Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 15


__ADS_3

Quinsha melemaskan tubuhnya di sandaran kursi, ia benar benar merasa jenuh berasa di rumah ini.


"Tuan Aidan begitu membenci ku, tapi kenapa dia mau menikahi ku?, apa karena perasaan bersalah?." Batin Quinsha.


Di tengah lamunan nya, Quinsha di buat kaget saat pintu kamar nya di buka. Ia lekas berdiri dan melihat itu adalah Aidan. Dengan cepat ia kembali menundukkan pandangan nya seperti biasa.


Aidan berjalan mendekati Quinsha, Memegangi dagu wanita itu, mengangkat wajah wanita itu, hingga Quinsha bisa melihat jelas muka tampan laki laki itu, sejenak Aidan menatap nya.


"Kamu wanita miskin yang sama sekali tidak berharga, bersyukur lah kau ku nikahi." ucapan penghinaan itu kembali di dengar oleh Quinsha. Ia tidak mengerti kenapa tiba tiba saja Aidan mengatakan hal itu.


Tentu hati Quinsha sakit mendengar pernikahan yang kembali di lontarkan Aidan pada nya. Namun setelah itu yang di lakukan Aidan lebih membuat Quinsha terkejut.


Karena Aidan tiba tiba membenamkan ciuman di bibir wanita itu, Bahkan baru saja mulut itu baru saja menghina diri nya, namun mulut itu juga kini mencium nya.


Aidan mendorong Quinsha dengan kasar ke atas tempat tidur, membuat Quinsha terkejut. Aidan pun mulai menelusuri setiap lekuk tubuh Quinsha, Membuat wanita itu tidak nyaman.


"Tuan, boleh kah jangan melakukan nya sekarang?." Tanya Quinsha memberanikan diri. Karena ia merasa Milik nya masih terasa sakit karena ulah Aidan kemarin. Namun laki laki itu tidak menghiraukan perkataan nya, ia terus melanjutkan aksi nya. Menelusuri setiap lekuk tubuh Quinsha yang membuat wanita itu menggeliat.


Aidan begitu kasar, dengan sekali tarikan baju yang di pakai Quinsha terbuka, hingga hanya terlihat dalaman saja.


Cairan bening tanpa sadar mengalir dari sudut mata Quinsha, saat kembali Aidan melakukan nya lagi, rasa nikmat bercampur dengan rasa sakit yang membuat wanita itu mencengkram selimut yang ada di samping nya.


Kedua nya pun terbaring lemas karena kelelahan.


Aidan merasa ia hampir gila karena terus terbayang tubuh Quinsha yang mampu membuat ia tidak menahan diri saat bersama wanita itu. Ia yang berada di rumah orang tua nya terus di desak untuk menikah dan agar segera memiliki cucu untuk keluarga Milton, Aidan yang merasa Quinsha bisa memberikan nya seorang anak pun merasa ia harus pulang dan melakukan nya lagi dan lagi agar Quinsha segera hamil. Tanpa memikirkan wanita itu merasakan rasa sakit.


•••


Keesokan hari nya.


Quinsha yang merasa **** ***** nya terlalu sakit pun mencoba memaksa diri untuk berangkat bekerja, karena ia merasa tidak bisa terus berada di rumah apa lagi bersama Aidan.


Ia pun merasakan bosan karena seharian di dalam kamar. Ia mencoba menahan rasa sakit nya saat ia berjalan ke meja makan untuk makan.


"Nona, Anda sakit??" Tanya salah satu pelayan yang melayani mereka.

__ADS_1


Quinsha dengan senyum singkat nya mengelengkan kepala nya, ia takut nanti Aidan akan melarang nya bekerja jika ia tahu ia sedang menahan rasa sakit.


Aidan yang mendengar diam tidak peduli dengan pertanyaan pelayan dan terus menyelesaikan sarapan nya.


"Pagi Tuan, Nona."Sapa Ken berdiri di samping Aidan.


Quinsha menganggukkan kepala membalas sapaan Ken pada nya.


setelah selesai sarapan, Quinsha mengambil tas nya untuk berangkat ke tempat kerja nya.


