Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 17


__ADS_3

Saat kedua gunungnya di pegang oleh Aidan, Quinsha lansung menahan Tangan Aidan. Membuat ciuman kedua nya berhenti, Aidan menatap Quinsha heran.


"Tuan, apa kita akan melakukan nya lagi??" tanya Quinsha.


"Kenapa??"


"Ini kan kantor, bagaimana kalau orang kantor melihat nya."


"Mereka bisa apa, aku suami mu, dimana pun aku menginginkan nya, kamu harus melayani ku."Ucap Aidan lalu kembali mencium Quinsha.


"Bukan kah kamu sendiri yang tidak ingin orang lain tahu."Batin Quinsha. Namun Tentu Bukan itu yang Quinsha takutkan, ia takut kalau saat mereka sedang melakukan nya ada yang masuk ke dalam ruangan ini dan melihat mereka. Namun Aidan seolah tidak perduli dan membuat Quinsha hanya bisa pasrah ketika Aidan melanjutkan mengobrak-abrik tubuh wanita itu.


Tentu Aidan pun bukan tidak memikirkan hal itu, pintu ruangan nya sudah ia kunci dengan kunci remote yang ada di dekat nya. Saat ia mulai mencumbu Quinsha.


Aidan lalu mengiringi tubuh Quinsha menuju ke atas sofa yang ada di ruangan itu. ciuman yang terjadi di antara kedua nya pun kian memanas.rok yang di kenakan Quinsha pun dengan cepat di lepaskan oleh Aidan.


Tiba tiba Quinsha menahan tubuh Aidan. "Tuan, boleh kan pelan pelan saja melakukan nya, milik ku terasa sakit."Ucap Quinsha.


Aidan kembali memegangi pangkalan leher Quinsha, kembali membenamkan ciuman pada wanita itu tanpa mengiyakan keinginan Quinsha.


Namun meski ia tidak mengiyakan, Quinsha bisa merasakan Aidan melakukan nya dengan perlahan. Aidan menjamah bibir Quinsha dengan ciuman yang tiada putus, laki laki itu menikmati nya begitu pun dengan Quinsha.


Setelah lelah, kedua nya berbaring memiring, Aidan memeluk tubuh Quinsha di sofa, rasa tubuh wanita itu terasa lelah setiap kali selesai di permainan oleh suami nya.


"Kamu harus memberikan ku anak."Ucap Aidan. ucapan Aidan membuat Quinsha terkejut.


"Kenapa Tuan?. Kenapa harus aku, bukan kah anda tidak menyukai saya karena status sosial ku sangat rendah." Pertanyaan itu berani Quinsha keluarkan karena ia merasa kenapa Tiba tiba Aidan meminta anak dari nya sementara sejak awal Aidan sangat membenci nya.


Bahkan Quinsha tidak pernah berfikir akan melahirkan anak untuk laki laki itu, melainkan hanya menjadi tempat laki laki itu membuang kan hasrat **** nya.


Namun pertanyaan tadi tidak mendapatkan jawaban dari Aidan yang memilih memejamkan mata nya.


Ponsel Quinsha mendapatkan telefon dari Amel untuk menanyakan keberadaan nya, namun ia tidak berani menjawab, terlebih suami nya sedang mendekap nya dan membuat ia tidak berani melakukan pergerakan yang dapat membuat Aidan terbangun dari tidur nya.


•••


Quinsha memegangi perut nya saat ia sedang membersihkan pantri. Ia merasakan perut nya terasa keram saat itu.


hal itu membuat Quinsha merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Sha, kamu kenapa??" Tanya Amel yang baru saja datang dan melihat Quinsha seperti menahan rasa sakit. Quinsha mengelengkan kepala nya tidak apa apa.


"Kamu yakin??"


Quinsha menganggukkan kepala nya sembari tersenyum singkat. Quinsha merasa kram di sekitaran perut nya dan mereda saat ia duduk beberapa saat.


Amel melihat Quinsha seperti ada yang ia sembunyikan. namun ia tidak bisa memaksa Quinsha untuk bercerita.


"Oh iya Sha, tadi kamu kemana aja, aku nyariin kamu?." Tanya Amel saat Beberapa jam sahabat nya tidak kelihatan.


