
"Aku pasti akan membunuh kalian!" seru kaisar Zenetti yang berada di tempat persembunyiannya.
Di tempat lain terlihat Seorang pria sudah menatap istrinya yang dibawa masuk ke dalam kediamannya, King menatap sang istri dengan tatapan mata yang benar-benar begitu nakal. Zoya terlihat menatap suaminya, wanita itu tahu kalau suaminya sedang menginginkan sesuatu darinya.
BRAKKK....
King telah menutup pintu kediamannya, terlihat pria itu akan memberikan pelatihan kepada sang istri sebelum wanita itu pergi ke tempat pelatihan barak para pasukan.
"Apa yang kau lakukan suamiku!" seru Zoya yang telah digendong oleh sang suami.
"Tentu saja Aku akan memberikanmu pelatihan sebelum kau melatih para pasukan." jawab King yang kemudian tersenyum kepada istrinya itu.
terlihat Zoya sangat mengerti kemana arah pembicaraan sang suami.
"Apa maksudmu Suamiku, aku harus segera pergi ke tempat para pasukan. karena mereka menungguku!" seru Zoya sambil berusaha untuk menyingkirkan tubuh suaminya yang sudah berada di atas tubuhnya.
"Aku tadi juga menunggumu, kan." jawab King yang kemudian melucuti pakaiannya sendiri, King benar-benar akan memberikan pelatihan kepada istrinya sebelum Zoya pergi ke tempat pelatihan para pasukan kerajaan.
"Ini bukannya pelatihan, suamiku. tapi kau ingin menyegarkan tubuhmu sendiri!" seru Zoya yang membuat King tersenyum.
Terlihat King langsung melucuti pakaian sang istri yang cemberut kepadanya. Hal itu membuat king langsung menghentikan pergerakan tangannya sambil menatap sang istri. "Heh...,ternyata istriku sudah tidak mencintaiku lagi." ucap King yang telah menghembuskan nafasnya karena melihat Zoya sedang cemburu padanya.
"Apa yang kau katakan tadi?" tanya Zoya yang terlihat marah kepada Kaisar Han.
"Lihat lah, kau sudah tidak mencintaiku lagi, Istriku. bahkan kau marah saat aku ingin menyentuhmu." ucap King yang kemudian memunggungi Zoya.
"Hehhh..," Zoya menghela nafasnya, Tak lama kemudian wanita itu langsung memeluk tubuh Sang suami.
__ADS_1
"Memangnya kau mau berapa lama kita berolahraga." bisik Zoya ditelinga sang Kaisar.
King langsung tersenyum saat istrinya itu mulai menggodanya. "Aku mau sekarang sampai besok pagi." jawab King yang membuat Zoya langsung melotot.
"Kau Ingin membuatku tidak bisa bangun ya, suamiku." ucap Zoya yang kemudian mendorong tubuh Sang suami dan mencubit dadanya.
"Aku akan memberikanmu semuanya sesuai keinginanmu, suamiku." bisik Zoya yang kemudian terus memberikan sentuhan-sentuhan nakal yang membuat King menggeliat seperti cacing kepanasan.
"Dasar isteri nakal Ku." ucap King yang kemudian memberikan ciuman kepada sang istri.
Siang itu menjadi sore yang penuh dengan nyanyian merdu dari kedua insan terus mengalun. Sang Kaisar memberikan sentuhan-sentuhan di tubuh sang istri, terasa pria itu tidak berhenti saat dirinya terus mendapatkan godaan dari istrinya.
"Akan ku buat nanti malam akan menjadi malam yang panjang, karena aku akan membuatmu terus mendesah hingga kau tidak akan bisa pergi dariku, istriku." ucapkan King.
Jari-jemari King terus menelusuri tubuh sang istri, Zoya terus menggeliat saat sentuhan sang suami berada di atas dadanya. Tubuh yang terasa panas seperti tersengat listrik, hati yang terus bergejolak saat mendapatkan kehangatan.
mereka, suara indah Zoya yang terus terdengar hingga membuat sang Kaisar tidak bisa menghentikan aktivitasnya. pria itu terus menggerakkan tubuhnya dan memberikan serangan kepada sang istri.
