
Seorang pria telah berdiri menatap wanita yang ada di depannya, kondisinya benar-benar begitu menyayat hati, terluka dengan begitu banyak hunusan pedang, wajahnya sudah pucat mulutnya mengeluarkan darah. memang Merlin masih hidup namun nafasnya benar-benar tidak terasa sama sekali.
Pangeran Feros menata Merlin dengan kondisi yang sangat mengenaskan, pria itu tidak bisa mengatakan apa pun, ingin sekali Merlin mengucapkan sepatah kata, apa yang bisa dia lakukan saat melihat kondisi Merlin seperti itu.
"Yang mulia!!" seru Jenderal Dan-lee yang melihat junjungannya berdiri dengan tubuh yang bergetar.
"Yang mulia, ada apa?" tanya Jenderal Dan-lee kembali.
"Aku harus segera membawanya ke tempat yang sangat jauh." jawab pangeran Feros.
Di sebuah tempat terlihat pangeran Feros telah membawa Merlin, lukanya benar-benar sangat parah.
"Jenderal, tolong makamkan dayang sia, aku yakin ketika Putri Merlin terbangun dia akan mencari keberadaan dayangnya itu." ucap pangeran Feros yang terlihat menatap tubuh Merlin yang penuh dengan darah. sang pangeran membawa tubuh Merlin ke sebuah tempat di sebuah pegunungan yang begitu terpencil, tempat persembunyian pangeran Feros.
Beberapa jam kemudian.
"Jenderal, tolong selimuti di sekitar gunung ini, aku harus segera menolong Putri Merlin. Aku tidak tahu Apakah aku bisa menolongnya, Lihatlah aura tubuhnya benar-benar tidak bisa aku rasakan, aura yang ada di tubuhnya serasa sudah lenyap." jawab pangeran Feros.
"Tenanglah, Yang mulia. Saya yakin anda bisa menyelamatkan putri Merlin." jawab Jenderal Dan-lee. pangeran Feros menganggukkan kepalanya, dia menghela nafasnya dengan begitu berat. Cinta pada pandangan pertama ketika Putri Merlin dibawa ke kerajaan., namun cinta itu membuatnya begitu terluka ketika pangeran Feros selalu melihat siksaan demi siksaan yang dilakukan oleh Kaisar Zanetti kepada Merlin.
"Aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi, aku akan membalaskan dendam mu kepada siapa saja. aku akan menghilangkan seluruh ingatanmu. Aku tidak akan membiarkan kau mengingat masa lalumu, hanya dendam, hanya dendam yang akan selalu kau ingat kepada seluruh kerajaan yang telah menyakitimu." ucap pangeran Feros yang kemudian menaruh Merlin di giok es.
Sebuah batu yang berlapis energi murni dari alam. pangeran Feros menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan Merlin, berulang kali dia menyalurkan tenaga dalamnya, tetap saja tubuh Merlin masih tetap dingin seperti es. tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, seolah Wanita itu telah meninggal dunia.
"Tidak boleh seperti ini, kau tidak boleh menyerah, kau harus bangkit, Kau harus melawan orang-orang yang telah membuatmu terluka seperti ini!!" seru pangeran Feros yang terus menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Merlin.
__ADS_1
Di tempat lain Merlin yang berada di dunia arwah nampak wanita itu duduk sendirian menatap langit-langit yang begitu indah dan burung-burung yang sedang berterbangan. terlihat dari jauh datang sepasang suami istri yang tidak lain adalah orang tua Merlin,
"Ayah, ibu!!" seru Merlin yang berlari dan memeluk kedua orang tuanya.
"Merlin Kenapa kau ada di sini, sayang?" tanya ibu Merlin kepada Merlin.
"Ibu, Seharusnya aku yang bertanya sama ibu, Mengapa Ibunda dan ayahanda berada disini?" tanya Merlin kepada kedua orangtuanya.
Terlihat kedua orang tua Merlin tersenyum, mereka memeluk putrinya yang sekarang dalam kondisi sekarat itu.
"Ayahanda, kenapa ditempat ini begitu sunyi, suasanya begitu tenang. Aku sangat suka berada di sini, Ayah." ucap merlin.
