Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 11


__ADS_3

Di ruangan Aidan.


Samar samar ia mengingat sekilas bayangan ia melakukan hubungan badan dengan Quinsha malam kemarin, membuat ia benar benar tidak konsen bekerja.


Dengan kasar ia membanting berkas map yang ada di tangan nya ke atas meja. Ia lalu beranjak berdiri.


"Kenapa harus dia, kenapa harus wanita itu."Batin nya.


"Dimana Quinsha Mel?."


"Dia bilang dia sakit, jadi hari ini dia tidak masuk bekerja."Balas Amel.


Aidan yang saat itu baru keluar dari ruangan nya untuk pulang, ia mendengar Jesen menanyakan kabar tentang Quinsha pada Amel. Membuat laki laki itu merasa bersalah.


Terlebih sebelum keluar dari hotel kemarin, ia melihat kalau diri nya lah yang masuk ke kamar yang salah.


"Ada apa Tuan?."Tanya Ken pada Aidan yang tiba tiba berhenti. namun Aidan menghiraukan nya.


"Dia sakit?." Tanya Jesen pada Amel.


"Iya Tuan, dia bilang pada ku sakit, makanya tidak bisa bekerja."Balas wanita itu.


Jesen mengacak tangan nya di pinggang nya, menghela nafas berat.


"Aku merasa bersalah tidak mengantar nya pulang kemarin, karena aku pun sedang mabuk berat."Ucap Jesen.


"Shasha Mabuk semalam?." Amel terkejut karena ia tidak tahu kalau sahabat nya mau minum bir, apa lagi hingga mabuk.


"iya, dia salah minum minuman, makanya jadi seperti itu, tapi aku sudah mengantarnya ke kamar, namun besok pagi saat aku datang, sudah tidak ada dia, kamu mau kerumah nya nanti?." Ujar laki laki itu.


Aidan Yang mendengar ucapan Jesen mengepalkan tangan nya, iya kini menyadari kalau ia melakukan kesalahan. laki laki itu lalu melangkah pergi dari sana di ikuti Ken yang merasa heran.


Di dalam mobil, Ken melihat sosok atasan itu tampak sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Ken."


"Iya Tuan."


"Cari tahu info tentang gadis itu."


"Gadis yang mana Tuan?." Ken tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Aidan saat ini.


"Quinsha."


Mendengar nama wanita itu, Ken terkejut, untuk apa Aidan ingin mengetahui tentang Quinsha.


"Cari tahu dimana letak kelemahan keluarga nya, agar mereka mau patuh pada ku."Ucap Aidan lagi sebelum sempat Ken bertanya kembali untuk apa.


Melihat suasana hati atasan yang tidak baik, Ken pun memilih diam dan tidak lagi bertanya.


•••


Saat ia sedang mencuci piring di dapur, terdengar Suara bel berbunyi, Quinsha pun seger mencuci tangan nya, mengibas ngibaskan tangan nya bermaksud untuk membuka pintu, namun paman Jons yang kala itu ada di rumah lebih dulu berjalan keluar, membuat Quinsha mengurungkan niat nya.


Beberapa saat kemudian, Paman Jons datang menghampiri Quinsha.


"Quinsha, Bikinkan 1 minuman, ada tamu di luar." ucap Paman Jons.


"Baik Paman."Balas nya dan bergegas melakukan apa yang di pinta Paman nya.


Quinsha pun mengantar minuman, tampak di sana seorang laki laki sedang berbicara dengan Paman nya. Laki laki yang memiliki umur seperti paman nya.


"Silakan minuman nya." Ucap Quinsha dengan sopan. pria itu tersenyum melihat Quinsha, melihat wanita itu dari bawah hingga atas dengan penuh kekaguman, Quinsha yang menyadari ia sedang di lihat seperti itu pun meraaa tidak nyaman, dan bergegas untuk pergi.


"Shasha. Jangan pergi!." Bibi Sonia menahan nya. Quinsha pun hanya bisa menurut dan duduk di samping Bibi nya.


