
Jenis Transplantasi Ginjal
Berdasarkan kategori donor, transplantasi ginjal dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Living-donor kidney transplant, yaitu transplantasi salah satu ginjal dari donor yang masih hidup.
Deceased-donor kidney transplant, yaitu transplantasi ginjal dari donor yang baru meninggal dunia, atas izin keluarga atau keinginan donor ketika masih hidup.
"Kenapa Humaira artikel tentang ini?" lirih Chiko setelah dia membuka dokumen kamu medis yang ternyata berisi tentang segala pengetahuan mengenai ginjal.
"Bodoh amat, mungkin saja memang benar. Humaira pergi karena dia tidak bisa berbohong kepada kedua orang tuaku. Hmm, seharusnya jika memang alasan dia pergi karena itu, dia tidak perlu melakukanya. Aku pasti akan melakukan pernikahan rahasia hingga perusahaan sepenuhnya menjadi milikku."
Chiko kemudian kembali menyimpan artikel itu di samping album yang sudah dimodifikasi oleh Humaira. Sayangnya, album itu sama sekali tidak dilirik oleh Chiko.
Chiko memilih untuk melihat kedua buah hatinya sebelum dia pergi untuk menyerahkan berkas perceraian itu kepada pengadilan. Chiko ingin segera meresmikan perceraiannya dengan Humaira.
"Apa? tidak, tidak. Kamu tidak bisa membawa kedua buah hatimu untuk tinggal di rumah baru kita setelah kita menikah nanti," ucap Dinda.
"Kenapa? ini hanya sementara sampai aku berhasil menemukan keberadaan Humaira."
"Chiko, Bukankah kita melakukan pernikahan agar kita bisa menjalani kehidupan rumah tangga seperti yang kita impikan? berdua menjalani kehidupan rumah tangga,"
"Aku tahu, tapi bagaimana dengan kedua buah hatiku? Bukankah sebelumnya kamu sudah menerima mereka dengan senang hati dan berjanji akan menjadi Ibu yang baik untuk mereka?"
"Ya, aku memang akan menjadi Ibu yang baik dan juga menyayangi mereka karena memang mereka adalah karena kamu. Tapi bukan berarti aku bersedia untuk merawat mereka."
"Dinda..."
"Chiko, Bagaimana bisa kita menjalani kehidupan rumah tangga seperti yang kita inginkan jika kamu meminta aku untuk merawat keduaku hati kamu? sudah, biarkan saja kedua buah hati kamu tinggal bersama dengan orang tua kamu sampai kamu berhasil menemukan keberadaan Humaira,"
Chiko hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian menjatuhkan diri ke sofa. Chiko memejamkan mata, dan mencoba untuk berpikir ke mana kira-kira Humaira pergi.
"Chiko, aku tahu bahwa tidak mungkin kita akan melakukan resepsi pernikahan di kota ini. Jadi, aku memutuskan untuk melakukan pernikahan kita di negara lain agar kita tidak menunda pernikahan spektakuler yang sudah menjadi impianku."
__ADS_1
"Baiklah, jika memang itu yang membuat kamu bahagia," ucap Chiko.
Dinda merasa sangat bahagia, dia langsung memeluk Chiko dan menghadiahi banyak sekali ciuman.
Beberapa minggu kemudian, Chiko merasa lega karena kedua orang tuanya dengan senang hati mau merawat Aisyah dan juga Almira. Chiko memutuskan untuk menyewa baby sister agar membantu mama untuk merawat Aisyah dan Almira.
"Ma, Pa. Chiko harus pergi ke luar negara untuk melakukan survei. Chiko mungkin akan sedikit lama karena Chiko akan menghadiri lelang dan juga acara amal di mana perusahaan Chiko menjadi sponsor."
"Pergilah, Jangan lupa untuk terus berusaha menjadi keberadaan Humaira."
Chiko hanya menganggukkan kepala sebelum dia menghampiri Aisyah dan juga Almira dan mengatakan bahwa dia akan pergi untuk beberapa minggu.
Chiko sendiri merasa heran karena tidak ada dari kedua putrinya merasakan sedih karena Humaira pergi. Itu membuat Chiko kembali menggebu-gebu untuk menjalin pernikahan dengan Dinda.