"Aku tidak akan menghentikan Ini, istriku." ucap King.
Zoya hanya bisa tersenyum sembari menahan rasa yang ada di tubuhnya, suara ******* sang Kaisar membuat gejolak mereka berdua semakin membara. tubuh yang dipenuhi keringat mengucur dan gerakan cinta yang semakin dipercepat oleh sang Kaisar.
Suara kenikmatan itu terus mengalun saat pergerakan dua tubuh itu terus mencari arah nikmatan yang ingin mereka capai. berulang kali sang Kaisar tersenyum saat melihat wajah sang isteri, Zoya hanya menuruti semua keinginan sang suami. Karena Wanita itu tahu suaminya adalah pria yang tidak pernah merasakan cinta sama sekali.
"Hanya aku yang boleh ada di dalam hatimu dan tak boleh ada wanita lain." ucap Zoya di telinga sang suami.
King nampak tersenyum, pria itu terus memberikan gerakan yang penuh cinta. hal itu membuat Zoya terus mendesah dan mengeratkan kedua tangannya di ranjang mereka.
__ADS_1
"Kau begitu hebat, suamiku." bisik Zoya.
"Hanya dirimu satu-satunya wanita yang bisa memberikan aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat, istriku." ucap King yang kemudian memberikan gerakan yang begitu indah kepada sang istri, hingga membuat ******* yang begitu panjang keluar dari mulut King. Zoya nampak merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa, kenikmatan yang selalu didapatkan dari sang suami..
Suaramu ******* Zoya terus mengalun saat dirinya juga telah mendapatkan pencapaian kenikmatan. Tubuh King langsung tergeletak di samping sang istri, pria itu terus memeluk tubuh istrinya seolah enggan untuk melepaskannya.
"Kau tidak boleh pergi selangkah pun dari ku, istriku. jika itu terjadi maka aku akan hancur dan tidak akan bisa kembali lagi." ucap King di sela pelukannya setelah selesai melakukan ritual malam mereka.
"Untuk apa aku pergi darimu, jika kau adalah kebahagiaanku." jawab Zoya yang telah mendekap tubuh Sang suami. sepasang suami istri itu itu saling melepaskan rasa cinta mereka.
Saat mereka sedang melakukan ritual cinta mereka, mereka berdua seolah melupakan Kalau Zoya harus pergi ke barak para pasukan yang sedang menunggu mereka.
"Apakah Yang mulia lupa kalau dia sedang mempunyai janji untuk melatih kita? kenapa Yang mulia permaisuri pergi dan belum kembali?" tanya salah satu prajurit.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." jawab komandan kerajaan matahari.
Jendral Dan-lee hanya bisa tersenyum, kemungkinan besar pria itu tahu kalau King sudah menangkap istrinya dan pria itu tidak mungkin melepaskannya lagi.
"Sudahlah, lebih baik kalian lakukan apa yang harus kita lakukan. karena kemungkinan besar yang mulia Kaisar dan permaisuri Sedang ada acara yang tidak bisa mereka tinggalkan." ucap Jenderal dan Lee.
"Maksud Jenderal?" tanya salah satu prajurit.
"Sudahlah, tidak usah banyak bicara lagi, kalian lakukan apa yang Aku perintahkan.":jawab Jenderal Dan-lee yang kemudian memerintahkan para pasukan untuk berlatih sambil menunggu kedatangan Zoya.
"Tapi, Jenderal. Yang mulia permaisuri kan sudah bilang kalau kita harus menunggunya, tapi kenapa Yang Mulia permaisuri belum datang juga?" tanya salah satu prajurit.
"Sudahlah, Kalian tidak usah menunggunya. komandan Kau latih mereka dan jangan lupa kau beri mereka pelatihan mengenai beberapa jurus yang ada di perguruan naga!" perintah Jenderal Dan-lee yang membuat komandan kerajaan matahari tersenyum. sebuah rencana terkadang tidak bisa dilakukan karena sesuatu yang berada di kamar bersama dengan suaminya, nampak Wanita itu sudah bersiap-siap untuk pergi ke barak para pasukan untuk melatih para prajurit kerajaan matahari.
__ADS_1
** bersambung **