
Quinsha pun berbaring di tubuh nya di periksa oleh Dokter Michael, dokter Michael pun mulai memeriksa sesekali mengajak Quinsha mengobrol ringan.
"Nama kamu siapa tadi nona?."Tanya Dokter Michael sekedar basa basi untuk memulai pembicaraan.
"Quinsha."
"Nama kamu indah sekali, seindah kamu, pantas saja Aidan tergila gila pada mu."Ucap Dokter Michael. Quinsha pun hanya membalas dengan senyum singkat yang ia rasa Dokter Michael sungguh sok tahu.
Dia mungkin tidak tahu bagaimana laki laki jahat itu menganggap nya. Batin Quinsha.
Setelah memeriksa Quinsha, dokter Michael pun segera keluar dari kamar, tidak banyak yang menjadi pembicaraan mereka karena Quinsha tidak mau meladeni pembicaraan dokter Michael yang menurut nya sok kenal sok dekat.
"Aku sudah selesai memeriksa nya, nanti malam aku akan menemui Aidan, dan ini obat yang bisa kau tebus untuk nya, ini obat penghilang rasa sakit, sebaiknya biarkan dia beristirahat dengan baik, ingatkan pada bos mu jangan terlalu ganas saat melakukan nya."Ucap dokter Michael tertawa pada Ken yang sejak tadi berdiri di luar menunggu dokter Michael memeriksa istri atasan nya.
"Baik lah." ken membalas dengan kata singkat dan tanpa ekspresi, itu sudah biasa bagi dokter Michael, karena Aidan dan Ken ia rasa memiliki kepribadian yang sama, pendiam dan dingin.
Setelah Dokter Michael pergi, Quinsha pun berjalan keluar menghampiri.
"Apa kita akan kembali ke kantor?."Tanya Quinsha.
"Apa dia tidak memberitahu mu kalau harus beristirahat nona?." Tanya Ken memastikan pada Quinsha pesan dari Michael tadi pada nya. Quinsha menganggukkan kepala nya.
"Sebaiknya anda masuk ke kamar dan beristirahat Nona. nanti saya akan antarkan obat di kamar anda."Ucap Sekertaris Ken.
"Aku bosan di kamar, apa boleh aku jalan jalan saja di dalam rumah ini?." Tanya Quinsha.
"Silakan nona, butuh apa apa, beritahu saja mereka." balas nya. Quinsha pun melebarkan senyuman nya dan mengangguk.
Sekertaris Ken pun pergi meninggalkan Quinsha, Quinsha masuk kembali ke dalam kamar untuk Menganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih santai agar ia leluasa untuk bergerak.
Rumah yang mewah dan besar membuat Quinsha sangat menikmati pemandangan di samping rumah yang sangat asri, ini pertama kali nya ia menikmati rumah Aidan yang sangat luas sejak ia tinggal di rumah ini, rumah ini sangat luas hingga Quinsha memilih tempat yang nyaman saja untuk bersantai, karena kalau ia menyusuri semua nya ia tidak akan kuat, apa lagi ia merasa nyeri saat berjalan.
"Apa ini yang dinamakan enak nya jadi orang kaya, punya rumah besar, banyak uang, di hormati, di segani." Batin nya.
__ADS_1
Tiba tiba terlintas di benak Quinsha saat ia melihat seorang pelayan lewat tidak jauh dari ia duduk sekarang.
"Bu." Panggil Quinsha pada Seorang pelayan ibu ibu.
"Iya Nona ada yang bisa saya bantu?."Tanya nya berjalan menghampiri.
"Aku ingin minum sesuatu yang dingin, apa boleh?." Tanya Quinsha ragu ragu.
"Jus buah saya bisa buatkan Nona, nona mau buah apa?."
"Mangga saja."
"Baik lah Nona, saya akan buatkan, tunggu sebentar." pelayan itu pun berlalu pergi dari sana.
Quinsha rasa nya ingin menertawai dirinya yang konyol, karena tadi ia mencoba mengetes seperti apa enak nya menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang ia inginkan, dan ia merasa seperti putri yang di layani.
