
~ 4 bulan berselang ~
4 bulan berselang sekarang King dan Zoya memerintah di Kerajaan Awan, sedangkan Jenderal Dan-lee memerintah di kerajaan matahari. Dua kerajaan itu selalu melakukan negosiasi di beberapa kerajaan, guru Liu selalu mengatakan untuk melakukan perdamaian bukan mencari musuh dari seluruh kerajaan yang ada di beberapa negara.
Hari ini King memutuskan untuk melakukan negosiasi dan perdamaian di beberapa kerajaan.
"Ada apa, Istriku?" tanya King.
"Kita mau ke mana?" tanya Zoya.
"Kita akan melakukan perjalanan ke beberapa Kerajaan." jawab King.
"Lalu kita akan Kemana?" tanya Zoya.
"Ke Kerajaan Sia, Timur dan Kerajaan Barat." jawab King.
"Oooo," jawab Zoya.
"Kau tidak marah, Kalau kita ke Kerajaan barat?" tanya King
"Tentu tidak, mengapa aku harus marah." jawab Zoya.
"Mungkin kau masih dendam dengan para kaisar itu" jawab Kaisar Han.
"Ngapain juga aku harus dendam padanya, biarlah semua sudah terjadi. sekarang aku berbahagia denganmu." jawab Zoya sambil menggoda sang suami.
"Aku kira kau akan marah jika aku mengatakan hal itu." ucap King yang kemudian mengajak sang istri untuk mengurus persiapan mereka.
King akan mengajak istri beserta rombongan Kerajaannya untuk melakukan perjalanan Kerajaan yang bertujuan untuk perdamaian. apalagi salah satu Kerajaan mengundang King untuk menghadiri acara Kerajaan di Kerajaan barat.
Kabar mengenai permaisuri Kerajaan matahari yang sudah menduduki Kerajaan Awan yang begitu hebat membuat beberapa Kerajaan ingin mengetahui sendiri bagaimanakah kehebatan dari istri Kaisar King. sedangkan di sebuah tempat yang berada ada di tempat yang jauh, Kaisar Zenetti nampak sangat sedih, dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau permaisuri Zoya adalah permaisurinya yang dahulu. seorang wanita yang telah Dia sia-siakan, seorang wanita yang telah dia telantarkan.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau permaisuri Zoya adalah bekas istriku yang masih hidup, permaisuri Merlin." ucap kaisar Zenetti yang terlihat begitu sedih. dia benar-benar meratapi kebodohannya di masa lalu. setiap hari yang dilakukan hanyalah mabuk-mabukan dan meratapi semua kesedihannya, Zoya sudah mendapatkan kebahagiaannya, namun Kaisar Zenetti malah pria itu seperti pria depresi.
"Berapa hari kita akan melakukan perjalanan ini, Suamiku?" tanya Zoya kepada sang suami.
"1 hari." jawab King.
"Kalau begitu kita mampir di pasar saat menuju Kerajaan itu, ya?" tanya Zoya kepada sang suami.
"Memangnya kau mau apa?" tanya King. terlihat pria itu menatap wajah istrinya yang benar-benar membuatnya jatuh cinta seorang wanita yang benar-benar membuatnya tergila-gila setengah Mati.
"Biasanya beberapa kerajinan dan perhiasan di setiap negara akan berbeda, suamiku," ucap Zoya.
"Baiklah kalau begitu, suamimu ini akan mengantarkanmu ke sebuah tempat aku yakin kau akan menyukainya." jawab King.
1 hari perjalanan di Kerajaan matahari ke kerajaan barat, sang Kaisar begitu senang karena Zoya selalu membuat kehebohan dan menghiburnya. Hal itu membuat King terasa dunianya hidup, tidak seperti dulu dia merasa kehidupannya tidak berarti selain untuk kejayaan rakyatnya.
"Sayang..,sayang, bukankah itu kerajaan barat?" tanya Zoya.
"Kau benar istriku." jawab King.
"Apa yang kau gumamkan?" tanya King.
"Itu.. patungnya, patungnya seperti Dewa bersayap." jawab Zoya.
"Kerajaan Barat mempunyai lambang Dewa bersayap karena mereka selalu menegaskan Kerajaan mereka adalah Kerajaan hebat dalam strategi perang dan segalanya." jawab King.
