Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 13


__ADS_3

Hari itu.


Di hadapan keluarga Quinsha, Wanita itu pun kini sudah resmi menjadi istri Aidan. laki laki yang sombong dan angkuh pada nya.


Bahkan di hari pernikahan dimana Quinsha di minta untuk menyalami Aidan dan mencium punggung tangan laki laki itu, Laki laki itu masih menunjukan sikap Arogan pada Quinsha, Ia mengelap bekas ciuman Tangan Quinsha ke jas yang ia kenakan. Hal itu pun di saksikan oleh Bibi Sonia yang tersenyum penuh kepuasan.


Aidan di kenal sebagai sosok laki laki yang sangat sombong dan arogan pada siapa saja, terlebih pada wanita miskin seperti Quinsha. dan Sudah terlintas bayangan di pikiran Bibi sonia bagaimana Hidup Quinsha bersama laki laki itu.


Meski tidak senang Quinsha mendapatkan calon suami yang kaya, namun ada Kesenangan sendiri saat tahu seberapa arogan laki laki yang menjadi suami ponakan suami nya.


Paman Jons dan Bibi Sonia pun mengantar Quinsha sampai di teras rumah, Quinsha pun berpamitan pada kedua orang yang sudah merawatnya.


"Jaga diri kamu nak, Hubungi paman jika sesuatu terjadi pada mu."Ucap Paman Jons.


"Iya Paman." Balas Quinsha.


Tampak Aidan sudah berada di dalam mobil menunggu wanita itu masuk ke dalam mobil. Tidak ingin membuat Aidan marah karena menunggu nya, Quinsha pun dengan segera pamit pada Paman nya lalu masuk ke dalam mobil.


Ken membukakan pintu nya, mempersilakan Quinsha untuk masuk dan duduk di samping Aidan.


Entah Aidan akan membawa nya kemana, Quinsha pun sudah pasrah akan hal ini, karena bagaimana pun laki laki ini sudah menjadi suami nya.


Di tengah perjalanan menuju ke rumah yang akan menjadi tempat baru Quinsha. Aidan memberikan nya sebuah kertas.


"Tanda tangan ini."


"Apa ini Tuan?."


"Apa kau tidak bisa membaca?." Bentak Aidan.


Quinsha pun tidak menunggu jawaban laki laki itu, ia lekas membaca, dimana Itu berisikan Quinsha akan patuh selama menjadi istri Aidan Milton, menuruti semua yang Aidan katakan dan tidak memberi tahu siapa pun tentang pernikahan mereka.


"Jika kau berani melanggar, kau akan terima akibat nya."Ucap Aidan penuh pengancaman.


Meski merasa Aidan keterlaluan karena menikahi nya dan memberi kan surat tidak jelas seperti ini, namun ia masih menanda tangani nya.


Mobil itu berhenti di sebuah rumah yang sangat besar, tampak beberapa pelayan keluar untuk menyambut kedatangan Quinsha.

__ADS_1


"Silakan ikut kami nona." Ucap pelayan itu. Quinsha pun menurut saja.


Aidan melihat wanita itu masuk bersama pelayan itu dan di tuntun masuk ke kamar.


"Nona, silakan ganti baju anda dengan handuk ini."Ucap pelayan itu.


"Untuk apa?."


"Kami akan membantu anda membersihkan diri." Balas Pelayan itu.


"Apa?." Pekik Quinsha.


"Maksud nya bagaimana?." Tanya nya lagi, berfikir ia salah mengartikan perkataan pelayan itu.


"Kami di perintahkan Tuan Aidan untuk membantu anda membersihkan diri nona."


"Tidak mau. aku bisa sendiri."Tolak Quinsha.


"Nona, tolong bantu kami, nanti Tuan Aidan akan marah pada kami jika anda tidak nurut."


Quinsha yang merasa malu harus di mandikan oleh orang lain pun hanya bisa pasrah. Karena ini adalah perintah Aidan.


Tubuh Quinsha di lulur dan di bersihkan oleh mereka dengan hati hati, meski malu tapi ia mencoba untuk tenang.


"Tuan Aidan, kau menyebalkan sekali, memang nya aku mandi sendiri tidak bersih?." Gumam Quinsha kesal.


Setelah selesai semua, Quinsha pun keluar dari kamar mandi, tampak Aidan duduk di sofa membaca buku.


