Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
26 - menganggu saja


__ADS_3

Hari itu. Aidan menghadapkan meeting dadakan untuk para staf.


Quinsha yang saat itu sedang bersiap untuk makan siang di hampiri Amel. "Sha, kamu sudah dengar belum ada meeting hari ini, Jesen meminta kamu membuatkan minum untuk para staf di ruangan meeting nanti."Ucap Amel memberitahu.


"Oh, sekarang?."


"Engak, nanti setelah makan siang."Balas Amel.


"Ya udah, ayo makan dulu kita, setelah ini aku akan menyiapkan nya."Balas Quinsha. Amel pun tersenyum dan mengangguk.


Kedua nya lalu makan siang bersama sebelum Quinsha melakukan tugas yang di suruh. Jesen selalu menemukan cara agar bisa melihat Quinsha, namun hal itu membuat Quinsha tidak nyaman, terlebih mengingat Jesen adalah Sepupu suami nya.


•••


Di Ruangan Meeting.


Quinsha mengetuk pintu dan tampak semua orang sedang duduk bersiap untuk meeting yang akan segera di mulai. Quinsha pun dengan hati hati masuk bersama Amel, mulai menyajikan minuman itu di atas meja.


Sementara Jesen yang sejak tadi ada disana, melihat Quinsha pun tersenyum senang, Namun tidak dengan Aidan yang menatap dingin Jesen karena tatapan itu.


"Hai Quin."Sapa Jesen dengan pelan saat giliran minuman nya ia letakan. Quinsha hanya membalas dengan senyuman singkat tanpa berani membalas nya, apa lagi di depan banyak orang.


"Hm. Ayo di mulai."Aidan mendehem membuat semua mata orang yang ada di ruangan itu tertuju pada laki laki itu. Setelah Quinsha menyelesaikan menaruh minuman semua orang, ia pun segera keluar dari ruangan itu. Mata nya sempat menoleh ke arah Aidan yang tampak dingin di depan semua orang.


"Dia benar benar pendiam sekali dan sangat menyeramkan, seperti nya semua orang takut pada nya di kantor ini, tapi kalau orang lain tahu asli nya dia di rumah, pasti semua orang akan terkejut. Karena dia sangat perhatian dan baik menurut ku, walau kadang menyebalkan."Batin Quinsha.

__ADS_1


"Hei." Amel menepuk pundak Quinsha saat melihat Sahabat nya berjalan sembari melamun.


"Kau mengagetkan ku Mel."Ucap Quinsha.


"Kau pikirin apa sih Sha, akhir akhir ini kamu agak berbeda, apa ada sesuatu yang kau pikirkan?." Tanya Amel.


"Engak ah, perasaan kamu aja kali."Balas Quinsha tertawa untuk menyembunyikan kegugupan nya.


"Kita udah teman lama loh, dan aku tahu kalau ada sesuatu yang berbeda dari kamu, ayo katakan, apa yang kau pikirkan, apa bibi mu cari masalah lagi dengan mu??" Tanya Amel.


Pertanyaan Amel tentang bibi nya membuat Quinsha lansung teringat pada Paman nya yang tidak peduli pada, bahkan paman dan Bibi nya tidak menghubungi nya sejak ia menikah dengan Aidan.


Apa segitunya tidak berharga dirinya sampai tidak di tanya kabar nya sama sekali, apa kah ia baik baik saja atau tidak selama menikah dengan Aidan.


"Tu kan, melamun lagi." Ucap Amel. Quinsha pun tersenyum.


"Baiklah." Balas Amel.


Saat Quinsha sedang membersihkan lantai, tiba tiba Jesen datang menghampiri diri nya.


"Hi."


"Iya."


"Quin, kenapa kamu seperti nya sedang menghindari ku?." Tanya Jesen. Quinsha menghentikan gerakan mengepel nya. Lalu memandang laki laki yang sedang berdiri di samping nya.

__ADS_1


"Hanya perasaan mu saja Tuan."


"Hm baiklah, Tapi boleh aku tahu keadaan mu sekarang?." Tanya Jesen.


"Sudah baik baik saja."Balas Quinsha.


"Boleh kah nanti aku mengantarkan kamu pulang?." Tanya Jesen.


"Em, Maaf tidak bisa."Ucap Quinsha lalu kembali melanjutkan mengepel nya.


"Kenapa?."


Tiba Tiba Aidan datang menghampiri kedua nya, membuat Quinsha pun melihat laki laki itu yang menatap nya dengan dingin.


"Kak, ada apa?." Tanya Jesen saat Aidan menghampiri diri nya.


"Aku mau lihat surat kontak perusahaan A yang kemarin kita setujui kerja sama nya."ucap Aidan.


"Ada di ruangan ku, Sebentar Lagi aku ambilkan."Ucap Jesen.


"Ambilkan sekarang Jesen, aku membutuhkan nya." Saut Aidan menatap Jesen seolah tidak boleh di bantah.


"Baiklah."


Jesen pun menghela nafas karena Aidan sangat menganggu diri nya yang sedang mengajak Quinsha bicara. "Dia menganggu saja."

__ADS_1


Setelah Jesen pergi, Aidan pun pergi meninggalkan Quinsha yang masih melihat diri nya.


__ADS_2