
"Nona, itu milik teman wanita saya."Ucap Ken. Sofia mengerutkan kening nya heran.
"Kau mengunakan mobil Aidan untuk membawa wanita mu?." Tanya Sofia dengan tatapan tidak percaya. Sekertaris Ken pun mengamggukan kepala nya dengan wajah datar terkesan tegas. Ken lalu mengulurkan tangan nya untuk meminta jepit rambut yang ada di tangan Sofia.
Sofia mengelengkan kepala nya lalu mengembalikan pada Ken. Sembari mengumpat karena merasa Ken terlalu berani membawa wanita dengan mobil kekasih nya.
Sofia lalu mengejar Aidan setelah memberikan jepit rambut itu pada Ken. Ken pun melihat wanita itu berlalu pergi sembari berlari kecil.
"Sayang, Kamu kenapa gak pernah ada waktu untuk aku sekarang, padahal aku butuh kamu sayang, apa lagi Papa Mama kamu dan aku sudah meminta kita mempersiapkan pernikahan kita."Ucap Sofia dengan tatapan sendu Pada Aidan.
Aidan membuka Laptop nya tanpa melihat Sofia yang sedang mengajak nya bicara. Cm entah mengapa ia sama sekali tidak tertarik pada pembahasan tentang pernikahan dengan Sofia, Mungkin karena ia menyadari diri nya kini telah menikah dengan Quinsha, Namun disisi lain ia tidak bisa mengecewakan orang tua nya yang sudah menjodohkan ia dengan Sofia. Selain itu ia juga mencintai Sofia yang sudah beberapa lama singgah di hati nya.
"Aku hari ini sedang sibuk Sofia, Nanti kita bicarakan lagi."Ucap Aidan.
"Kapan?." tanya Sofia menata sendu.
"Aku akan mengabari mu."Balas Aidan.
__ADS_1
Sofia menghela nafas karena tidak di beri kepastian kapan ia akan di ajak bicara. Namun ia pun hanya bisa mengiyakan dengan menganggukan kepala.
Sofia berjalan menghampiri Aidan, lalu mencium pipi kekasih nya, Aidan pun memberikan senyum singkat pada wanita itu.
"Sayang, Aku harap hati mu tidak berubah untuk ku."ucap Sofia. ucapan Sofia seolah menyetrum hati Aidan yang memang kini seperti nya sudah berbelok arah ke arah lain setelah hadir nya wanita baru di hidup nya, yaitu Quinsha.
"Hm, Baiklah, aku mau pulang dulu sayang, aku mau ke kantor Papa."Ucap Sofia.
"Baiklah, hati hati sayang." Balas Aidan, kedua nya cipika cipiki sebelum Sofia pamit pergi meninggalkan ruangan Itu.
Sofia berjalan keluar dan berpapasan dengan Quinsha yang datang membawakan kopi untuk Aidan, Tatapan Sofia masih sama, yaitu tatapan sinis karena masih mengingat Quinsha sebagai wanita ceroboh yang sudah mengotori tas nya waktu itu.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Quinsha mengetuk pintu ruangan Aidan sebelum membuka dan masuk ke dalam. Aidan yang tengah memeriksa berkas pun menengadahkan kepala nya melihat Quinsha masuk.
"Bagaimana keadaan mu?."Tanya Aidan.
"Sudah baikan Tuan."Balas Quinsha sembari menaruh minuman itu di atas meja dengan tatapan yang tertunduk.
"Aku sedang mengajak mu bicara mu, apa kau tidak bisa menatap ku?."Tanya Aidan. Quinsha mengerutkan kening nya.
"Lihat lah pria menyebalkan ini, Apa dia lupa kalau dia yang meminta ku menundukkan pandangan ku saat bertemu dengan nya."Batin Quinsha mengoceh.
"Apa kau tidak dengar." Aidan agak meninggikan suara nya, membuat Quinsha yang tadi melamun lekas mengangkat pandangan nya.
"Bukan kah Tuan yang meminta ku jangan mengangkat pandangan ku."Ucap Quinsha.
"Begitu kah?, kalau begitu sudah berapa kali kau melanggar nya saat bersama ku dirumah?." Balas Aidan.
Quinsha mengaruk kepala nya yang tidak gatal karena binggung.
__ADS_1
"Karena kau selalu memaksa ku melakukan itu, bagaimana mungkin aku tidak mengangkat kepala ku melihat mu." gumam nya lagi.
"Jangan terlalu lelah bekerja, atau kau akan menerima hukuman kalau sakit lagi."Ucap Aidan. Quinsha pun tersenyum tipis menganggukan kepala nya. Berpapasan dengan staf datang mengantarkan berkas pada Aidan, membuat Quinsha pun pamit meninggalkan ruangan itu. Mata Aidan masih melihat Istri nya pergi dari ruangan itu hingga tidak terlihat lagi dari pandangan nya.