"Nona, Anda mau kemana?." Tanya Ken Saat Quinsha bermaksud melewati mobil Aidan.


"Berangkat bekerja."


"Silakan masuk nona, saya akan mengantar anda, bukan kah kantor kita sama." Tutur Ken.


Mata Quinsha melihat ke arah Aidan yang sudah berada di dalam mobil dan memainkan ponsel nya. Ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Tidak apa apa memang nya?."Tanya Quinsha pelan dan ragu.


"Tidak apa apa Nona."


Ken pun mengemudikan mobil nya menuju ke kantor, tatapan mata lelaki itu lurus ke depan fokus akan kemudi nya. Memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang melewati mobil nya.


"Em, bukan kah hubungan kita tidak boleh di ketahui orang lain?, kalau aku turun dari mobil ini, apa mereka tidak curiga?." ucap Quinsha.


Seketika pandangan Ken teralih ke kaca spion dan melihat ke arah Quinsha. Ia tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya. Ia pun menghela nafas dan melipat kedua tangan nya di pinggang.


Ponsel Aidan tiba tiba berbunyi, panggilan masuk dari Sofia membuat Aidan segera menerima nya.


"Sayang, kamu dimana?."


"Lagi di jalan menuju kantor." Balas laki laki itu sembari menempelkan ponsel nya pada daun telinga.


"Kamu sudah beberapa hari tidak menghubungi ku, Aku telefon pun tidak masuk, ada apa?." Tanya Sofia.

__ADS_1


"Aku sibuk beberapa hari ini." Balas Nya.


"Kamu jangan terlalu lelah, nanti aku akan bawakan makan siang ya."


"Tidak perlu!, Aku sudah ada janji dengan klaen untuk makan bersama." Tutur laki laki itu.


Tiba tiba Mobil Ken berhenti saat Aidan masih telfonan dengan Sofia.


"Nona, Anda bisa turun disini."Ucap Ken saat sampai di halte yang tidak jauh dari kantor.


Quinsha yang melihat ia di halte Kantor Oun tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih, aku turun dulu."Balas Quinsha Lekas turun dari mobil.


"Sayang, kamu dengan siapa?, kenapa ada suara perempuan?." Tanya Sofia saat mendengar ada suara wanita dari balik telefon.


"Aku sudah mau sampai kantor, nanti aku hubungi lagi."Ucap Aidan.


"Tapi sayang.."


Belum sempat Sofia melanjutkan perkataan nya, Sambungan telefon sudah di putus oleh Aidan. Sofia pun merasa sangat kesal, namun ia tidak bisa berbuat apa apa.


"Iz--- Aidan, kamu nyebelin banget sih." Ucap nya kesal. Ucapan Aidan apa pun itu tidak bisa memaksa keinginan wanita itu. karena Sofia sendiri takut pada Aidan apa lagi saat laki laki itu marah.


Aidan melihat Quinsha yang jalan menuju ke kantor dari halte saat mobil Ken melewati wanita itu yang sedang berjalan di trotoar.


Quinsha yang sampai di kantor pun di sambut hangat oleh Amel. "Akhirnya kau kerja lagi, aku merindukan mu Sha."


"Aku juga mel."


"Tapi kamu masih terlihat pucat, kamu yakin sudah baikan?." Tanya Amel saat melihat muka Quinsha yang tampak pucat.


"Udah oke kok."


Jesen yang baru saja sampai melihat Quinsha pun merasa sangat senang.


"Quinsha, kamu sudah bekerja kembali." Ucap Jesen.

__ADS_1


"Iya Tuan."Balas Quinsha dengan senyum singkat nya.


Aidan yang lewat melihat pemandangan dimana Jesen tampak mengajak wanita milik jya itu bicara. Aidan merasa kesal saat melihat pemandangan itu. Meski tidak ada keistimewaan Quinsha di hati nya, namun ia tidak suka, apa yang sudah menjadi milik nya di ganggu oleh orang lain.


__ADS_2