Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 21


__ADS_3

Aidan yang masuk ke ruangan kerja nya saat malam melihat kotak berisikan kue ada di atas meja.


"Pelayan." Teriak Aidan dengan keras. Hingga membuat pelayan berlari menghampiri suara Tuan mereka berada. Bahkan teriakan Aidan terdengar sampai di kamar Quinsha.


"Itu teriakan si monster itu kan?, Ada apa dengan nya?." Gumam Quinsha. Ia lalu berjalan keluar. tampak ia melihat pelayan berlari kecil kearah ruangan kerja Aidan yang membuat nya penasaran, apa yang sedang terjadi.


"Siapa yang berani menaruh kue ini disini tanpa izin saya?." Tanya Aidan dengan suara yang tegas. mendengar dari luar mata Quinsha membesar, karena ia lah yang menaruh kue itu disana.


Ia pun dengan cepat berjalan ke arah pintu ruangan Aidan dan bersembunyi mendengar apa yang di katakan.


"Maaf Tuan."


"Jangan berani masuk ke ruangan dan menaruh sesuatu yang tidak saya minta, kecuali kalian sudah bosan bekerja di rumah ini."Ucap Aidan.


"Tuan, itu saya yang taruh disana, bukan salah mereka, aku akan mengambil dan menyimpan nya."Ucap Quinsha yang tidak tahan begitu Aroggant Aidan saat bicara dengan para pelayan yang bahkan umur nya jauh lebih tuan dari Aidan. Aidan terdiam melihat Quinsha tiba tiba saja muncul dengan nada agak ketus memberitahu nya.


Quinsha mendekati meja kerja Aidan dan mengambil Kue nya, bermaksud untuk pergi saat melewati Aidan setelah nya, namun tangan Quinsha di tahan.

__ADS_1


Para pelayan pun melihat Aidan mencengkram tangan wanita itu, membuat nya berhenti melangkah.


"Kalian keluar!." Ucap Aidan pada Para pelayan.


Quinsha pun mulai gugup saat hanya tinggal mereka berdua saja yang ada di ruangan itu.


"Kenapa menahan ku?, aku akan membawa kue ini keluar."Ucap Quinsha agak ketus, namun kini suara nya agak bergetar karena takut.


Aidan yang mencengkram tangan Quinsha pun mendorong wanita itu hingga duduk di sofa. "Auw---, kamu kasar sekali."Ucapan penuh kekesalan itu keluar begitu saja untuk Aidan.


"Siapa yang memberimu Izin masuk ke ruangan ku?, kenapa kamu berpikir aku mau memakan kue itu?." Tanya Aidan.


Aidan memperhatikan Quinsha yang terlihat sok berani terhadap nya padahal terlihat ia sudah keringat dingin dan suara nya terdengar bergetar saat menjawab pertanyaan nya.


"Lalu kamu pikir aku memakan nya?."


"Ya, tidak apa apa kalau tidak mau, tidak ada yang memaksa."Balas Quinsha.

__ADS_1


"Kamu sudah mulai berani menjawab ku sekarang?." ucap Aidan. Aidan berjalan mendekati wanita itu.


"Tidak, bukan seperti itu." balas Quinsha dengan segera.


"Letakan kembali di atas meja."


"Apa nya?." Tanya Quinsha bingung, namun sesaat kemudian ia segera mengerti kalau yang di maksud adalah toples kue yang ada di tangan nya.


"Bukan kah kamu bilang kamu tidak mau Tuan, jadi saya bisa memakan nya sendiri."Balas Quinsha gugup. Aidan tidak membalas nya, ia tetap menatap Quinsha tak berkedip membuat Quinsha merasa akan di telan hidup hidup saja. Ia pun segera meletakkan nya di atas meja.


"Kau masih ingin disini, atau kembali ke kamar mu?."Tanya Aidan. Tidak memberi jawaban apa pun Quinsha dengan secepat kilat berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan Aidan, laki laki itu pun tidak lagi menahan nya.


Beberapa hari ini, Diri nga tidak di ajak melakukan hubungan badan oleh suami nya, membuat Quinsha merasa agak heran, karena bahkan biasanya Aidan akan menjamah tubuh nya sehari bahkan lebih dari sekali.


Quinsha pun tidak bisa menebak apakah ia mulai kembali jijik pada tubuh nya, karena Sikap Aidan Berubah baik walau terkadang juga menyebalkan seperti biasa nya.


Ia masuk ke kamar nya setelah merasa begitu tegang bersama Aidan tadi di ruangan laki laki itu. "Fiuh.. Dia sangat menyeramkan." Ucap Quinsha.

__ADS_1


Wanita itu pun berbaring terlentang tanpa sadar ia pun terlelap dan tertidur.


__ADS_2