakan." jawab Jenderal Dan-lee.


"Kau seorang petinggi Kerajaan, lalu Mengapa metode peperangan kalian hanya begitu-begitu saja? Kenapa kau tidak mengajarkan para pasukan ini ilmu beladiri sama dengan ilmu ilmu bela diri yang dimiliki oleh perguruan naga?" tanya Zoya kepada Jenderal Dan-lee.


"Memangnya apakah ada yang salah, Yang Mulia?" tanya sang Jendral.


"Bolehkah aku meminjam tombakmu itu?" tanya Zoya.


Terlihat Jenderal Dan-lee enggan untuk memberikan tombak yang ada di tangannya, karena pria itu ingin menjadikan Zoya seorang permaisuri bukan seorang menteri peperangan seperti yang dahulu.


"Kita harus memberikan pelatihan kepada seluruh pasukan kita dengan seluruh kekuatan yang kita miliki. kita tidak boleh membedakan kekuatan para prajurit kerajaan dan para murid perguruan naga, dengan begitu jika perguruan mengalami masalah para pasukan kita akan membantu. jika para pasukan kita dalam masalah maka perguruan naga akan membantu. Dengan begitu kita tidak akan berat sebelah." ucap Zoya yang membuat Jenderal Dan-lee begitu terkejut dengan kata-kata dari Nana.

__ADS_1


Guru Liu yang berada tidak jauh dari tempat itu, pria itu menganggukkan kepalanya. ternyata Nana mempunyai pemikiran yang sangat luar biasa, dengan begitu kerajaan akan semakin maju dan memiliki pondasi yang sangat kokoh.


Akhirnya Dan-lee memberikan tombak yang ada di tangannya,


"Sekarang salah satu diantara kalian majulah dan lawan aku!" seru Zoya. para pasukan tidak ada yang berani untuk menyentuh istri dari sang Kaisar.


"Maafkan hamba, Yang Mulia." ucap Jendral Dan-lee yang tidak dilanjutkan.


"Tenang saja, belum tentu kalian bisa menyentuh seujung rambut ku." jawab Zoya yang kemudian langsung memberikan serangan kepada beberapa pasukan.


"Lihatlah, apa yang aku lakukan dan pelajari semua gerakanku!" seru Zoya.


Jendral Dan-lee nampak menatap istri dari sang Kaisar. Zoya menggerakkan tubuhnya, dia mengangkat salah satu tangannya dan terus memutar tombak yang berada di tangannya, gerakan Zoya saat menyerang para pasukan dengan tombak itu terlihat tidak bisa dibaca oleh Sang Jenderal beserta anak buahnya.


Trangg...


Beberapa pedang yang dibawa oleh para pasukan langsung berjatuhan.


"Apakah kau melihat gerakanku tadi, Jenderal?" tanya Zoya. Jenderal Dan-lee menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana kau tidak melihat semua pergerakan ku, Memangnya kau taruh di mana matamu itu?" tanya Zoya yang membuat sang Jenderal dan para pasukannya nampak wajahnya langsung memerah.


"Kalian tunggu di sini dan jangan kemana-mana, aku akan segera kembali setelah aku berganti pakaian!" seru Zoya yang kemudian berlari dengan sangat cepat menuju kediamannya.


"Lihatlah, istriku sedang berlari menuju ke tempatku. pasti dia begitu rindu padaku dan ingin memeluk Ku." ucap King yang melihat sang istri sedang berlari kearahnya. terlihat King langsung merentangkan kedua tangannya karena pria itu mengira istrinya akan memeluknya.


"Oh sayangku, aku juga sangat merindukanmu." ucap King yang telah merentangkan kedua tangannya. terlihat jelas pria itu menunggu kedatangan sang istri, King mengira kalau wanita itu akan berlari ke hadapannya mungkin benar Zoya berlari menuju tempat sang Kaisar. namun tujuannya bukan pada sang Kaisar melainkan ke kediamannya.


Wus...


Zoya langsung melewati tubuh Sang suami yang sedang menunggu pelukannya, King beserta para Kasim dan pengawal yang melihat hal itu mereka langsung menatap permaisuri dari Kerajaan matahari yang langsung melewati sang Kaisar yang menunggu pelukan darinya.

__ADS_1


Kaisar King dan Kasim nampak saling menatap satu sama lain.


"Kenapa istriku melewati ku, Kasim? Memangnya dia mau kemana?" tanya Kaisar King kepada Kasim.


"Hamba kurang tahu Yang Mulia." jawab Kasim.


"Cepat ikuti istriku, karena aku mau tahu kemana dia akan pergi. mengapa dia tiba-tiba melewatiku tanpa menatapku sama sekali." seru King yang kemudian memutar haluan dan mengejar sang istri yang begitu terburu-buru.


** Kediaman Phium..


Kediaman Phium adalah kediaman tempat king dan Zoya, terlihat orang-orang yang bersama sang Kaisar menunggu sang permaisuri yang akan keluar. King hendak membuka pintu kediamannya namun terlihat Zoya sudah keluar dengan pakaian khas para pria.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Zoya yang melihat sang suami dan para pejabat Kerajaan menunggunya diluar kediamannya.


"Kau mau kemana istriku?" tanya King.


"Aku mau ke barak para pasukan." jawab Zoya.


"Memangnya kau mau apa ke sana?" tanya King.


"Mau melatih para pasukan." jawab Zoya.


"Lalu Mengapa kau tidak melihatku tadi?" tanya King yang terlihat marah.


"Maaf maaf aku sudah tidak bisa mengerem langkah kakiku." jawab King yang kemudian memberikan pelukan dan ciuman di bibir sang Kaisar. Hal itu membuat orang-orang yang bersama Kaisar Han wajahnya langsung bersemu merah karena kelakuan Zoya yang begitu blak-blakan.


Khem..


"Sebaiknya kalian pulang dahulu, karena aku ingin berbicara dengan istriku." ucap King yang kemudian langsung menarik sang istri masuk kembali kedalam kediamannya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2