"Kau ini membanggakan Kerajaan orang lain? banggakan Kerajaan sendiri dong." ucap Zoya yang membuat sang Kaisar tersenyum
King belum mengetahui bagaimana termasyhur nya istri yang dinikahinya itu, apalagi mengenai kabar Kerajaan matahari yang telah menaklukkan kerajaan awan dan beberapa kerajaan.
"Yang Mulia, kita sudah memasuki perbatasan!" seru para pengawal kepada King.
__ADS_1
"Tunjukkan tanda pengenal kalian!" seru sang Kaisar.
Akhirnya rombongan Kerajaan Awan memasuki Kerajaan Barat para pejabat dan Kaisar, serta seluruh keluarga Kerajaan mereka begitu antusias untuk melihat permaisuri dari Kerajaan Awan yang baru. seorang Permaisuri yang bahkan bisa mempertahankan Kerajaannya sendiri tanpa bantuan dari pasukannya, apalagi yang terdengar Zoya bagaikan seorang monster.
"Selamat datang, Yang Mulia!" seru para dayang Kerajaan barat. sang Kaisar menunggu kedatangan King untuk keluar bersama istrinya.
King keluar terlebih dahulu dari kereta kudanya, pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri keluar dari kereta Kerajaan. orang-orang yang ada di Kerajaan barat mereka memiringkan kepalanya untuk melihat seperti apa wajah dari Permaisuri Kerajaan Awan, isteri kaisar King. rumor yang beredar mengatakan bahwa permaisuri Kerajaan Awan wajahnya seperti monster.
"Terima kasih, suamiku." ucap Zoya yang kemudian turun bersama Kaisar King. orang-orang yang ada di Kerajaan barat matanya terbelalak saat melihat permaisuri dari Kerajaan Awan, seorang wanita yang mempunyai wajah yang begitu imut.. seperti seorang wanita yang usianya begitu muda, cantik mempesona tubuh yang begitu seksi dan rambut hitam legam.
"Hormat kami, Yang Mulia!" seru Kaisar King kepada Kaisar Kerajaan Barat. Kaisar Kerajaan barat nampak menatapnya dengan tatapan yang begitu tak terkata, pria itu tidak mengedipkan matanya sama sekali hingga membuat Kaisar King langsung menarik Zoya untuk disembunyikan di belakang punggungnya. karena Zoya termasuk wanita yang tidak terlalu tinggi.
"Ada apa suamiku?" tanya Zoya kepada sang suami.
"Sebaiknya kau sembunyi, Aku mau lihat matanya itu bisa berkedip tidak." ucap Kaisar King yang membuat Zoya tersenyum. Kaisar Yongsil langsung mengedipkan matanya saat sang Kaisar dari Kerajaan Awan mengatakan hal itu.
"Maaf-maaf Yang Mulia, mari silakan masuk!" seru Kaisar Yongsil.
Zoya tersenyum kepada orang-orang yang ada di sana, nampak tatapan mata para dayang serta pejabat Kerajaan Barat menatapnya dengan tatapan begitu takjub.
"Mengapa mereka bilang kalau Permaisuri Kerajaan Awan wajahnya seperti monster." guman para pejabat Kerajaan Barat.
Zoya berjalan sambil menggandeng tangan sang suami, wanita itu terus tersenyum sembari menatap Kerajaan yang berjulukan Kerajaan Dewa.
"Mari Yang Mulia!" seru Kaisar Yongsil kepada Kaisar King. para utusan dan petinggi Kerajaan Awan memasuki Aula Kerajaan Barat.
"Pasti kalian sudah sangat lelah, bukan. sebaiknya Anda beristirahat dahulu Yang Mulia, karena nanti malam pesta Kerajaan akan saya selenggarakan." ucap Kaisar Yongsil yang kemudian meminta para dayang istana Untuk mengantarkan seluruh pejabat dan Kaisar Kerajaan Awan menuju kediaman para tamu.
"Mengapa mata mereka begitu melotot saat melihatmu." ucap Kaisar King sambil tersenyum namun bingung dengan tatapan mereka.
"Mana aku tahu, suamiku. Kau kira aku ini detektif apa." jawab Zoya yang kemudian berhenti disebuah paviliun.
__ADS_1
"Mari Yang Mulia, di sinilah tempat Yang Mulia." ucap salah satu dayang yang mengantarkan Kaisar King dan Zoya. nampak mata dayang istana Kerajaan barat menatap Kaisar King dengan tatapan yang begitu menggoda.
** bersambung **