PERMAISURI YANG TERLUPAKAN

PERMAISURI YANG TERLUPAKAN
Kematian selir Yana


__ADS_3

"Aaaa!!!"


suara teriakan para selir dan dayang kaisar Zenetti.


"Siapa kau, berani sekali kau melakukan hal ini kepada kami!" seru selir Yana.


"Benar, kenapa kau melakukan hal itu kepada kami?" tanya para selir Kaisar Zanetti.


"Tentu saja aku harus membalas dendam kepada kalian, membalas semua perlakuan kalian kepadaku." jawab Zoya para selir Kaisar Zanetti nampak terlihat kebingungan.


"Apa maksudmu? Memangnya apa yang telah kami lakukan!!" teriak selir Yana.


"Tentu saja kalian sudah melupakanku dan tidak mengenalku, tapi jika aku menanyakan mengenai seorang permaisuri yang terbuang Apakah kalian masih mengingat dirinya?" tanya Zoya kepada para selir Kaisar Zanetti.


"Kenapa kami harus mengingat wanita itu?!" teriak Selir Yana.


"Tentu saja kalian tidak akan mengingatnya, kalian dan Kaisar Zanetti telah membunuh wanita itu!" seru Zoya.


"Untuk apa wanita itu harus hidup jika dia menjadi pengganggu!" seru salah seorang selir Kaisar Zanetti.


Saat mendengar hal itu, amarah Zoya langsung terbakar. wanita itu dengan segera melempar sebuah pisau yang ada di tangannya, pisau itu terlempar dan mengenai tepat di dahi salah satu selir Kaisar Zanetti.


"Arg..,"suara yang tertahan ketika dia mendapatkan lemparan pisau tepat di dahinya. seketika wanita itu langsung tersungkur di lantai.


"Siapa Kau, berani sekali kau melakukan hal itu pada kami!!" teriak para selir.


"Kenapa aku tidak boleh membunuh kalian!" seru Zoya.


"Kami tidak pernah mengenalmu, Jadi kami tidak tahu-menahu mengenai dirimu!!" teriak selir Yana.


"Baiklah kalau begitu, karena kalian tidak mengenalku maka aku perkenalkan diriku. namaku adalah Putri Merlin, putri dari kerajaan barat, seorang wanita yang diambil dari kerajaan setelah Kerajaan Ku dihancurkan oleh kaisar Zanetti. Aku tinggal di sebuah kerajaan yang selalu menyiksaku, memberikan aku rasa sakit dan kekejaman yang sangat luar biasa. sekarang aku harus merasakan bagaimana rasanya penderitaan, dibunuh oleh suamiku dan sekarang menjadi wanita lain!" seru Zoya yang membuat para selir Kaisar Zenetti nampak terdiam.


"Hahaha..,Kau kira aku akan percaya dengan kata-katamu itu!!" teriak selir Yana.

__ADS_1


"Tentu saja kau tidak akan percaya, seorang wanita yang selalu menyiksaku bahkan hampir membunuhku dengan memakai cara menjebak ku di sebuah tempat yang penuh dengan kalajengking beracun." jawab Zoya yang membuat selir Yana terdiam. tidak ada satu orangpun yang mengetahui hal itu kecuali selir Yana dan Putri Merlin.


"Tidak, kau tidak mungkin adalah Putri Merlin. tidak mungkin kau adalah wanita itu!!" teriak selir Yana.


"Mengapa kau tidak percaya kalau aku adalah wanita itu, wanita yang selalu kalian siksa!!" seru Zoya. Amara yang sudah membesar hingga membuat Zoya seketika menarik pedangnya, wanita itu menghunuskan pedangnya kedua selir Kaisar Zanetti kembali


"Aaaaa!!!!"


suara teriakan para selir sang Kaisar saat mereka melihat selir yang lainnya Sudah dibunuh oleh wanita yang ada di depan mereka.


"Dasar iblis!!" seru selir Yana


"Mengapa kau mengatakan kalau aku iblis, Lalu apakah kalian juga bukan iblis?" tanya Zoya kembali.


Suara yang tidak bisa diungkapkan oleh selir Yana ketika dia sudah berhadapan dengan Putri yang begitu lemah namun sekarang wanita yang sudah berulang kali ingin dibunuh oleh kaisar Zanetti. nampak Wanita itu sudah ada di depan mereka.


