PERMAISURI YANG TERLUPAKAN

PERMAISURI YANG TERLUPAKAN
Kaisar kejam


__ADS_3

SRINGGG...


KRASSS...


BRAKKK...


"Am-pun ya-ng Mu-lia..," ucap salah satu orang yang sudah dibantai oleh King dengan begitu kejam tanpa belas kasihan sama sekali.


"Dengarkanlah aku, jika mereka berani melakukan sesuatu lebih dari ini lebih baik kalian langsung bunuh para pasukan penghianat itu!!" seru King kepada beberapa pasukannya.


"Baik Yang mulia." jawab para pasukan yang sudah mulai menangkap beberapa pasukan yang akan berkhianat kepada King dan Zoya.


"Dengarkanlah Aku, bawa mereka ke alun-alun kerajaan!!" seru King.


Para rombongan Kerajaan Awan yang mendengar kekacauan di kerajaan matahari, nampak mereka semua sangat terkejut dengan seketika mereka berlari kesana kemari untuk melihat apa yang terjadi di kerajaan itu.


"Ada apa ini? kenapa para pasukan berkumpul diluar?" tanya Kaisar Zanetti kepada salah satu Jendral kerajaannya.


"Yang Saya dengar Yang mulia, kalau Kaisar King memerintahkan seluruh pasukannya untuk mengumpulkan para pasukan penghianat. mereka akan mengeksekusi para pasukan penghianat di alun-alun kerajaan." jawab Jenderal Kerajaan Awan.


"Apa maksudmu?" tanya Kaisar Zanetti kepada jendralnya.


"Benar Yang mulia, pria itu akan melakukan eksekusi kepada ratusan pasukannya yang sudah berkhianat." jawab Jenderal Kerajaan Awan.


Seketika Kaisar Zanetti dan beberapa pejabat di Kerajaan Awan langsung mengikuti kemana langkah kaki para pejabat kerajaan matahari yang sudah keluar dari aula istana. mereka semua berkumpul menjadi satu di sebuah tempat yang ada di dekat kerajaan. para pasukan dan beberapa rakyat yang ada di sana mereka semuanya berdatangan. Para rakyat ingin mengetahui apa yang terjadi di kerajaan mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini? kenapa para pasukan itu ditangkap?" tanya beberapa penduduk.


"Mereka adalah penghianat yang berani mencoba untuk menghianati Yang mulia Kaisar King." jawab para prajurit yang sudah menyeret para penghianat.


Para penduduk desa seketika berlari ketempat yang telah ditentukan, di sebuah alun-alun kerajaan mereka semuanya berkumpul di tempat itu.


"Lakukan apa yang telah Aku perintahkan kepada kalian, segera kalian pancung mereka semuanya secara bergiliran!!" seru King kepada para pasukannya.


Para prajurit penghianat itu digantung satu persatu dalam setiap satu barisan berjumlah 10 orang. King mengambil pedangnya, pria itu mengangkat pedang dan mulai membunuh para pasukannya yang berkhianat.


SRINGGG...


KRASSS...


BRAKKK...


"Dengarkan aku baik-baik, aku sudah melakukan semuanya dengan begitu jeli, jika kalian berani menghianatiku Maka jangan salahkan aku jika aku akan memberikan kalian hukuman yang setimpal!!" seru King dihadapan seluruh penduduknya. penduduk kerajaan matahari tampak begitu ngeri saat melihat kaisar yang begitu tegas. dia akan memberikan hukuman kepada siapa saja yang mencoba untuk menghianatinya, dia tidak akan memberikan toleransi dia tidak akan memberikan kesempatan kedua bagi penghianat yang telah menghianati nya.


"Hidup Yang mulia Kaisar!!" seru para penduduk kerajaan matahari.


"Aku telah memberikan kalian kenyamanan, kemewahan dan semua yang sekarang kalian miliki. namun jika kalian berani melakukan seperti para pasukan ini, maka akan aku jamin kalau kalian akan mendapatkan balasan seperti mereka!!" seru King yang kemudian mulai memasukkan pedangnya. Zoya yang berada jauh dari sang suami nampak wanita itu harus bisa mengendalikan emosi dari pria yang telah menikahinya.


