Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 10


__ADS_3

Quinsha yang merasa sangat bosan pun tanpa sadar sudah menghabiskan beberapa gelap minuman berwarna yang tidak ia sadari kalau itu adalah alkohol yang membuat kepala nya terasa sangat berat.


"Kamu kenapa Quin??" Tanya Jesen menghampiri Quinsha yang tampak memegang kepala nya.


"Kepala ku terasa berat."Ucap Quinsha.


"Kamu minum semua ini?." Tanya Jesen.


"memang nya kenapa?, rasa nya enak." saut Quinsha, Jesen pun tersenyum mengelengkan kepala nya.


"aku akan mengantarkan kamu ke kamar. Istirahat lah dulu Sampai acara nya selesai, aku akan mengantarkan kamu pulang."Ucap Jesen.


"Baiklah, Aku rasa aku tidak baik baik saja."Ucap Quinsha. Jesen pun lalu membopong Quinsha yang berjalan pun sudah tidak lagi seimbang ke dalam kamar yang memang di sediakan oleh perusahaan bagi yang ingin beristirahat. Meski Jesen punya kesempatan untuk melakukan apa pun pada Quinsha, tapi ia tidak melakukan nya, karena Ia merasa ada sesuatu yang membuat ia tidak mau melakukan nya dengan paksa atau pun di saat Quinsha sedang tidak sadar.


Sementara Di tempat lain, Aidan yang mengingat kalau Quinsha sangat mirip dengan orang yang ada di masa lalu nya pun meneguk segelas demi segelap setiap kali ia merasa kesal saat mengingat Quinsha.


"Tuan, anda sudah terlalu banyak minum."Ucap Ken mengingat kan.


"Diam lah."Bentak nya. Membuat Ken pun diam dan memperhatikan atasan nya minum.


Hingga setelah puas ia minum, Aidan pun beranjak berdiri untuk beristirahat, dengan jalan yang sempoyongan, ia menuntun dirinya sendiri untuk masuk ke kamar, bukan Ken tidak mau membantu nya, tapi Aidan menolak untuk di bantu dan akan menuju ke kamar nya sendiri.


Saat masuk ke dalam kamar, Aidan yang merasa pusing melihat bayangan seorang wanita ada di atas tempat tidur. Sejenak ia memperhatikan walau samar samar terlihat.


Aidan yang sudah mabuk berat tersenyum lebar saat ia melihat seseorang. Quinsha yang pada saat itu sudah terlelap di kamar tidak tahu kalau Aidan masuk ke kamar yang salah.


Aidan mendekati Quinsha dan mencium leher wanita itu dengan begitu agresif. "Aku mencintaimu, jangan tinggal aku."Ucap laki laki itu.

__ADS_1


Aidan melihat sosok Quinsha sebagai wanita yang ia cintai, yang sudah pergi meninggalkan dia dari dunia ini. Kirana, sosok wanita yang pernah mengisi hidup nya, mengisi hati nya, Yang memiliki bola mata yang sama indah nya dengan yang dimiliki oleh Quinsha. Membuat Aidan merasa luka lama tentang kehilangan kembali teringat setelah ia melihat mata Quinsha. Itu sebab nya ia tidak pernah mau Quinsha mengangkat wajah nya dan mengingatkan nya pada sosok Kirana yang telah meninggal dunia.


Namun malam ini, minuman yang ia teguk membuat ia kehilangan akal nya, ia seolah lupa kalau Kirana telah meninggal dunia, membuat Ia berfikir kalau Quinsha adalah Kirana.


Quinsha yang sudah tidak sadar karena minuman begitu lelap tertidur meski tubuh nya di gerayangi oleh Aidan.


Aidan mencium leher nya, membuat wanita itu menggeliat namun tidak membuka mata nya, Alkohol benar benar membuat wanita itu tidak lagi sadar.


dengan begitu agresif Aidan membuka gaun yang di kenakan Oleh Quinsha, hingga terlihat Tubuh Quinsha hanya mengunakan bra dan segitiga yang melekat pada tubuh indah gadis itu.


