
Keesokan hari nya.
Quinsha menyiapkan sarapan untuk ia dan Aidan. Aidan yang baru keluar dari kamar melihat Quinsha tampak di dapur sedang bicara dengan para pelayan.
"Tuan, Duduk lah disini, sebentar lagi sarapan siap."Ucap Quinsha pada Aidan. Aidan pun duduk tampak mengiyakan, beberapa saat Quinsha datang dengan masakan nya yang harum menggoyangkan cacing cacing di perut pagi ini.
"Kau masih bersikap aneh?." Tanya Aidan.
"Aneh?, Memang nya apa yang aku lakukan Tuan, Justru aku merasa kamu yang aneh, masa saya memasak saja di bilang aneh."Quinsha tertawa Kecil.
Aidan pun mencicipi masakan Quinsha, seperti nya hal nya kemarin, ia kembali di hipnotis oleh masakan wanita itu yang menurut nya sangat cocok dengan lidah nya.
"Enak kan?." Tanya Quinsha, mata nya penuh antusias menunggu balasan Aidan, namun harus nya ia sudah bisa menebak, Aidan sudah pasti menghiraukan nya.
Setelah selesai sarapan, Pak Edi tampak sudah menunggu Quinsha untuk mengantar nya ke kantor.
__ADS_1
"Aku naik mobil itu??" Tanya Quinsha.
"Iya Nona."Balas Sekertaris Ken.
"Tuan, jangan merindukan ku ya, aku pergi dulu."Ucap Quinsha lalu senyum-senyum masuk ke dalam mobil.
Aidan yang masih berdiri disitu di buat bengong dengan perkataan Quinsha.
"Kau lihat Ken, dia bertingkah Aneh, aku rasa sebentar lagi kita membutuhkan sikiater untuk nya."Ucap Aidan. Mengelengkan kepala nya lalu masuk ke dalam mobil. Sementara Ken hanya membalas dengan senyuman tipis.
•••
"Mel, Ayo kita berangkat bersama."Ajak Quinsha.
"Jangan deh, nanti Tuan Aidan marah."
__ADS_1
"Ini kan mobil ku, sudah lah jangan banyak di pikirkan, ayo masuk."Ajak Quinsha. Amel pun dengan segera mengiyakan dan masuk ke dal mobil mewah itu untuk merasakan seperti apa sensasi nya menaiki mobil orang kaya.
"Mobil nya keren sekali Sha. Eh tapi aku kamu sudah melakukan nya Sha?."Tanya Amel melihat Quinsha dengan serius.
Quinsha menghela nafas lemas. "Sudah, tapi Aidan malah bilang aku bersikap aneh, seperti nya apa yang ku lakukan semalam gagal semua."Ucap Quinsha cemberut.
"Kamu harus berusaha lebih keras, ini kan baru permulaan, anggap saja ini pemanasan sebelum ke latihan inti."Ucap Amel.
"Pemanasan, memang nya olahraga."Quinsha tertawa mengelengkan kepala.
"Tapi Mel, aku rasa aku belum membutuhkan nya, aku juga belum tahu tentang perasaanku sama dia, aku masih ragu."Ucap Quinsha setelah nya.
"Jangan pedulikan perasaan mu, Aku yakin kamu sudah sayang pada nya, buktinya kamu peduli pada kesehatan nya dan kamu bahkan membuatkan nya makan, itu tanda nya kamu sayang, hanya kamu belum menyadari nya."ujar Amel. Quinsha pun mencoba untuk mengiyakan perkataan sahabat nya walau dengan ragu ragu.
Saat Quinsha semalam menceritakan pada Amel kalau ia menjadi istri yang di sembunyikan dan bahkan tidak di akui di mata semua orang.
__ADS_1
Amel yang mendengar merasa itu sangat tidak adil untuk sahabat nya, terlebih Quinsha sudah melayani Aidan dengan sangat baik, ia pun menyarankan Quinsha untuk mempertahankan hubungan itu, karena walau pun Quinsha tidak di perkenalkan pada dunia kalau ia adalah Istri seorang Aidan, tapi tetap Quinsha adalah pemenang gelar istri pertama. Sikap yang di anggap aneh oleh Aidan adalah cara agar Quinsha dapat meluluhkan hati laki laki itu.
"Buat lah dia mencintaimu dan membuatnya untuk berfikir kalau ia tidak lagi perlu menikah dengan nona Sofia, pertahankan hubungan mu dengan nya." Kata kata Amel yang menyemangati Quinsha.