Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 28


__ADS_3

Tidak banyak pembicaraan di antara Quinsha dan Ken. Hingga mobil itu pun berhenti di depan rumah nya, Quinsha pun segera untuk turun dari mobil.


Namun setelah wanita itu keluar dari mobil setelah Sekertaris Ken membuka kan pintu untuk nya, ia tidak lansung beranjak dari tempat ia berdiri. Sekertaris Ken pun mengerti ada sesuatu yang ingin di bicarakan Quinsha melihat wanita itu menatap nya.


"Ada Apa Nona?."Tanya Sekertaris Ken.


"Em, Maaf sebelum nya, tapi aku mengkhawatirkan kesehatan tuan Aidan, Apa boleh aku memasak untuk Tuan Aidan dan membawanya ke kantor?." Tanya Quinsha dengan suara pelan dan agak gugup.


"Sekarang?."


"Iya, untuk makan malam."


Sekertaris Ken yang mendapatkan pertanyaan itu pun melihat Quinsha sejenak sebelum ia menjawab, melihat keseriusan Quinsha atas pertanyaan nya baru saja.


"Silakan saja Nona, kalau tidak lama, saya akan menunggu untuk membawakan nya."Ucap Sekretaris Ken.


"Tidak usah!, tidak perlu menunggu, aku akan mengantarkan ke kantor sendiri nanti, aku bisa naik taxi." jawab Quinsha.


"Nanti saya akan meminta supir mengantarkan anda Nona, jangan naik taxi, Tuan Aidan akan marah kalau tahu."Balas Sekertaris Ken. Quinsha pun setuju tanpa menolak.


Quinsha tidak bisa menjelaskan kenapa ia sangat ingin membuatkan makanan sehat untuk Laki laki yang menurutnya sangat menyebalkan saat awal mereka bertemu, namun kini ada perasaan berbeda yang Quinsha rasa kan.


"Apa aku sudah mencintai nya?."


•••


Saat Quinsha sedang memasak di dapur, tiba tiba saja ponsel nya berdering. Ia pun lekas mengambil ponsel yang ia letakan di atas meja.

__ADS_1


"Iya Mel."


"Sha, kamu harus menjelaskan sesuatu pada ku, Ayo katakan, kamu pacaran dengan sekertaris Ken?, sejak kapan?, kenapa kamu tidak memberitahu ku?, aku bahkan tidak tahu sejak kapan kalian dekat." Pertanyaan demi pertanyaan di lemparkan oleh Amel karena rasa penasaran nya sejak ia melihat Qujnhsa masuk ke dalam mobil bersama Sekretaris Ken.


Quinsha mengerutkan kening nya. "Kamu bertanya seperti kereta saja, tidak ada rem nya?."Ucap Quinsha.


"Nama juga penasaran, ayo ceritakan pada ku."Balas Amel.


"Nona, Sayuran nya sudah di cuci."Ucap seorang pelayan yang di dengar oleh Amel dari balik telefon.


"Taruh saja." Balas Quinsha.


"Nona?, Paman dan Bibi mu sekarang memakai pembantu?." Tanya Amel yang kini pikiran nya teralih pada ucapan kata Nona dari pelayan, karena yang Amel tahu, keluarga Quinsha tidak lagi memakai pembantu karena semuanya kini telah di minta Quinsha untuk mengerjakan nya.


"Mel, aku bingung harus menjelaskan dari mana, inti nya Aku dan sekretaris Ken tidak memiliki hubungan apa pun, dia hanya mengantarkan ku pulang." Jawab Quinsha merasa bingung cara ia menjelaskan pada sahabat nya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Cerita lah, Aku akan mendengarkan mu."Balas Amel.


"Iya, kamu mau datang?."


"Aku sedang memasak, nanti aku bawakan sayuran kesana."Ucap Quinsha. Amel pun tersenyum lebar.


"Kamu memang sahabat ku, tahu saja aku sedang tidak makan karena tanggal Tua."Ucap Amel. Quinsha pun menghela nafas mengelengkan kepala nya, karena sahabat nya selalu makan hanya sekali jika memasuki tanggal Tua.


"Baiklah, nanti aku kesana."


"Baiklah Sha. Bye..." Balas Amel dan sambungan kedua nya terputus.

__ADS_1


Quinsha pun segera menyelesaikan masakannya lalu bersiap untuk berangkat ke kantor Aidan.


Saat Quinsha bingung siapa orang yang di suruh Sekertaris Ken untuk mengantarnya, karena ia tidak melihat ada mobil atau pun orang di luar, Tiba tiba sebuah mobil mewah berjalan masuk ke dalam halaman rumah itu. Quinsha menelan Saliva nya melihat pemandangan itu.


"Nona, saya Edi yang akan menjadi supir pribadi anda dan membawa anda kemana saja anda minta."Ucap Laki laki itu memperkenalkan diri nya.


Quinsha yang masih bingung pun hanya mengangguk tanpa mencerna kata kata laki laki itu.


"Berangkat sekarang Nona?." Tanya Nya.


"Iya."


Pak Edi pun mengambil makanan yang sedang di bawa oleh beberapa pelayan yang berdiri di belakang Quinsha. Quinsha benar benar merasakan kalau ia di perlakukan seperti ratu, walau ia ratu yang tidak pernah di inginkan dan di anggap, tapi semua fasilitas ini membuat ia sangat menikmati peran ini.


Quinsha lalu masuk setelah pintu mobil di bukakan. Ia tidak sabar untuk sampai di kantor Aidan dan memberi kan masakan nya untuk ia cicipi.


Namun saat baru saja sampai di kantor Aidan, ia melihat pemandangan yang harus nya pemandangan biasa saja, karena sebelum nya ia pun sudah biasa melihat nya. Yaitu Nona Sofia dan Aidan yang tampak mesra.


"Nona, Apa mau turun sekarang?." Tanya Pak Edi saat menyadari apa yang membuat Quinsha melamun.


"Tunggu sebentar Pak."Balas Quinsha.


"Baik Nona."


Tampak Aidan sedang mengantarkan Sofia ke mobil nya, Dan Sofia tampak manja memeluk pinggang laki laki itu. Namun Aidan menyadari kalau Quinsha sedang menatap dirinya, namun ia tampak dingin tanpa senyuman terus berjalan mengantarkan Sofia ke mobil nya.


"Makasih sayang sudah mengantarku kebawah, walau kamu harus ku paksa dulu." Ucap Sofia sebelum ia masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Hati hati di jalan sofia."Ucap Aidan. Sofia pun mengangguk dengan senyuman lebar. Ia lalu masuk ke dalam mobil saat Aidan membukakan untuk nya. Namun sebelum itu, ia memberikan satu kecupan di pipi Aidan, tentu hal itu di lihat oleh Quinsha yang tanpa sadar meremas jemari nya.


Sementara Pak Edi yang sudah tahu hubungan Quinsha dan Aidan dari sekretaris Ken pun tampak diam diam melihat dari balik kaca spion, melihat Quinsha yang tampak tak berkedip melihat pemandangan di depan nya. Namun ia hanya menjalankan tugas nya tanpa berani berkata atau pun ikut campur.


__ADS_2