"Perkenalkan ini Tuan Bernard. Dia adalah rekan bisnis Paman mu, dia memiliki sebuah perusahaan besar di kota ini."tutur Bibi Sonia.

__ADS_1


Entah mengapa hari itu kata kata yang keluar dari mulut bibi nya begitu halus dan lembut. namun penuturan bibi nya tentang Sosok Tuan Bernard membuat pertanyaan besar di pikiran Quinsha. Apa yang diinginkan sang bibi.


"Tuan Bernard sedang mencari calon istri, dia bermaksud melamar kamu untuk di jadikan istri nya, bukan begitu Tuan."Ucap Bibi Sonia.


Tentu hal itu membuat wanita itu terkejut, ia melihat ke arah Paman nya yang tidak berani menatap nya, Seolah Membenarkan apa yang di sampaikan bibi nya.


"Apa kamu mau menjadi istri saya Quinsha??" tanya Tuan Bernard.


"Bi, tapi aku belum siap untuk menikah." Bibi Sonia membesarkan mata nya namun masih tersenyum untuk menutupi rasa kesal atas jawaban Quinsha.


Ia lalu memegangi tangan Quinsha. "Kamu sudah dewasa, mau sekarang atau nanti tetap saja kamu akan menikah dan bekerja di dapur. Tapi dengan Tuan Bernard hidup kamu akan enak."Bibi Sonia meremas tangan Quinsha dengan kuat, membuat wanita itu ingin merintih namun di tahan.


"Tuan Bernard, saya akan bicarakan lagi dengan ponakan saya, dia pasti akan mau, dia hanya masih bimbang saja, iya kan Sayang."Ucap bibi Sonia meremas kembali tangan Quinsha, memaksanya untuk mengangguk.


Setelah Tuan Bernard pamit pergi, Quinsha pun langsung di marahi oleh Bibi nya.


"Hei Quinsha, kamu dengar, kami ini sudah merawat kamu dari dulu, apa susah nya menuruti keinginan kami dengan menikah dengan Tuan Bernard."


"Kenapa harus dengan menikah Bi, Aku gak mau."


"Kalau bukan karena perusahaan Paman mu akan gulung tikar, kami pun tidak akan menikahi mu seperti ini." Mendengar ucapan bibi nya, Quinsha melihat ke arah Paman nya.


"Paman."


"Maafkan Paman Shasha, Perusahaan Paman memang sedang ada masalah besar, dan hanya Tuan Bernard yang bisa menolong Paman, tapi sebagai balasan nya, dia ingin kamu menjadi istri nya."Ucap Paman Jons.


Mendengar hal itu, air mata Quinsha pun terjatuh. Ia menundukkan kepala nya tanpa tahu apa yang harus ia katakan lagi.


"Kamu sudah dengar sendiri kan, jadi kamu harus menikah dengan Tuan Bernard, anggap saja ini semua sebagai balas Budi mu pada kami karena sudah merawatmu, membesarkan mu sampai sekarang."Ucap Bibi Sonia lagi, lalu berjalan pergi meninggalkan Quinsha yang masih duduk tertunduk.


"Maafkan Paman Sha, Paman pun tidak punya pilihan lain, tapi kalau kamu memang tidak mau menikah dengan Tuan Bernard, kamu boleh pergi meninggalkan rumah ini, biar bibi mu tidak terus mendesak mu, tidak apa apa kalai perusahaan Paman hancur."Ucap Paman Jons. Ia memang memiliki harapan Tuan Bernard mau membantu perusahaan nya, namun ia sendiri tidak mau memaksa Quinsha untuk menikah, karena ia pun sangat menyayangi Quinsha.


Quinsha berdiri dari duduk nya lalu berlari masuk ke dalam kamar nya sembari menangis. ini adalah pilihan yang berat untuk nya, karena ia harus menikah dengan laki laki tuan yang tidak ia sukai.

__ADS_1


__ADS_2