Zoya melangkahkan kakinya, Dia memberikan sentuhan hangat kepada sang suami.


"Lebih baik kita kembali, karena para pasukan yang terluka harus segera diobati." ucap Zoya yang kemudian memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya untuk segera membereskan mayat para penghianat.

__ADS_1


"Baik yang melihat permaisuri!!" seru para prajurit yang sudah di perintah dari Zoya untuk segera memakamkan para penghianat tersebut.


"Biarkan mereka dimakamkan dalam satu liang lahat jangan sampai mayat mereka menjadi bangkai yang akan membusuk di kerajaan ini." ucap Zoya kepada King. karena terlihat dari sorot mata King Kalau pria itu ingin memerintahkan seluruh anak buahnya untuk membiarkan mayat-mayat itu membusuk di hutan.


"Terserah Kalau begitu, istriku. aku akan melakukan apapun yang kau minta." ucap King yang kemudian memeluk erat istrinya. noda darah sudah membuat warna baju King yang semula berwarna biru muda kini baju itu dipenuhi bercak darah dari para pasukan penghianat.


Jendral Dan-lee sudah memasuki Kerajaan Awan, dia terus menyisir beberapa tempat untuk mencari putri Haina, dia tidak akan kembali dengan tangan kosong bersama 10 prajurit bayangan. akhirnya Dan-lee menemukan keberadaan dari wanita yang sangat dia cintai. karena tidak ingin terjadi kehebohan akhirnya Dan-lee harus menusukkan jarum yang di rendam obat tidur agar wanita itu tidak mengeluarkan-suara sama sekal.


Dengan secepat kilat akhirnya pria itu sudah mulai membawa Putri Haina ke kerajaan matahari. butuh Waktu 2 hari untuk mereka kembali ke kerajaan, karena Dan-lee membawa Putri Haina menggunakan ilmu peringan tubuh.


Di kerajaan awan.., wajah yang begitu terpesona ditunjukkan oleh kaisar Zanetti kepada Zoya. pria itu benar-benar tidak menyangka kalau permaisuri kerajaan matahari membuatnya jatuh cinta seperti ini. syorot mata kaisar Zanetti terus mengikuti kemana arah kepergian dari Zoya. dia benar-benar sudah terpikat dengan senyum cantik yang dimiliki oleh wanita itu.


"Aku tidak pernah mengira kalau aku akan jatuh cinta seperti ini, wanita yang sangat berbeda, seorang wanita yang mempunyai kharisma yang sungguh luar biasa." ucap Kaisar Zanetti yang dari tadi terus memandang Zoya.


Beberapa selir Kaisar Zenetti juga tidak kalah dengan rajanya, beberapa wanita itu nampak terus menatap Kaisar kejam yang mempunyai wajah yang begitu tampan dan membuat mereka benar-benar menyukai Kaisar dari kerajaan matahari itu.


Para penduduk kerajaan matahari selalu mendukung rajanya, mereka sangat yakin kalau pembantaian yang dilakukan oleh kaisar King hanya untuk melindungi rakyatnya dari semua kekejaman di dunia luar.


"Kita tidak boleh membiarkan kerajaan lain berusaha untuk menyerang kita, kita harus menjadi kuat untuk membantu Kaisar King berdiri kokoh." ucap salah satu penduduk kerajaan matahari.


"Kau benar, kita tidak boleh kalah. kita harus menjadi kuat seperti Yang mulia Kaisar King. dia selalu menjaga kita." ucap salah satu satu penduduk di kerajaan matahari. Nampak para penduduk terus membicarakan semuanya yang terjadi hari ini.


Salah satu Jendral Kerajaan Awan yang sedang berjalan-jalan disekitar tempat yang ada di pasar kerajaan, pria itu terus mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para penduduk kerajaan Matahari.


"Ternyata mereka semua begitu menghormati Kaisar nya, tentu saja..,Bahkan Kaisar King mempunyai kebijaksanaan yang luar biasa. dia tidak akan membuat penduduknya dalam keadaan tertindas." guman Jenderal Kerajaan Awan.

__ADS_1


*** bersambung ****


__ADS_2