Pernikahan Dengan MR Aroggant

Pernikahan Dengan MR Aroggant
Bab 22


__ADS_3

"Letakan kembali di atas meja."


"Apa nya?." Tanya Quinsha bingung, namun sesaat kemudian ia segera mengerti kalau yang di maksud adalah toples kue yang ada di tangan nya.


"Bukan kah kamu bilang kamu tidak mau Tuan, jadi saya bisa memakan nya sendiri."Balas Quinsha gugup. Aidan tidak membalas nya, ia tetap menatap Quinsha tak berkedip membuat Quinsha merasa akan di telan hidup hidup saja. Ia pun segera meletakkan nya di atas meja.


"Kau masih ingin disini, atau kembali ke kamar mu?."Tanya Aidan. Tidak memberi jawaban apa pun Quinsha dengan secepat kilat berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan Aidan, laki laki itu pun tidak lagi menahan nya.


Beberapa hari ini, Diri nga tidak di ajak melakukan hubungan badan oleh suami nya, membuat Quinsha merasa agak heran, karena bahkan biasanya Aidan akan menjamah tubuh nya sehari bahkan lebih dari sekali.


Quinsha pun tidak bisa menebak apakah ia mulai kembali jijik pada tubuh nya, karena Sikap Aidan Berubah baik walau terkadang juga menyebalkan seperti biasa nya.


Ia masuk ke kamar nya setelah merasa begitu tegang bersama Aidan tadi di ruangan laki laki itu. "Fiuh.. Dia sangat menyeramkan." Ucap Quinsha.

__ADS_1


Wanita itu pun berbaring terlentang tanpa sadar ia pun terlelap dan tertidur.


Sementara Aidan masih menatap layar monitor nya, fokus pada Proyek yang baru saja ia minta dikirimkan dari sang asisten.


Ketika tangan nya ia letakan pada ganggang kursi dan memegang dagu nya sembari memperhatikan laptop di depan nya, mata nya tidak sengaja melirik ke toples kue yang di berikan oleh Quinsha. Ia pun mengambil dan sejenak memperhatikan toples itu. Seolah sedang mencari jawaban pada benda yang ada di depan nya.


"Ada apa dengan ku, kenapa Aku menerima sesuatu yang ia lakukan, padahal aku sebelum nya sangat tidak suka. astaga. Ada apa dengan ku."Batin nya. Ia merasa ia sekarang telah melunak pada gadis miskin yang sebenarnya di dalam pandangan dan hati nya Quinsha masih gadis yang sama seperti awal pertama kali diri nya bertemu dengan Quinsha. Hanya seorang rakyat jelata yang tidak ia sukai. Namun tiba tiba saja ia merasa ada ketertarikan dengan Quinsha yang ia sendiri masih bimbang dan binggung untuk membenarkan nya.


•••


Keesokan hari nya. Saat Quinsha terbangun ia masih pada Posisi tertidur nya semalam, namun ia tidak melihat ada Aidan di samping nya, Laki laki itu tidak masuk ke kamar ini karena Quinsha melihat di samping nya masih tersusun rapi bantal nya.


Laki laki itu menghabiskan malam nya di ruangan kerja nya, apa kah seberat itu masalah pekerjaan yang ia rasakan batin Quinsha. sampai ia tidak masuk ke kamar untuk beristirahat atau ia memang sudah tidak membutuhkan nya lagi.Namun Quinsha mencoba untuk tidak menghiraukan nya.

__ADS_1


Ia berjalan ke ruangan kerja Aidan dan tampak laki laki itu tertidur sembari bersandar di sandaran kursi, Quinsha pun berjalan menghampiri, saat ia bermaksud untuk membangunkan Aidan, ia melihat toples kue yang ia bawakan kemarin sudah habis tidak lagi tersisa sedikit pun. Quinsha pun tersenyum melihat nya.


"Apa yang kau lakukan?." Pertanyaan dari Aidan dengan mata terpejam mengagetkan nya.


"Astaga Tuan, aku terkejut."Quinsha mengelus dada nya karena kaget. Aidan pun membuka mata nya dan beranjak dari bersandarnya. Menatap Quinsha.


"Apa yang kamu lakukan?." Tanya Aidan kembali.


"Gak apa apa, aku hanya memastikan Tuan baik baik saja."jawab Quinsha.


Aidan lalu berdiri, mata Quinsha pun ikut melihat laki laki itu berdiri berjalan menghampiri nya, namun saat di kira Aidan datang menghampiri nya, ternyata Quinsha salah, Aidan berjalan melewati nya dan meninggalkan ruangan kerja.


Quinsha pun menghela nafas karena Aidan membuat nya kegeeran. "Dasar, laki laki aneh."Batin nya.

__ADS_1


__ADS_2