Di negara lain...
Gedung putih disulap seperti istana, Dinda tersenyum pernah kebahagiaan karena keinginannya untuk menjadi istri dari Chiko akhirnya tercapai.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu akan mengundang semua rekan bisnisku yang tidak mengetahui bahwa sebelumnya aku sudah pernah menikah dengan Humaira."
"Sayang, Bukankah aku sudah mengatakannya kepada kamu bahwa aku ingin memulai kehidupan yang baru bersama dengan kamu. Itu artinya aku akan meninggalkan dan melewati semua yang berkaitan dengan masa lalu kamu dan memulai semuanya dari awal. Benar benar dari awal."
Chiko tersenyum kemudian menghadiahi Dinda dengan kecupan mesra. Setelah malam panjang yang melelahkan, Chiko dan Dinda pergi ke villa yang memang khusus disewa untuk beberapa hari ke depan.
Villa berpuasa romantis di tepi pantai, mendukung untuk mereka yang akan melakukan honeymoon setelah pernikahan.
Dinda terlihat sangat bersahabat, sementara Chiko terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Berulang kali dia gagal paham atas kode yang di berikan Dinda.
"Beri aku waktu untuk menikmati udara di villa ini, rasanya benar-benar tidak percaya jika kita sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami istri dan benar-benar akan berhoney moon di pantai," Lirih Chiko.
"Baiklah, aku juga akan bersiap-siap untuk menyambut malam pertama kita menjadi pasangan suami istri."
Chiko tersenyum kemudian memilih untuk keluarga duduk bersantai di tepi pantai, airnya yang menggoda membuat Chiko memilih untuk berendam di sana. Tak lama kemudian, Dinda menyusul, Chiko melihat Dinda meninggalkan handuk kimono nya dan menghampiri Chiko.
__ADS_1
Malam itu, hingga satu minggu ke depan jiko benar-benar lupa akan hatinya yang bertanya-tanya ke mana perginya Humaira dan merupakan janjinya kepada kedua orang tuanya untuk berusaha mencari keberadaan Humaira.
Chiko benda-benda terlena dengan permainan yang dilakukan oleh Dinda, Chiko benda-benda tidak menyangka jika selama satu bulan mereka tidak melakukan hubungan intim, membuat Dinda jadi memiliki cara yang baru dan juga model permainan baru yang membuat Chiko kembali bersemangat.
"Sayang, Aku tidak menyangka jika permainan kamu bisa sangat menggairahkan dan memuaskan seperti ini," ucap Chiko setelah mereka melakukan permainan selama beberapa ronde.
"Tentu saja, Kamu bikin apa yang aku lakukan selama satu bulan ini ketika aku tidak melakukannya dengan kamu? aku selalu belajar untuk mencari tahu apa yang membuat pria senang di atas tempat tidur," lirih Dinda.
Chiko tersenyum kemudian memeluk Dinda, Chiko memejamkan mata saat Dinda kembali menggodanya.
"Dinda, maafkan aku karena kita harus menjalani pernikahan rahasia sampai perusahaan keluarga menjadi milikku seutuhnya."
"Tidak masalah, Karena sekarang aku dan kamu sudah menjadi satu dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita."
"Kamu benar."
Dinda berbalik dan menatap Chiko dengan tatapan penuh nafsu dan cinta.
"Ayo lakukan lagi, Aku ingin setelah pulang dari sini akan ada kabar bahagia yang mengatakan bahwa sudah ada benih di dalam diriku."
"Kenapa? Bukankah sebelumnya kita sudah sepakat untuk menunda kehamilan selama 1 tahun agar kita bisa menikmati waktu berdua seperti yang telah membicarakan?" tanya Chiko.
"Aku berubah pikiran, sepertinya aku ingin cepat-cepat memiliki buah hati sehingga ikatan antara aku dan kamu akan menjadi semakin kuat."
"Baiklah kalau begitu bersiaplah menerima banyak benih dari ku."
Dinda tersenyum penuh kemenangan, dan mereka melakukannya hingga pagi dan paginya lagi.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1