
Keesokan hari nya. Saat Quinsha terbangun ia masih pada Posisi tertidur nya semalam, namun ia tidak melihat ada Aidan di samping nya, Laki laki itu tidak masuk ke kamar ini karena Quinsha melihat di samping nya masih tersusun rapi bantal nya.
Laki laki itu menghabiskan malam nya di ruangan kerja nya, apa kah seberat itu masalah pekerjaan yang ia rasakan batin Quinsha. sampai ia tidak masuk ke kamar untuk beristirahat atau ia memang sudah tidak membutuhkan nya lagi.Namun Quinsha mencoba untuk tidak menghiraukan nya.
Ia berjalan ke ruangan kerja Aidan dan tampak laki laki itu tertidur sembari bersandar di sandaran kursi, Quinsha pun berjalan menghampiri, saat ia bermaksud untuk membangunkan Aidan, ia melihat toples kue yang ia bawakan kemarin sudah habis tidak lagi tersisa sedikit pun. Quinsha pun tersenyum melihat nya.
"Apa yang kau lakukan?." Pertanyaan dari Aidan dengan mata terpejam mengagetkan nya.
"Astaga Tuan, aku terkejut."Quinsha mengelus dada nya karena kaget. Aidan pun membuka mata nya dan beranjak dari bersandarnya. Menatap Quinsha.
"Apa yang kamu lakukan?." Tanya Aidan kembali.
"Gak apa apa, aku hanya memastikan Tuan baik baik saja."jawab Quinsha.
Aidan lalu berdiri, mata Quinsha pun ikut melihat laki laki itu berdiri berjalan menghampiri nya, namun saat di kira Aidan datang menghampiri nya, ternyata Quinsha salah, Aidan berjalan melewati nya dan meninggalkan ruangan kerja.
Quinsha pun menghela nafas karena Aidan membuat nya kegeeran. "Dasar, laki laki aneh."Batin nya.
__ADS_1
Sebelum berlalu dari ruangan Aidan, Mata Quinsha kembali melihat tempat kue yang sudah habis tak bersisa, ia pun tersenyum lalu berjalan pergi dari sana.
•••
Quinsha lalu berjalan masuk ke dalam kamar untuk mencari Aidan, saat ia masuk ia terkejut saat melihat Aidan keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk di pinggang, Lekas Quinsha membalikan tubuh nya ke belakang untuk menghindari pemandangan itu. Meski entah sudah berapa kali ia melihat dada gagah Aidan, tapi Quinsha masih sering kali gugup jika di perlihatkan hal itu. membuat ia salah tingkah dan malu sendiri.
Melihat Quinsha menghindari pemandangan itu, Aidan menghiraukan nya lalu mengambil pakaian di dalam lemari untuk ia kenakan.
"Tuan."
"Apa boleh hari ini aku bekerja kembali?." tanya Quinsha.
"Sudah baikan."
"Jangan berbohong."
"Tidak, aku tidak berbohong."Quinsha membalikkan tubuh nya untuk protes saat di kira berbohong.
__ADS_1
Aidan pun melihat wanita itu. "Kemari."
Di suruh untuk mendekat ke arah nya, Quinsha pun jadi salah tingkah lagi, Ia menelan Saliva nya melihat dada Aidan yang masih tampak karena Kemeja baru ia kenakan dan belum ia kancing.
"Ada apa??"
"Mendekat!." Pinta Aidan tidak berani Quinsha bantah karena takut Aidan marah dan tidak mengizinkan nya bekerja lagi.
Ia pun perlahan berjalan ke arah Aidan. Hingga sampai ia berdiri tepat di depan laki laki itu.
"Kancing!." Seru nya.
Quinsha melihat pakaian Aidan yang sudah menempel di tubuh gagah laki laki itu, ia lalu mengangkat tangan nya lalu mulai mengancing kemeja Aidan satu demi satu. Sementara Tatapan Aidan tidak berpaling sedikit pun melihat Quinsha. Membuat Quinsha tidak nyaman karena tatapan Aidan.
Setelah mengancing nya, Aidan memegangi dagu Quinsha, mengangkat wajah wanita itu yang tertunduk pandangan nya. hingga sepasang mata itu saling beradu tatapan.
Aidan lalu mengecup bibir Quinsha sekali, membuat Quinsha mematung sejenak. Namun setelah itu Aidan berjalan meninggalkan nya. Quinsha masih mematung diam pada tempat nya karena merasa Aidan begitu lembut melakukan nya. Membuat Quinsha terkejut.
__ADS_1
Tiba tiba langkah Aidan berhenti di ambang pintu. "Bersiap lah, atau kau aku tinggal dan tidak boleh bekerja."Ucap Aidan. Quinsha lansung menoleh ke arah Aidan yang kini sudah berjalan pergi dari sana. Quinsha pun tersenyum dan lekas bersiap untuk bekerja kembali.