"Apa dia sudah bersih?". Tanya Aidan tanpa mengangkat wajah nya.


"Sudah Tuan."


"Keluarlah." Pelayan menganggukkan kepala nya lalu berjalan keluar dari kamar Quinsha dan Aidan.


Quinsha masih berdiri mematung menunggu perintah, ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan, tubuh nya masih berbalut handuk dan koper nya bahkan belum di bawa masuk oleh sekretaris Ken. Berdiri di depan laki laki dengan berbalut Handuk membuat Quinsha merasa tidak nyaman dan menutupi dadanya dengan tangan.


"Dimana koper saya Tuan?."Ucap Quinsha.

__ADS_1


Aidan menaruh buku nya di atas meja dengan kasar, ia melihat Quinsha yang hanya berbalut handuk, peristiwa di kamar itu pun muncul di ingatan Aidan, dimana ia begitu semangat melakukan dengan wanita yang ada di depan nya, Tubuh Quinsha yang putih bersih membuat ia penasaran, apa yang membuat ia tertarik melakukan nya saat mabuk. "Buka handuk mu."


"Apa?."


"Aku tidak suka mengulangi perkataan yang sama."Ucap Aidan.


"A-Aku---." Quinsha gugup dan takut.


Aidan lalu berdiri berjalan menghampiri Quinsha, melihat kaki laki laki itu berjalan ke arah nya membuat Quinsha takut.


Aidan lalu memegangi kedua bahu Quinsha, lalu mendorong wanita itu dengan kasar di atas tempat tidur.


"A-Apa yang mau Tuan lakukan?." Tanya Quinsha gugup.


Quinsha tanpa sengaja mengangkat wajah nya, membuat kedua mata nya itu melihat Aidan. Mata Indah yang selalu Aidan hindari membuat ada debaran jantung yang berbeda.


"Tuan, saya baru selesai membersihkan diri."Ucap Quinsha.


"Kamu pikir aku menikahi mu untuk membiarkan mu santai santai."Ucap Aidan.


Laki laki itu mendekat ke arah dimana Quinsha posis terbaring. Tidak berani untuk menolak Aidan, Quinsha menutup mata nya saat laki laki menyentuh diri nya.


"Buka Mata mu."Ucap Aidan.


Quinsha membuka mata nya dan melihat Aidan berada di atas nya, laki laki itu melihat nya, sejenak menatap nya, lalu berubah menjadi tatapan yang dingin, ada kemarahan di hati Aidan saat Quinsha menatap nya dengan mata itu.


Dengan Begitu Kasar Aidan melakukan hal itu dengan Quinsha, membuat wanita itu meringis kesakitan. Namun Aidan terus melakukan nya dengan Kasar, tanpa memikirkan apa wanita itu kesakitan atau tidak.


"Ah--." Suara rintisan itu membuat Aidan terhenti. Ia melihat cairan bening mengalir dari ujung mata Quinsha.


Aidan lalu memegangi leher Quinsha, membenami wajah nya di leher wanita itu, kini ia mencoba melakukan nya dengan lembut, mencumbu leher Quinsha. Tubuh Quinsha berdesir hebat, rasa sakit yang tadi ia rasakan kini berganti rasa sakit bercampur nikmat. Hingga tiba tiba Aidan mulai mencium bibir Quinsha, menelusuri setiap bibir wanita itu, membuat wanita itu terkejut, ia rasanya ingin memalingkan muka nya untuk menghindari ciuman itu, namun ia tidak bisa melakukan nya, jantung nya berdebar sangat kencang, hingga membuat ia rasanya sulit mendapatkan oksigen. Perlahan Quinsha ikut menikmati ciuman itu tanpa sadar.


Ada Gairah yang bergetar hebat pada Quinsha, saat apa yang di lakukan Aidan semakin memanas. Quinsha memasrahkan dirinya malam itu pada laki laki yang selama ini ia benci karena sering menghina diri nya.


"Ah----." Desahaan dari mulut Quinsha yang tanpa sengaja terlepas. Membuat Gerakan pelan berubah menjadi gerakan Agresif


Hingga sampai pada puncak dimana ia Quinsha merasakan cairan hangat yang menyembur membasahi rahim nya, kedua nya kelelahan dan tertidur setelah melakukan adegan panas itu di malam pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2