"Kenapa, kenapa kalian benar-benar sangat terkejut? Apakah kalian tidak akan pernah mengira aku akan kembali lagi?" tanya Zoya yang membuat para selir Kaisar Zanetti wajahnya langsung pucat pasi.


"Memangnya kenapa? kenapa aku harus memaafkan kalian, sebentar lagi aku akan membantai seluruh penghuni kerajaan ini. aku tidak peduli aku akan membalaskan semua dendamku sama seperti seluruh orang-orang yang ada di kerajaan ini membantai kerajaanku tanpa tersiksa sama sekali. bahkan rakyatku pun mereka bantai!" seru Zoya.


Para pasukan Kerajaan Awan yang mendengar hal itu, mereka benar-benar sangat terkejut.


Sedangkan para pasukan kerajaan matahari nampak mereka langsung mengepung orang-orang yang ada di kerajaan itu.


"Lakukan seperti apa yang Aku perintahkan, jangan sampai kalian melepaskan satu orang pun!!" teriak Zoya.


"Baik Yang mulia." jawab para pasukan kerajaan matahari.


Seluruh orang yang ada di Kerajaan Awan nampak mereka tidak akan menyangka orang yang telah mereka siksa sekarang telah kembali dengan kekuatan yang sangat luar biasa.


"Bunuh seluruh orang-orang ini!" teriak Zoya kembali.


Seluruh pasukan kerajaan matahari langsung membunuh seluruh pasukan Kerajaan Awan. mereka tidak akan pernah meninggalkan satu orang pun dan memberikan kesempatan orang-orang itu.

__ADS_1


"Ampuni kami, ampuni kami!" teriak beberapa selir.


"Tidak, Maafkan aku. aku tidak akan bisa mengampuni kalian, karena kalian tidak pernah memberikan aku pengampunan." jawab Zoya.


Selir Yana yang melihat itu, kakinya sudah lemas. nafasnya serasa terputus ketika dia tidak bisa mendapatkan keberadaan kaisar Zenetti.


"Kau sedang mencari siapa, selir? Apakah kamu sedang mencari kaisarmu itu? tenang saja kaisarmu itu tidak akan pernah bisa menolongmu. Karena dia sudah keluar kerajaan, kalian akan menjadi tanggung jawabku. kalian akan menerima hukuman dariku!" seru Zoya.


Sebuah pedang yang berada di tangan Zoya terlihat dia putar berulang kali, pedang yang begitu itu cantik dengan semua keanggunan dan kelincahan si pemilik pedang.


"Sebentar lagi kalian akan merasakan apa yang namanya kematian!" seru Zoya kembali.


"Ampuni kami, ampuni kami!" teriak para selir.


"Maafkan aku, aku tidak akan bisa memberikanmu Maaf. aku tidak akan bisa memberikanmu hal itu." jawab Zoya.


"Ambillah seluruh harta yang aku miliki, tapi jangan membunuh kami!!" seru para selir.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Zoya, yang ada hanya senyum yang seolah menghina wanita itu.


"Ayo kita bertarung, kita lihat siapa yang akan menang. aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar hidup-hidup dari kerajaan ini!" seru selir Yana.


Senyum kembali terhias di wajah Zoya ketika wanita itu mendengar tantangan dari selir Yana.


"Terserah kalian mau melakukan apa, namun akan kupastikan Kalau hari ini kalian akan kehilangan nyawa kalian semuanya!!" seru Zoya.


"Kau sombong sekali!" seru selir Yana yang kemudian mengambil salah satu pedang seorang pengawal. Yura yang melihat hal itu dia benar-benar tersulut emosinya, pedang yang ada di tangannya seketika berputar dan melayang ke arah selir Yana. dalam hitungan detik saja suara sesuatu yang jatuh telah terdenga.


"Aaaa!!!!" para selir yang lain berteriak begitu kencang ketika mereka melihat kepala selir Yana sudah menggelinding diantara kaki para selir Kaisar Zanetti yang lain.


"Berteriaklah, berteriaklah dengan sangat keras! nyawa kalian sebentar lagi akan seperti dia!" seru Zoya yang kemudian meminta para pasukan untuk segera membantai seluruh penghuni kerajaan. suara tangisan dan teriakan terus menggelegar di dalam istana Kerajaan Awan.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2