
Saat Sore hari tiba.
Quinsha yang bergegas untuk pulang berjalan ke arah Halte. Sembari menunggu bis datang ia duduk memainkan ponsel nya, berdiri di halte dengan beberapa orang yang juga menunggu bus seperti diri nya.
Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan Quinsha berdiri saat itu. Sontak pandangan Quinsha pun teralihkan melihat mobil yang berhenti tepat di depan nya. Kedua mata nya lekas membesar saat ia melihat siapa pemilik mobil itu.
"Tuan Aidan." Gumam nya di dalam hati.
Sekertaris Ken turun lalu membuka pintu mobil lalu menatap Quinsha yang masih tampak terkejut.
"Silakan Masuk Nona."Ucap Sekertaris Ken.
Quinsha melihat sekitaran, tentu saja beberapa staf yang bekerja di kantor yang sama tampak saling berbisik dan bertanya tanya di dalam hati, bagaimana Sekertaris Ken membukakan pintu untuk Quinsha bak kepada seorang atasan.
__ADS_1
Tak ingin semakin banyak yang melihat, Quinsha pun lekas masuk ke dalam mobil dimana tidak ada Aidan, hanya ada dirinya sendiri.
Setelah Memastikan Quinsha telah masuk, Sekretaris Ken pun menutup pintu dan lekas masuk ke dalam mobil.
"Sekertaris Ken, kenapa kamu menghampiri ku, bukan kah membuat mereka jadi melihat nya??" Tanya Quinsha heran dengan apa yang di lakukan Sekertaris Ken. Karena Aidan sendiri yang meminta untuk merahasiakan hubungan mereka.
"Saya hanya melakukan tugas saya Nona, Ini Pinta Tuan Aidan." Tutur sekertaris Ken sembari memakai sabuk pengaman lalu menjalan kan mobil setelah nya.
"Dia aneh sekali, padahal dia yang meminta merahasiakan ini, tapi dia melakukan ini. Nanti kalau mereka tanya aku harus jawab apa."Ucap Quinsha merasa pusing. Karena sudah pasti ia akan jadi bahan pembicaraan di kantor besok.
"Dimana Tuan Aidan?." Tanya Quinsha saat menyadari kalau tidak ada Aidan di samping nya.
"Tuan Aidan akan pulang malam Nona."
__ADS_1
"Kalian lembur?." Sekertaris Ken menganggukan kepala nya mengiyakan.
"Kalian sering lembur hingga larut malam, kalian harus jaga kesehatan Sekertaris Ken, minumlah vitamin." Ucap Quinsha mengingat kan. Sekertaris Ken pun hanya diam dan mendengarkan perkataan wanita itu.
"Nona, ini kartu untuk anda pakai." sekertaris ken belakang kan tangan nya memberikan kartu itu pada Quinsha.
"Untuk apa?."
"Anda bisa membeli apa saja dengan ini Nona. Tuan Aidan yang meminta saya memberikan pada anda." jelas nya.
"Tapi aku tidak butuh ini."
"Nona, pakai dan nikmati hidup anda, jangan terlalu membebani diri mencari uang yang anda sudah miliki dari suami anda, karena jika anda sakit Tuan muda akan marah." Balas Ken. Quinsha pun hanya diam saja setelah mendengar ucapan Ken yang menurutnya sangat mengerikan.
__ADS_1
"Aku juga punya tabungan di bank ku, aku bahkan bingung uang itu aku kumpulkan untuk apa selama aku kerja, dan ini, menikmati hidup?, memang nya aku kurang menikmati' hidup ku?, aku rasa aku bahagia saja." Gumam wanita itu di dalam hati.
Tidak banyak pembicaraan di antara Quinsha dan Ken. Hingga mobil itu pun berhenti di depan rumah nya, Quinsha pun segera untuk turun dari mobil.