"Tidak sayang, tidak seharusnya kau berada di sini." ucap Ayah Merlin.
"Ayah aku capek berada di dunia, Aku capek saat mereka menyiksaku." jawab Merlin yang terlihat memeluk ibunya. air mata seketika menetes dari kedua bola mata orang tua Merlin, Entah berapa lama gadis itu akan menanggung penderitaan nya kembali, seorang gadis yang yang seharusnya masih berusia 16 tahun, Tapi karena ego dari sang kaisar yang selalu mengucapkan usia Merlin adalah 17 tahun. Hal itu membuat Merlin menerima semua yang diucapkan oleh ayahandanya.
"Merlin, pulanglah sayang." pinta ibunda.
"Tidak ibunda, Merlin mau berada di sini saja, Merlin mau bersama kalian berdua." jawab Merlin yang kemudian memeluk erat tubuh orang tuanya itu.
Di tempat lain pangeran Feros yang merasakan kalau tubuh Merlin semakin lama semakin lemah, pria itu benar-benar tidak terima, dia menggunakan seluruh kemampuannya.
"Kau tidak boleh seperti ini, Putri. kau tidak boleh menyerah!!" teriak pangeran Feros dengan begitu keras. hingga jenderal Dan-lee yang mendengar hal itu dia bisa merasakan kalau aura yang dimiliki oleh Putri Merlin sudah semakin melemah. kemungkinan besar wanita itu tidak akan bisa bertahan karena energi yang ada di tubuhnya semakin lama semakin melemah
"Kau tidak boleh seperti ini, Putri. kau harus berjuang, kau tidak boleh seperti ini. aku menantikan mu, aku baru melihatmu!!" teriak pangeran Feros dengan suara yang begitu keras. Merlin yang berada di alam para roh nampak wanita itu mendengar suara teriakan seseorang.
__ADS_1
"Ibunda, Kenapa ada orang yang berteriak?" tanya Merlin kepada ibunya.
"Sayang, pulangnya cepat. ada seseorang yang menantimu." ucap Ibu Merlin kepada Merlin.
"Mengapa ibunda mengusirku? Kenapa aku tidak boleh berada di sini,Bunda?" tanya Merlin kepada ibunya.
"Tidak sayang, kau tidak boleh berada disini, kau harus segera pulang untuk membalaskan semua dendam kepada orang-orang yang telah melukaimu, orang-orang yang telah membunuh keluargamu dan kerajaanmu." jawab ayah Merlin.
Ketika Merlin mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sang ayah, seketika memorinya mengingat mengenai kejadian waktu itu, para kaisar yang telah membantai keluarganya, Kaisar Zanetti yang selalu melukainya secara fisik dan batin. bahkan orang-orang yang selalu menjadikannya wanita tidak berguna sama sekali.
"Kembalilah sayang, temuilah pria itu, pria yang akan menuntun hidupmu, jadikanlah pria itu pondasi kokoh untuk menjaga dirimu." ucap Ibu Merlin yang kemudian berdiri bersama sang suami dan meminta Merlin untuk segera meninggalkan alam roh.
"Tidak, ibunda. Aku tidak mau pulang!!" seru Merlin.
"Kembalilah, jalanilah kehidupanmu yang baru, jadilah wanita yang kokoh, tangguh dan jadilah pemimpin yang akan disegani dan di takuti oleh seluruh kerajaan yang ada di bumi." pinta Ayah Merlin yang kemudian meninggalkan tempat itu .
"Ayahanda, ibunda!!" teriak Merlin.
Pangeran Feros yang mendengar teriakan Putri Merlin, seketika pria itu menarik tenaganya.
"Putri!!" seru pangeran Feros.
Merlin mendengar seorang pria memanggil namanya, perlahan-lahan Merlin membuka matanya dan menatap siapa gerangan yang telah memanggilnya.
"Putri, kau tidak apa-apa? Apakah kau sudah sadar!!" seru pangeran Feros yang terlihat menatap wajah Merlin yang sudah berada di atas batu giok es.
__ADS_1
** bersambung **