"ah..... Astaga, aku seperti mimpi ada di rumah ini, walau aku istri yang tidak di anggap, tapi aku disini tidak melakukan apa pun, di perlakukan seperti Princes, yang aku inginkan di layani. apa aku jahat mencoba menikmati hidup ku dan menyuruh orang lain?." Meski merasa ada kelegaan melakukan nya, tapi Quinsha merasa tidak enak menyuruh orang lain, mungkin karena dirinya sejak dulu selalu di suruh menjadi pelayan orang, rasa nya ada yang berbeda saat ia mencoba melakukan nya.
"Aku tak akan melakukan nya lagi."Ucap nya pada diri nya.
"Nona."
"Em."Balas nya tanpa menyadari siapa yang sedang membangun kan nya.
"Nona, bangun Nona." Panggil sekertaris Ken lagi. Namun Quinsha masih pada zona nyaman nya dan rasa nya tidak ingin beranjak dari tempat tidur.
"Apa boleh jangan menganggu ku, tubuh ku sakit dan sangat lelah."Ucap Quinsha dengan nyawa yang masih belum terkumpul.
"Apa kau sudah puas tidur nya?." Suara yang khas dan yang sangat ia benci itu seketika membuat mata nya terbelalak. ia langsung lekas duduk saat mendengar suara Aidan.
Reaksi Dan gerak Quinsha yang cepat membuat sekertaris Ken menahan diri untuk tertawa.
"Maaf Tuan, saya ketiduran."Ucap Quinsha.
__ADS_1
Aidan melihat wanita itu tanpa mengatakan apa pun ia berjalan meninggalkan Quinsha begitu saja. melihat Aidan pergi Quinsha mengerutkan kening nya bingung.
"Dia datang hanya untuk membangunkan ku saja?." Batin nya.
"Nona Tuan Aidan meminta anda untuk beristirahat di dalam kamar."Ucap Sekertaris Ken.
Quinsha sebenarnya enggan untuk masuk ke dalam kamar, karena takut Aidan akan menerkam nya lagi, karena Iya tahu Aidan selalu saja menginginkan nya lagi dan lagi tanpa puas.
ia sangat ingin menghindari Aidan, namun tentu itu hal yang mustahil.
Saat Quinsha beranjak dari duduk nya, ponsel nya berdering. satu panggilan telefon dari sahabat nya Amel.
"Iya Mel."
"Sha, kamu dimana?, apa kau baik baik saja?, sekertaris Ken membawa anda kemana?."tanya Amel penuh kekhawatiran.
"Aku baik baik saja Mel, aku di suruh pulang karena aku sakit, Aku minta maaf ya gak balik lagi ke kantor?."
"Apa?." Amel terkejut, karena kenapa sekertaris Ken begitu perhatian pada Quinsha. Namun keterkejutan nya perlahan menjadi senyuman nakal.
"Jangan bilang kamu dan Sekretaris Ken, kalian berdua--."
"Apa sih mel, gak ada apa apa."
"Ha ha ha, baiklah, tidak apa apa kalai kamu tidak mau mengaku sekarang, aku akan tunggu kamu memberitahu ku."Amel tertawa. Terbayang bayang bagaimana sahabat nya kalau punya hubungan dengan Sekertaris Ken.
Quinsha pun menghela nafas. "Andai kamu tahu kalau yang ada hubungan dengan ku adalah Tuan Aidan, kamu pasti akan sangat terkejut."Batin Quinsha.
Setelah sambungan telefon berakhir, Quinsha pun masuk ke dalam kamar, namun ia tidak mendapati Aidan ada di dalam. Sekertaris Ken yang lewat lekas Quinsha hampiri.
"Sekertaris Ken, dimana Tuan Aidan?."tanya Quinsha dengan suara agak berbisik.
"Ada di ruangan kerja nya Nona, sebaiknya anda istirahat, pelayan sebentar lagi akan mengantarkan obat anda, anda harus meminum nya."Balas Sekretaris Ken.
__ADS_1
"Baik lah. Terima kasih."Ucap Quinsha. Sekertaris Ken pun mengamggukan kepala nya dan berjalan ke sebuah ruangan yang sudah bisa di tebak Quinsha itu adalah ruangan kerja Suami nya.