"Aku tadi di suruh Tuan Aidan membeli sesuatu di luar untuk kekasih nya, makanya aku tidak kelihatan."Quinsha mencoba memberikan alasan agar sahabat nya tidak curiga kalau ia bersama Aidan di ruangan itu sejak tadi.


"Oh gitu, tapi kamu gak di marah Tuan Aidan kan??"


Quinsha mengelengkan kepala nya. "Aman."


"Bagus lah, aku tadi khawatir pada mu."


"Makasih ya Mel, kamu selalu khawatirin aku, kamu memang sahabat terbaikku."Ucap Quinsha.


"Iya---, makanya jaga kesehatan mu,jangan buat aku khawatir terus."Balas Amel. Quinsha pun tersenyum menganggukkan kepala nya.


"Nona Quinsha, silakan ikut dengan saya."Ajak Sekertaris Ken.


"Kita mau kemana?."


"Ikut saja Nona."Balas Nya lagi.


Quinsha pun mengangguk dan pamit pada Amel, lalu mengikuti langkah Ke menuju lift.


"Nona?." Amel merasa heran saat mendengar Panggilan Ken untuk Quinsha. karena biasanya Ken hanya memanggil nama saja untuk diri nya.


"Silakan masuk Nona."Ajak sekertaris Ken membukakan pintu mobil untuk nya. Quinsha merasa tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian beberapa orang yang lewat karena ia masuk ke dalam mobil pemilik perusahaan.


"Kita mau kemana?." Tanya Quinsha saat sudah di dalam mobil.


"Pulang Nona."


"Kenapa?, padahal jam kerjaku belum usai."

__ADS_1


"Nanti nona akan tahu, ini permintaan Tuan Aidan." Mendengar kalau Aidan yang meminta Quinsha pun hanya bisa duduk manis dan menurut saja.


"Tuan."


"panggil Ken saja Nona."


"Iya, Ken, menurut mu kenapa Tuan Aidan menikahi ku?." Tanya Quinsha. Namun ia tidak mendapatkan jawaban atas apa yang ia tanyakan.


"Kenapa diam?"


"Bukan wewenang saya untuk memberikan jawaban."Balas Ken.


"Aku ingin kamu menganggap ku sebagai Teman saat tidak ada Tuan Aidan, coba lah untuk memberiku jawaban."Balas Quinsha.


Ken melihat Quinsha dari balik kaca spion,ata wanita itu penuh harapan menunggu ia menjawab.


"Mungkin Karena anda layak mendapatnya Nona." ucap Ken.


"Maksudnya?."


Bertepatan dengan mobil yang sampai di rumah, begitu laju kendaraan yang di bawa Ken membuat Quinsha tidak menyadari sudah sampai di halaman rumah.


"Cepat sekali." mengerutkan kening nya heran. Ia pun turun dari mobil lalu melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah juga.


"Ayo Nona." entah siapa yang sudah menunggu nya di dalam, Quinsha pun masuk ke dalam dan tampak seorang laki laki dengan jas sudah duduk menunggu nya.


"Bos mu itu menyebalkan sekali, sangat memaksa ku untuk datang kesini."Ucap laki laki yang adalah dokter Michael yang adalah dokter keluarga sekali sahabat Aidan.


"Ini Nona Quinsha yang mau di periksa." Ucap sekertaris ken yang tidak menggubris keluhan dokter tentang bos nya. Karena ia sendiri saja di perintah oleh bos nya dengan sesuka hati nya, rasa nya keluhan dokter Michael tidak lah seberapa.


"Hallo saya Michael."


"Quinsha."


"Kamu cantik sekali."


"Hm." Ken mendehem untuk mengingatkan Michael apa yang menjadi tugas nya sekarang.


"Ayo Quinsha, aku akan memeriksa dirimu." Dokter Michael Pun lansung mengajak Quinsha ke kamar untuk di lakukan pemeriksaan, Ken pun berdiri di luar kamar menunggu Michael memeriksa Quinsha.

__ADS_1


Aidan memanggil sahabat nya dokter Michael untuk memeriksa keadaan Quinsha yang mengatakan kalau ia sakit, dan juga Aidan yang diam diam mengamati cctv melihat Quinsha memegangi perut pun tidak tinggal diam.


__ADS_2