Tubuh Indah Quinsha yang indah membuat hasrat yang tidak lagi mampu untuk di tahan oleh Aidan untuk segera melakukan nya, dengan kepalan tangan nya ia meremas dia gunung yang tampak tidak begitu besar, bermain dengan tubuh wanita itu, membuat wanita menggeliat tanpa membuka mata nya yang terasa berat.


Hingga, sesuatu yang memasuki tubuh nya membuat wanita itu berteriak. "Ah---." Selain Quinsha belum pernah melakukan hal ini, Aidan juga melakukan nya dengan sangat kasar. hal itu membuat Quinsha membuka mata nya, walau kepala nya berat dan pandangan nya buram, hanya tahu laki laki itu menyakiti nya.


Ia mencoba mendorong nya, namun tentu tenaga Quinsha tidak sebanding, Rasa sakit yang awal di rasakan perlahan berubah menjadi rasa nikmat, Aidan yang bermain dengan tubuh nya, mengecup setiap bagian sensitif tubuh wanita itu membuat rasa sakit di awal perlahan berubah menjadi kenikmatan.


Setelah puas dan mencapai kenikmatan itu, kedua nya yang lelah dan tertidur saling berpelukan.


Hingga keesokan harinya.


Quinsha terbangun dan merasa kepala nya begitu berat, namun sesaat setelah ia sadar ia entah berada dimana lekas membuat wanita itu berteriak saat ia melihat Aidan ada di samping nya.


Aidan pun terbangun saat mendengar teriakan Quinsha sontak membuat ia juga ikut terkejut.


"Quinsha memeriksa tubuh nya di balim selimut yang ternyata tidak mengunakan sehelai benang pun langsung memeluk selimut itu.


"Apa yang kamu lakukan pada ku?." ucap Quinsha.

__ADS_1


"Kamu yang sedang apa disini?." Ucap Aidan.


Aidan melihat dirinya tanpa sehelai benang Pun menghela nafas berat, tentu sudah yakin mereka berdua melakukan sesuatu semalam.


"Kamu pasti menjebak ku."Ucap Aidan.


"Aku jebak kamu?, kamu sudah gila ya."Ucap Quinsha.


kekhawatiran dan kemarahan Quinsha membuat ia sejenak lupa kalau Aidan adalah atasan nya. hingga ia tidak memanggil Tuan pada Aidan.


Quinsha turun dari tempat tidur. "Auw---." Quinsha merasakan sakit pada sesuatu milik nya, ia pun kini yakin ia telah melakukan nya dengan Aidan. Ia lekas turun dari tempat tidur, mengambil dress nya yang berserakan di lantai dan masuk ke kamar mandi untuk ia pakai, setelah ia memakai gaun nya, ia keluar dari kamar mandi dan melihat Aidan masih tampak syok duduk di atas tempat tidur, mengacak rambut nya.


Quinsha yang tidak peduli dan hanya ingin tahu, kalau ia harus pergi dari kamar ini Oun lekas meninggalkan kamar itu dengan tergesa-gesa.


"Apa yang sudah aku lakukan dengan nya."Ucap Aidan. Saat ia turun dari tempat tidur. Ia melihat noda darah ada di atas tempat tidur.


"Sial."Kini ia sudah yakin, ia melakukan nya dengan Quinsha.


Di perjalanan pulang, Quinsha menangis di dalam taxi, membuat supir taxi pun melihat bingung Quinsha dari balik kaca spion.


"Nona, anda baik-baik saja?."


"Aku sedang tidak baik baik saja."Balas Quinsha.


"Anda mau minum nona?." Quinsha mengelengkan kepala nya.


Setelah sampai di rumah, Quinsha perlahan membuka pintu, setelah memastikan tidak ada orang di rumah, ia lekas berlari masuk ke dalam kamar nya. Mengunci dari dalam dan ia berjongkok di lantai dan menangis sesegukan. bagaimana tidak menangis, Mahkota yang selama ini ia jaga, di renggut oleh pria yang sangat ia benci, yang selalu menghina diri nya.

__ADS_1


__ADS_2